Tidak semua kebahagiaan itu diukur dengan kepemilikan materi. Bahagia adalah keadilan Tuhan yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Bahagia untuk milik jiwa yang tenang. Jadi dalam keadaan, profesi, tempat apa saja, kebahagiaan itu akan ada. Materi sekadar salah satu sarana menuju bahagia.

Keadilan Tuhan bahwa semua profesi memiliki kebahagiaan. Ia datang dengan berbagai cara. Adakalanya yang lain memandang sepele, namun tidak bagi yang menerima. Seperti sebuah nilai mata uang nominal angka bukan ukuran. Angka dapat tetap nilainya, tetapi tidak dengan rasa. Bahkan prinsip penilaian terkini tidak lagi berorientasi pada angka. Deskripsi lebih mewakili dari sekadar angka yang bernilai statis. Rasa bahagia ada saja sejalan dengan adanya kehidupan.

Bagi seorang penulis kebahagiaan dari hasil karyanya adalah apresiasi. Hadirnya penghargaan dari yang lain melahirkan kepuasan. Boleh jadi apresiasi itu banyak atau sebaliknya. Namun adanya pembaca hasil tulisan kita adalah kebahagiaan yanh tidak dapat dibeli dengan materi.

Menulis dapat memberikan kebahagiaan. Bahagia dalam definisi KBBI V adalah keadaan atau  perasaan tenang dan tenteram. Jika bahagia berhubungan dengan rasa maka rasionalitas tidak dapat mengukurnya. Rasa yang tertuang dalam tulisan seperti terlepasnya beban dari pundak. Ada kebahagiaan hadir bersama rangkaian abjad. Ketika beban berkurang rasa ringan datang. Jika pun tidak demikian menulis dapat menguatkan.

Menulis adalah proses berbahasa. Lazimnya berbahasa ia adalah pengantar komunikasi. Tujuan dari komunikasi adalah menyampaikan informasi. Kejelasan dalam menyampaikan informasi adalah kunci mencapai tujuan komunikasi. Maka menulislah yang mudah dipahami pembaca sasaran kita. Bahagia timbul bila ada timbal balik dalam berkomunikasi. Layaknya seorang pe jual yang mendapatkan pembeli. Bahasa yang mudah dipahami dalam tulisan memudahkan mencapai tujuan.

Salah satu kebahagiaan penulis itu adalah ketika karyanya dibaca orang lain. Selanjutnya dapat berpengaruh kepada pembacanya untuk melahirkan tindakan. Tindakan yang dimaksud adalah tindakan positif dan bermanfaat. Tulisan yang mampu memotivasi orang lain melakukan kebaikan akan berbuah pahala. Hadiah yang dijanjikan Allah kepada yang berbuat baik. Pahala yang tiada berkesudahan karena menulis. Masih enggan menulis? Atau tidak mau bahagia?

Bahagianya menulis lagi ketika ada pengetahuan, pemikiran, dan perasaan yang tersampaikan. Ini seperti sarana aktualisasi diri. Laksana sebuah ungkapan menulis tanda adanya diri. Pramoedya Ananta Toer menyatakan bahwa secerdas apapun seseorang apabila tidak menulis maka akan lenyap. Menulis itu menghidupkan diri lebih panjang. Hidup hari ini dan yang akan datang.

Saat kata menuju kalimat mengalir, ada pikiran yang tercurahkan. Ini adalah awal memulai kebahagiaan dalam menulis. Apalagi apabila rasa tulisan itu mampu membawa emosi pembaca. Seolah pembaca dekat sang penulis. Ini seperti cengkerama yang penuh makna. Curahan perasaan, pikiran yang sampai pada pembaca menjadi kebahagiaan pula dalam menulis.

Dari menulis mungkin saja mendapatkan penghasilan dalam bentuk uang. Namun itu bukan yang utama. Banyak para penulis yang menggantungkan hidupnya pada profesi ini. Itu sah dan manusiawi. Tidak ada yang salah mencari penghidupan dari menulis. Uang dan materi juga bagian dari penghargaan. Nilai dalam bentuk materi dari menulis adalah ukuran profesionalitas dalam menulis. Semakin banyak materi yang didapat dari menulis semakin tinggi nilai tulisan. Namun ingat materi bukan yang utama. Kembalikan pada kebahagiaan sebagai rasa dari tujuan menulis.

Buat bahagia anda sendiri dengan menulis. Bagi penulis bahagia itu ada di ujung pena.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 15/9/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *