Menggantungkan Kehidupan
MaryatiArifudin, 8 Juni 2020

Bergantung diri atau bersandar diri sepanjang hayat. Kapanpun, apapun, dan dimanapun kita melangkah hendaknya disandarkan pada-Nya. Siapa tempat bersandar kehidupanmu? Mengapa harus bersandar dan menggantungkan kehidupan ini?

Allahu shomad Allah tempat bergantung. Menggantungkan kehidupan kepada yang maha hidup. Shalat lima waktu wajib kita lakukan. ibadah yang diawali dengan kalimat takbir “Allohu akbar” sambil mengangkat tangan. Takbir adalah tanda pasrahan bahwa kita tidak berdaya di hadapan kebesaran-Nya. Kesadaran diri inilah yang harus selalu kita lakukan. Karena memang kita tidak punya daya dan kekuatan, dan posisi seorang hamba sering rapuh perlu sandaran yang kokoh.

Kita kuat karena Alloh yang memberikan kekuatan. Kita berdaya karena Allah yang memberikan daya. Semuanya kehidupan kita sangat bergantung sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa pemberi kehidupan. Seberapa besar ketergantungan hidup kita? Dari mulai nikmat yang luar biasa diberikan pada setiap manusia. Nikmat itu diberikan gratis apakah kita kurang peka terhadap nikmat-Nya. Perlukah Alloh mengambil nikmat itu, baru kita merasakan ketergantungan hidup pada-Nya.

Kita hidup sangat bergantung kepada oksigen, air, udara, dan pada alam ciptaan Allah. Jika kita tidak berusaha menjaganya, merawatnya, bersahabat dengannya, maka jangan salahkan alam jika berontak. Jika alam tidak seimbang sesungguhnya dikarenakan perbuatan nafsu manusia. Pikirkan! Jika kita tidak menjaga amanahnya, maka yang terjadi manusia akan musnah.

Tengoklah dalam Siroh! Dibinasakan seluruh manusia dikarenakan Tuhan telah bosan melihat tingkah laku manusia yang banyak berbuat salah dan bangga dengan dosa-dosa. Bahkan, makhluknya meminta disegerakan bencana dan sungguh mereka menentang Tuhannya. Ingat kisah umat yang dibinasakan karena keingkaran pada Tuhannya. Sungguh menyedihkan kisah kaum tsamud, kaum nabi Sholeh, kaum nabi Luth, kaumnya nabi Musa, kaumnya nabi Nuh, dll.

Mari buka kembali renungkan dan resapi lirik tentang: bertanya pada rumput yang bergoyang karya Ebiet G Ade, judul lagunya saya lupa. Nih sepenggal syairnya: Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita; Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa; Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita; Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Syair lagu ini, era saya duduk di SMA tahun 1983 termasuk lagi hits. Pasti saudaraku seusia saya menyukai juga lirik ini, so pasti kita seusia udah seketan. Ada yang seket siji, seket loro atau seket telu. Ternyata usia kita telah menjelang senja, ayo kita bungun ketaatan yang sejati untuk mengisi dan menghiasi sisi umur dengan berkarya yang terbaik. Kemana kita akan berserah diri tanpa kekuatan dan bersujud memuji keagunganmu Ilahirabbi melalui tulisan tangan-tangan ini.

Hanya kepada allah tempat bergantung! Sehingga islam mengajarkan doa keluar dari rumah bismillahi tawakkaltu ‘alalloh lahaula walakuwata illabillah. Dengan menyebut nama Allah aku berserah diri, tiada daya dan kekuatan hanya dengan pertolongan Alloh. Sebuah doa yang menggambarkan apapun yang kita lakukan, langkah pertama kita adalah pasrah dan berserah diri. Tawakkallah! apa pun niat kita ketika keluar dari rumah jangan lupakan kalimat kepasrahan itu. Kepasrahan dan kebergantungan itu terus-menerus sampai seumur hayat. Tanpa ketergantungan pada-Nya dapat memunculkan rasa sombong.

Kesombongan pada diri Firaun, raja Namrud, atau seperti Kan’an anaknya Nabi Nuh. Kesombongan mereka semuanya, bergantung kepada alam dan kekuasaan, serta kekayaan mereka. Kesombongan dan keangkuhan yang nyata, mereka menolak kebenaran dari Tuhan. Mereka merasa diri mampu mengatasi semuanya. Akhirnya, kebenaran membuktikan kisah nyata mereka tidak punya kekuatan apa-apa. Mereka semua tidak mentaati perintah-Nya, mereka membangkang dan hancur berkeping-keping.

Sejarah mencatat, kisah-kisah yang mengandalkan kekuasaan dan kesombongan tidak mau tunduk pada aturan-aturan-Nya berhadapan dengan kekuatan Alloh pasti menuai kehancuran. Seperti, Kisah Kan’an putra tertua nabi Nuh tidak mengikuti ajaran ayahnya. Kisah ini terdapat dalam Al Qur’an surat Hud ayat 40 sampai dengan 47. Kisah itu , menjadikan perenungan diri! Mari ajak keluarga kita untuk tunduk pada-Nya. Jangan sampai azab mengenai keluarga kita.

Mengapa harus bergantung padanya?
Menengok perjalanan usia manusia? Dari usia balita, remaja, dewasa, sampai usia lansia adakah yang makin tua makin sehat. Setiap manusia mengalami masa itu. Namun, jika kita rasakan semakin menginjak usia 30 tahun serasa rentan badan ini. Usia bertambah badan makin rapuh, kadang sesekali atau bahkan berkali-kali pingin bersandar. Terasa tidak kuat kaki menopang seluruh badan serta beban kehidupan itulah pentingnya sandaran.

Secara fitrah, uslam memerintahkan menikah. Ajaran islam mengajarkan, menikah separo dien. Dengan menikah, separo dien separo kehidupan terlaksana dan tinggal mengisi separo kehidupan bersama pasanganmu. Bersama pasanganmu membangun kekuatan diri dalam menjalani kehidupan. Sandaran kedua adalah pasangan hidupmu untuk menjalani hidup agar kuat menempuh bahtera kehidupan.

Sepasang suami istri telah diikat dengan kuatan ijab kabul mengucap janji menjalani rumah tangga baru. Dalam menjalani kehidupan baru, tidak seindah yang dibayangkan banyak onak berduri. Pasti awal menikah, ada bumbu sedap yang muncul dalam membangun mahligai rumah tangga. Dua insan berbeda tabiat dijadikan satu dalam ikatan, masing-masing punya kelebihan dan banyak kekurangan. Disinilah, seni untuk memahami kelemahan pasangan diperlukan sandaran rumah tangga yaitu pasanganmu.

Namun, sandaran pasangamu juga kadang lelah dan capek mendengar komentar dan celotehanmu. Celoteh dan komentator pasanganmu kadang masuk kehatimu, sehingga muncul saling sakit hati. Olehkarena itu, diperlukan sandaran yang lebih tangguh lagi yang tidak merasa lelah untuk mengadukan semua permasalahan yang menumpuk. Permasalahan yang kian menggunung diperlukan solusi untuk bersandar pada Tuhanmu.

Nikmat yang mana lagi yang kamu dustakan. Tuhan yang maha kasih dan maha sayang Alloh swt, mampu menampung semua permasalahan dan keluhanmu. Dia yang maha agung, tak akan membicarakan permasalahanmu kepada siapapun. Dia yang maha sayang, akan mencarikan solusi permasalahanmu. Dekatkan dirimu, sujud padanya, tundukkan wajahmu sejenak agar diri kita memamahi kelemahan diri. Barang siapa sujud mendudukkan permasalahan padanya, maka Alloh SwT akan memberi jalan keluarnya.

Sesuai surat Al Baqarah ayat 45-46 yang berarti,” Mintalah pertolongan kepada Allah SWT dengan menjalani sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu´. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. Nah, ini langkah nyata dalam mencari solusi permasalahannya dengan sholat dan sabar.

Bersandar pada-Nya! Solusi terbaik mengatasi segala kesulitan kehidupan kuncinya sholat dan sabar. Kriteria sholat khusuk ada pada tulisan saya “Motivasikan Dirimu” , menjaga sholat itu cukup berat kecuali orang-orang yang sungguh-sungguh menjalaninya.

Percayalah! Allah tidak akan mengecewakan orang yang meminta kepada-Nya. Resep mujarabnya dalam menghadapi masalah setelah usaha yang maksimal dan berdoalah terus-menerus. Kunci terakhir! Segala permasalahan serahkan yang maha kuasa dan sandarkan permasalahan padanya. Sehingga kita tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalah. Sandar permasalahan itu dan sampaikanlah pada detik-detik sujud terakhirmu. Hasil usaha dan doa, apapun yang terjadi pasrahkan padanya. Jika itu, putusan tidak sesuai hatimu terimalah. Percayalah! Penyelesaian masalah yang terbaik dari Tuhanmu. Jika belum jua, masalah terselesaikan terimalah ujian dengan penuh kesabaran.

Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin membagi sifat sabar menjadi dua kategori. Sikap sabar meliputi sabar dalam menghadapi musibah dan sabar dalam menjalani ketaatan. Sabar juga merupkan kuncinya ketaatan. Jadi, jika mampu bersabar maka akan mendapat ganjaran dari kesabarannya. Gantungkan harapan kehidupanmu pada-Nya agar tidak lelah engkau berpikir menyelesaikan sendi permasalahanmu.

Perintah bersabar dalam menghadapi ujian, akan mendapat pahala dari Alloh SWT. Sesuai dalam surat An Nahl ayat 96 atinya: “Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Perintah sabar dalam Al Qur’an sebanyak tujuh puluh kali. Begitu banyak perintah sabar itu, menandakan pentingnya sabar dalam kehidupan.

Sabar mudah sekali diucapkan mungkin sulit untuk dilaksanakan. Sehingga, menyiikapi kesabaran memerlukan kuatnya keimanan. Wajarlah, sabar mendapat ganjaran dari-Nya karena mampu menghadapi musibah itu dikarenakan tinggi nilainya keimanan seseorang disebabkan mau menerima takdir-Nya. Jika ditanya, siapa seseorang yang mau diuji? Pasti orang tidak akan mau, apalagi musibah sakit.

Sikap Sabar dan ihlas menerima ujian pada setiap individu akan munculkan cinta-Nya. Percayalah! Setiap ujian dalam hidupmu, akan menjadi kasih sayang Alloh turun pada jasadmu. Sehingga setiap orang akan ridlo dengan takdirnya pada kondisi apapun. Karena, setiap sakitmu akan menjadi penggugur dosa-dosamu jika diri beriman pada-Nya. Sesuai hadist yaitu “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

Sungguh indah seorang mukmin itu, jika mendapat musibah ia bersabar dan jika mendapat rahmat dan kebahagian ia bersyukur. Jadikan, diri kita mukmin sebenarnya yang selalu menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Setiap pribadi mukmin akan selalu menyakini, kehidupan ada yang mengaturnya. Sehingga akan selalu tawakal dan selalu bersandar pada sang maha hidup.

Referensi :
• http://www.qothrotulfalah.com/home/literatur/tadabbur-ayat/406-resep-mujarab-memohon-pertolongan-dengan-sabar-dan-shalat.html
• https://inilah.com/mozaik/2544419/5-dalil-pelipur-lara-tentang-sakit-penggugur-dosa

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *