Ku Tak Bisa Diam
MaryatiArifudin, 15 Agustus 2020

Terbayangkah kerjakeras dihargai @ Rp. 6.700,- pada pasca pandemi ini? Jika ku berpikir dengan akalku pasti badanku segera ku hempas meninggalkanmu. Bagaimanakah kesepakatan ini dapat terjadi?

Apa yang harus diperbuat oleh sang sopir taksi jika aturan itu berlaku. Mereka tak mampu untuk melakukan aksi, karena mereka masih memerlukan pekerjaan jasa taksi. Tidakkah asa jalan terbaik memfasilitasi pasca pandemi ini. Bukankah bekerjasama dalam ikatan tolong-menolong itu lebih mulia dari pada ikatan yang dibingkai dengan ikatan bisnis semata.

Pernahkah berpikir untuk berbagi menfasilitasi keinginan para sopir taksi. Saat masa jaya, mereka berjuang untuk mengumpulkan bonus bukan royalti. Bonus yang menjadikan idaman bagi sopir taksi berupa tambahan penghasilan @ Rp. 550.000,- yang mampu mengumpulkan omset setoran lima belas juta perbulan. Ku bertanya, ” Berapa banyak sopir taksi yang telah berjuang menggapai bonus itu”. Sungguh! Harapan semua sopir taksi pasti akan berusaha menggapai bonus itu dengan kebijakan 4 : 1.

Musibah tak pernah diminta, namun sebagai insan yang saling membutuhkan pasti dapat saling tolong-menolong sesuai anjuran-Nya. Karena, hidup kita di dunia hanya sebagai jalan menggapai ridlo-Nya. Sungguh kerjasama yang saling menguntungkan terbangun dari rasa saling tolong-menolong atau atas dasar kasih sayang.

Dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الدِّالُ عَلَى الْخَيْرِ كَفَا عِلِهِ Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya. [HR. Muslim] Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Hal inilah, bentuk kerjasama yang membawamu bahagia yaitu dapat membantu terhadap sesama.

Tengoklah saat anda bisa berbagi terhadap sesama pada saat seseorang benar-benar membutuhkannya, pasti kebahagiaan itu akan kembali pada diri kita. Sang Kekasih Alloh SWT, pasti akan membalas dengan kebahagian yang lebih dari apa yang kita berikan. Sungguh! Konsep bahagia itu cukup sederhana saja, apa yang mampu kita berikan dan membuat tersenyum terhadap sesama, itulah bahagia sejati.

Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun. (Surat At-Taghabun, Ayat 17)

Ibarat pertalian persaudaraan seperti satu tubuh. Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Ibarat satu tubuh pasti saling membantu dan saling membutuhkan. Coba perhatikan bagaimana kerjasamanya anggota berupa tangan saja. Tangan kanan dan tangan kiri bekerja tidak mengenal iri, ia bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Begitu jari tangan kiri ingin disemayangkan sekeping cincin berlian, maka tangan kanan akan membantu menempatkan cincin itu. Jika terasa kurang menarik letak cincin itu, dengan senang hati jemari yang lain akan memperbaiki letak cincin agar tampak cantik dipandang.

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (Surat Al-Anbiya’, Ayat 47)

Belajarlah dari apa yang Alloh ciptakan di bumi ini untuk seluruh manusia. Tidakkah, kita bisa bersyukur dan berbagi dengan sesama. Sebelum nikmat itu, diambil satu persatu oleh pemilik-Nya. Mumpung rezeki masih ada ditangan kita, sisihkanlah buat saudara-saudara kita. Sungguh! Rezeki yang ada pada kita sebenarnya ada hak-hak orang lain. Perniagalah di dunia ini untuk bekal hari esok agar perniagaanmu tidak akan rugi.

Referensi :
https://almanhaj.or.id/2800-perintah-untuk-saling-menolong-dalam-mewujudkan-kebaikan-dan-ketakwaan.html
https://m.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2014/12/14/35062/tujuh-perumpamaan-orang-mukmin.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *