Nikmat Manalagi Yang Kau Dustakan
MaryatiArifudin, 17 Agustus 2020

Bertepatan tanggal Tujuh Belas Agustus Tahun Dua Ribu Dua Puluh ini, ku rasakan nikmat yang luar biasa. Pasti seluruh Rakyat Indonesia mengingat momen bersejarah di negeri tercinta ini. Momentum kemerdekaan 75 tahun silam yang tak akan hilang selama nafas masih dikandung badan.

Hari ini, Tanah Melayu terbasahi oleh guyuran hujan pagi. Pertanda baik untuk suatu negeri karena mendapat nikmat pagi berupa udara segar nan berseri. Hujan rintik-rintik telah membersamai aktivitas subuh pagi tadi. Ku ucapkan syukur kehadirat-Mu Illahi Robbi. Entah kapan lagi aku bisa merasakan nikmatnya pagi dibersamai oleh rintikan hujan di pagi hari.

Walau tiada lomba hari ini di kampus kami, bukan berarti kami tidak mengenang sejarah negeri ini. Musim pandemi tidak mengurangi semangat kami mempertahankan negeri. Siapa yang berani mencabik-cabik negeri ini, ku siap mengorbankan jiwaragaku untuk ibu pertiwi. Ketahuilah! Cinta tanah air merupakan harga mati dan semboyan bagi generasi muda masa kini.

Ku hargai pejuang-pejuang di negeri ini. Lelahmu, perjuanganmu, baktimu dan tetesan darahmu akan selalu mengkokohkan langkah-langkahku tuk memajukan negeri. Negeri baldatun tayibatun warabun ghofur menjadi cita-cita mulia akan ku gapai untuk bangsaku. Negeri yang gemah ripah, loh jinawi, toto titi tentrem dibawah lindungan Illahi Robbi.

Negeri yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa dalam menggapai sejahtera yang berkeadilan, itu impian pendiri negeri. Generasi Robbani muda tak akan ragu mewujudkan impian dan harapanmu wahai pendiri negeri ini. Cita-cita mulia yang akan selalu kami junjung tinggi agar kemerdekaan ini menuai arti. Negeri ini, 75-tahun berdiri perlu sentuhan tangan-tangan yang peduli, bukan untuk memperkaya diri tapi untuk merubah negeri yang tunduk pada Illahi Rabbi.

Cita-cita mulia yang penuh arti untuk menundukkan kembali pada insan yang taat pada Illahi Rabbi. Percayalah! Cita-cita mulia akan segera terwujud kembali. Sesuai surat Al-A’raf ayat 92 yang artinya, “Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Hanya satu kunci untuk menundukkan negeri ini menggapai cita-citanya dengan melaksanakan perintah-Nya. Dekatkan para ulama sebagai penunjuk jalan pemerintahan terbaik, agar mampu memberi jalan yang tetap tuk menggapai dunia dan akherat. Ulama yang selalu mengarahkan jalan yang tepat, agar tercapai kesejahteraan yang bermartabat. Kunci sukses makin dekat jika mau berbuat diawali dengan taubat bersama para ulama yang cermat yang takut akan akherat. Bukan ulama yang ingin mendapat pangkat atau martabat jika negeri ini ingin hebat.

Kemudian, dalam Surat At-Thalaq ayat 2-3, yang artinya, “Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan memberikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka”.

Masih ragukah dengan firman-firman-Nya. Ayunkan langkah wahai generasi mudaku, untuk bergerak menyamakan visi. Mengisi negeri dengan bangkitkan diri melejitkan potensi memajukan negeri. Wujudkan mimpi demi tanah air yang subur menjadi incaran suatu negeri. Nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan? Wahai generasi masa kini.
Kita wujudkan diri sebagai generasi muda menjadi raja di negeri sendiri, bukan raja imitasi yang dapat diatur di sana-sini. Jadilah, raja yang disegani karena berpegang teguh pada Kalam Illahi. Percayalah! Dirimu pasti mampu melejitkan potensi diri tuk memimpin negeri.

Keberkahan negeri akan segera didapat, ditangan pemimpin yang hebat dan dekat dengan ulama dan umat. Percayalah! Jalan kesulitan akan mudah ditembus bersama para ulama yang takut akherat.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *