Meningkatkan Pertisipasi Peserta Didik pada Pembelajaran Daring di SMPN 4 Katingan Kuala
Oleh: Moh. Anis Romzi

Tahun pelajaran baru 2020/2021 telah satu bulan berjalan. Tepatnya tiga minggu saat tulisan ini dibuat. Dampak dari pandemi covid-19 memaksa pembelajaran haris dilakukan tidak dengan tatap muka. Pembelajaran harus dilakukan secara jarak jauh. Ini adalah prorokol yang harus diterapkan untuk memutus rantai penularan wabah covid-19 ini. Tidak ada tatap muka di tahun pelajaran baru 2020/2021. Ini berlaku di seluruh Indonesia, demikian pula SMPN 4 Katingan Kuala.

Pembelajaran secara daring menjadi pilihan utama. Model pembelajaran ini adalah satu-satunya yang bisa diterapkan. Daerah yang ditentukan sebagai zona merah wajib melaksanakan ini. Jargon Belajar Dari Rumah adalah definisi lain dari pembelajaran daring. Semua dilakukan dari rumah. Namun, dalam pembelajaran daring ada tiga sarana pokok yang wajib dimiliki peserta didik. Sarana itu adalah gawai android atau komputer jinjing, kuota internet dan jaringannya. Sarana pendukung lain adalah ketersediaan tenaga listrik. Tanpa sarana tersebut pembelajaran daring hanyalah nama belaka.

Munculnya permasalahan partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring. Ketika sarana dan prasarana telah terlengkapi, ada masalah instrinsik yang berasal dari peserta didik. Salah satunya adalah rendahnya partisipasi dalam mengikuti pembelajaran daring. Permasalahan ini lebih besar persentasenya dibanding dengan kepemilikan gawai android maupun kemampuan untuk menyedikan paket data internet.
Beberapa alasan tidak aktifnya peserta didik dalam pembelajaran daring:

  1. Tidak memiliki sarana gawai android. Jumlah peserta didik yang tidak memiliki gawai android kurang dari 10%. Ini dibuktikan dengan survei kepemilikan gawai. Dari 137 jumlah peserta didik sebanyak 12 peserta didik menyatakan tidak memiliki gawai android. Dan jumlahnya cenderung menurun setiap minggunya. Orangtua berusaha keras menyediakan gawai untuk keperluan belajar putra-putrinya.
  2. Gangguan sinyal internet dan listrik. Ini adalah masalah yang paling sering muncul dalam hal teknis. Pasokan listrik yang tidak stabil merembet pada ketersediaan layanan data internet operator seluler. Ketika gangguan teknis ini terjadi partisipasi peserta didik pada pembelajaran daring kurang dari 10%. Kualitas sinyal internet juga menjadi persoalan tersendiri. Ini karena letak SMPN 4 Katingan Kuala jauh dari jangkauan BTS penyedia layanan data internet. Tak ayal sebagian orang tua harus menyediakan dana lebih untuk pengadaan antena penguat sinyal.
  3. Mahalnya paket data internet.
  4. Motivasi peserta didik
  5. Kurangnya peran orang tua dalam mendampingi.
    Ragam solusi yang ditawarkan dalam meningkatkan partisipasi peserta didik pada pembelajaran daring di SMPN 4 Katingan Kuala.
  6. Peningkatan sarana gawai android melalui pengadaan mandiri. Hampir semua orang tua dan wali telah berusaha mengadakan sarana ini. Ini terbukti dengan semakin berkurangnya yang mengikuti pembelajaran secara luring.
  7. Penyediaan antena penguat sinyal dan sumber listrik cadangan. Listrik merupakan. Kebutuhan pokok pada pembelajaran jarak jauh. Penyediaan genset sebagai cadangan pasokan listrik wajib ada. Khususnya bagi satuan pendidikan.
  8. Penyampaian informasi perihal kecukupan paket data untuk pembelajaran daring. Bahwa ada sebagian peserta didik yang menyalahgunakan penggunaan paket data untuk pembelajaran. Ini berakibat membengkaknya anggaran pengeluaran orang tua. SMPN 4 Katingan Kuala senantiasa memberikan informasi perihal batasan, bahawa paket data 1 GB cukup untuk pembelajaran daring satu bulan.
  9. Peningkatan motivasi peserta didik dengan pendekatan reward and punishment. Ini adalah cara yang paling umum diaplikasikan dalam pembelajaran.
  10. Peningkatan peran orang tua/wali melalui diskusi umum. Sekolah menyadari bahwa peran orang tua sangat vital dalam menentukan keberhasilan Belajar Dari Rumah ini. Apapun kondisinya pendidikan harus tetap berjalan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 22 /8/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *