Menggapai Asa Yang Tertinggal
MaryatiArifudin, 23 Agustus 2020

Semua orang secara fitrah suka kebaikan dan kebenaran. Sungguh kebenaran dan kebaikan terlahir dari fitrah manusia sejak dalam kandungan. Bagaimana kebenaran dan kebaikan tersemayam dalam jiwa yang kokoh?

Tergantung orang tualah yang mendidik dan lingkungan yang mampu memberi corak warna si anak. Peran penting kedua unsur itu, sangat penting dalam mewujudkan impian masa depannya. Jika kebenaran dan kebaikan itu kokoh dalam pribadi si anak, maka orang tua wajib terlebih dahulu mempunyai ruh kebenaran dan kebaikan.

Ibarat tanaman, ingin hasil yang terbaik perlu perhatian dan tindakan khusus. Apalagi, buah hati yang harus dibesarkan perlu kesungguhan azam yang kuat dari kedua orang tuanya dalam membentuknya. Ketauladanan dari kedua orang tuanya, yang akan mewarnai jiwa-jiwa yang fitrah. Kedua orang tua salah memberi contoh yang terbaik, maka pribadi anak akan mencari contoh lingkungan sekitarnya. Anak akan merasa bangga bukan dari orang tua, tapi akan mencari ketauladanan dari orang lain.

Mumpung masih usia dini perhatikan dan dampingi agar ia mampu tumbuh dan 8berkembang sesuai harapan orang tuanya. Jika udah remaja, pasti susah untuk menumbuhkan karakter yang benar sesuai aturan-Nya. Ajaklah, anak-anak selagi kecil tuk mencintai masjid. Sehinnga, kelak dewasa akan menjadi pemuda yang mau memakmurkan masjid.

Memang repot sih, mengajak putra-putri tercinta ke masjid. Kadang rewel saat diajak ke masjid, paksa si anak mumpung masih anak-8anak dengan cara menggendongnya. Sang orang tua, harus membangunkan si anak dengan cara bijak. Yakinlah, beratnya membangunkan sholat subuh ibarat mendirikan rumah yang runtuh. Pertama kali, pasti terasa sulit dan perlu kesabaran dari kedua orang tuanya.

Azamkan pada diri sendiri, bahwa sholat jamaah di masjid adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Kokohkan kemauan untuk keluarga-keluarga muda. Peran utama dan terpenting bagi seluruh anggota keluarga dirikan sholat subuh di masjid. Karena, saat subuh itulah kekuatan ruh kebaikan dan kebenaraan wajib ditumbuhkan dan dikokohkan dalam seluruh anggota keluarga. Momen penting ini, perlu kesungguhan dalam membangun komitmen keluaga pertama tuk mendirikan sholat subuh berjama’ah di masjid.

Tantangan nyata, bagi keluarga muda ataupun keluarga yang telah matang membangun rumah tangga. Keluarga yang berbahagia itu hadir, diawali target-target sederhana yang mampu dijalankan tuk meningkatkan amal yang terbaik. Kata orang nih, bahagia itu cukup sederhana saja dalam meraihnya. Ikrarkan, kebahagian sejati untuk mengajak anggota keluarga sholat subuh berjamaah di masjid. Bangun lingkungan yang mampu mendekatkan diri pada-Nya. Sehingga, masyarakat sekitar akan mampu memetik hasilnya tuk selalu mendirikan sholat berjamaah di masjid diawali dari keluarga dan diri kita.

Harapan itu masih ada tuk membenahi diri dan keluarga kecil kita. Jangan terlambat, ingat penyesalan tiada manfaat. Jika udah terlambat, ibarat meluruskan pohon yang telah bengkok cukup sulit tuk diluruskan. Perlu tenaga ekstra dan kehati-hatian. Sebab, jika salah jalan maka akan menjadi patah dan nilai kemanfaatannya akan berkurang.

Renungkanlah surat At Tahrim ayat 6 Alloh SWT berfirman, ” Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Tidakkah ingin putra-putri terbaik kita mengikuti jalan yang lurus. Jalan kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan rosul yang mempedomani ajaran tauhid. Ajaran tauhid yang mengesakan hanya Alloh SWT satu-satunya Tuhan yang wajib disembah. Sampaikan ajaran yang lurus dan benar ini kepada generasi muda diawali dari puta-putri tercinta sejak usia dini atau bahkan dalam kandungan.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *