Underwear vs ampunan dosa @tTikTok

Oleh: Cicik Setyorini

Menyoal sebuah unggahan yang sejatinyapun tidak penting-penting amat untuk dipersoalkan.

Hanya ada hal yang menggelitk rasa penasaran pada si pembuat unggahan tersebut. Cenderung pada rasa kasihan.

Perempuan diangkat derajatnya oleh Islam tidak karena satu jenis bahan cucian rumah tangga. Bahkan tak ada satu rujukan pun yang menguatkan bahwa perempuan dalam hal ini seorang istri akan mendapatkan ampunan atas seribu dosanya jika mencucikan satu buah underwear suaminya … @TikTok.

Islam menghargai perempuan dari seluruh sisi keperempuananya. Sisi kelemahan dan kelebihannya.

Bukan sekedar basa-basi atau omong doang bahwa Islam menghargai perempuan. Boleh searching ataupun buka-buka kembali kisah-kisah kenabian.

Sekilas saya coba membantu membuka wawasan kembali pada satu kisah.

Panutan seluruh umat Islam, laki-laki kaya, gagah, ganteng, keturunan keluaga terhormat, pengusaha, bahkan pemimpin sebuah negara yang bernama Muhammad saw menjadi contoh dan bukti bahwa Islam tidak pernah menyepelekan perempuan.

Bahkan beliau tidak pernah memposisikan istrinya adalah “bawahannya” atau “orang belakang.” Walaupun beliau sangat paham bahwa kewajiban seorang istri adalah taat kepada suaminya.

Taatnya istri tidak hanya dihargai dengan diampuninya seribu dosanya … Allah sediakan pahala lebih dari itu

Mau tahu seperti apa seorang Muhammad saw di rumahnya bersama istrinya?

Sedikit kisah nyata yang dapat kita jadikan evaluasi diri … panutan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

‘Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya” (HR At-Tirmidzi As-Shahihah no 284).

Akhlak seperti apakah itu?

Jika dalam unggahan TikTok disampaikan tentang cuci mencuci…maka cermatilah apa yang disampaikan istri laki-laki panutan umat ini.

‘Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan hal-hal sederhana untuk membantu istri-istri beliau semisal mengangkat ember dan menjahit bajunya.

عن عروة قال قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ

Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember” (HR Ibnu Hibban).

Begitulah, tak perlu ada iming-iming tak berdasar seperti dalam unggahan itu. Jadilah saja seorang suami yang berakhlak baik kepada istrinya.

Pun seorang istri tak perlu iming-iming seperti itu. Ampunan dan pahala untuknya tersebar dalam rumahnya.

Semoga kita dapat menjadi suami dan istri yang saling asah dan asih pun asuh.

Barakallahu fii kum

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *