Berburu Pagi Ku akan Raih

MaryatiArifudin, 21 Agustus 2020

” Kami melafazkan sebagai para pejuang subuh perindu surga itu sungguh nyata, bukan himbauan untuk peserta didik saja “

Pagi hari orang-orang berburu sarapan pagi, entah ini tradisi atau hobi. Jika itu tradisi, pasti berasal dari salah satu daerah kami. Ada banyak ragam menu sajian jika berburu kuliner santap pagi hari.

Jika anda berkunjung ke daerah kota pelajar, yang pasti berburu bubur krecek atau nasi gudeg tuk sarapan pagi. Pagi sekali, penjual bubur atau nasi gudeg bertebaran di sana-sini. Biasanya menu santapan pagi, habis subuh penjual telah mempersiapkan lapak pagi. Ciri yang cocok selera saji biasanya dikerumuni oleh antrian pembeli. Agar tidak kehabisan hidangan yang memikat hati datanglah pagi sekali, anda merasa puah dilayani untuk pertama kali.

Berburu santap pagi tuk menyehatkan diri, agar mampu berartivitas pagi. Jangan terlalu kenyang, agar dapat badan dapat bergerak memutar ke kanan dan ke kiri sampil menikmati indahnya pesona pagi. So pasti, pikiran refres dan tubuh bisa berelaksasi menikmati indahnya sinar mentari.

Berburu santapan pagi yang sehat, murah, dan bergizi tinggi, hal itu idaman tiap pembeli. Tinggal merogoh kantong, sesuai keinginan hati sambil membantu ekonomi si penjual santap pagi. Beli satu, dua, atau tiga porsi tuk satu keluarga cukup membekali tuk sarapan pagi hari. Tapi ingat, cari sarapan pagi di luar hanya sekali-kali dan perlu komunikasi dari sang istri. Agar tidak muncul ketersinggungan diri dari sang permaisuri yang telah menyiapkan santap pagi. Jalinan kasih sayang keluarga perlu dihiasi, dengan jalinan komunikasi yang indah diawali pagi.

Berburu sarapan pagi di Kota Samarinda berbeda lagi. Kuliner pagi yang menjanjikan tuk kota Samarinda tentulah nasi kuning dengan ikan haruan bumbu merah ada di tepian Sungai Mahakam. Bagi pecinta nasi kuning, tidak usah menunggu saat hari ulang tahun hadir. Setiap hari, anda bisa dimanjakan dengan sajian peringatan hari ulang tahun ini diwaktu ba’da subuh. Penjual nasi kuning yang lezat di sekitar masjid darul ni’mah. Masjid darul nikmah merupakan salah satu masjid tertua di bantaran Sungai Mahakam.

Lain ladang lain ikan, berbeda dengan Kota Melayu ibu Kota Provinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru. Hampir empat tahun ku labuhkan tugasku di bumi Lancang Kuning ini, banyak ragam kuliner pagi. Anda semua bisa menemukan sarapan pagi berupa lontong medan, bubur ayam jakarta, sate padang, kethoprak jakarta, dll. Menu daerah sampai menu ibukota negara mewarnai semaraknya sarapan pagi di bumi lancang kuning ini. Tinggal kita memilih yang rasanya cocok di lidah serta selera anda.

Di pojok kampusku pada ujung jalan masuk, tersaji bubur ayam Jakarta. Rasanya tak kalah dengan bubur yang berasal dari Jakarta. Jam 06.30 orang-orang telah banyak yang antri tuk menikmati santap pagi hari dengan semangkok bubur jakarta asli. Seperti bubur jakarta lainnya, namun terasa mewarna bubur di ujung utama jalan sukakarya ini. Rasa segar terasa membahana di lidah orang Yogya perantau ini. Masih bisa, merasakan sedapnya sejuta rasa merupa anugrah terindah dari Sang Maha Kuasa.

Diawali dengan amal nyata, menyajikan sarapan pagi setelah subuh bersama para pejuang subuh akan menjadi program terindah. Menjadikan hidup mulia melalui beribadah dan berbagi bersama saudara tercinta. Percayalah! Pintu rezeki, akan terbuka bersama para hamba yang setia mendirikan shalat subuh bersama.

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

Syukur selalu ku panjatkan saat pagi-pagi buta. Usai melaksanakan sholat subuh bersama di kampus tercinta. Syukur, saya masih mampu beribadah menegakkan takbiratul Ikhram dengan sempurna. Nikmat tiada tara, bersama sahabat-sahabat setia yang selalu berjuang mendirikan sholat subuh berjamaah di masjid walau tiada peserta didik di sekolah tercinta. Walau terasa hampa isi masjid tanpa siswa-siswi harapan bangsa. Namun, kami melafazkan sebagai para pejuang subuh perindu surga itu sungguh nyata, bukan himbauan untuk peserta didik saja.

Seperti berburu santapan pagi yang menggoda selera akan ku buktikan bersama para jamaah masjid yang setia. Agar menjadi pejuang subuh, yang dapat dicontoh nyata oleh para peserta didik tercinta. Menjadikan pejuang subuh sebagai aksi nyata, seperti berburu sarapan di pagi buta. Kelak, lezatnya bisa kami dapat bersama sahabat pejuang subuh semata. Walau ada satu, dua, atau tiga pejuang subuh wajib ada di surau masjid kampus tercinta.

Nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan, saat menunaikan dua rokaat sebelum subuh. Dalam hadits Riwayat Muslim menyatakan, ” Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya”. (HR. Muslim 725).

Sebagai hamba Alloh berjalan bersama keluarga menuju ke masjid adalah rekreasi terindah. Menikmati udara pagi yang segar terhirup secara gratis kesyukuran yang tiada tara. Indah nian, sholat dua roka’at sebelum subuh akan mendapat kebahagian dunia dan seisinya. Sungguh, berburu sholat subuh nikmat dan indahnya akan terasakan melebihi dunia dan seiisinya.

0Shares

By Admin

2 thoughts on “Berburu Pagi Ku akan Raih”
  1. Bagus mb Maryati , tulisan dan rangkaian kata katanya , sdh seperti penulis yg senior , semangat mb saya doakan semoga karier mb Mar sampai pada puncaknya , barakallah , Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *