Aku Tak Biasa
MaryatiArifudin, 8 Agustus 2020

Pasca pandemi covid-19 membuat kebiasaan baru. Hal itu, pasti tantangan nyata agar semua insan bekerja atau beraktivitas tidak biasa-biasa. Demi menampilkan yang terbaik walau diawali dari kecik-kecik.

Proses belajar mengajar pasti kebanyakan lewat daring ataupun luring. Metode pembelajaran jarak jauh ini, dialami oleh semua jalur pendidikan tuk meminimal resiko penyebaran wabah covid-19. Hampir enam bulan pembelajaran jarak jauh ini berlangsung.

Banyak masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ) diungkapkan. Permasalahan PJJ tidak menyurutkan proses belajar tetap berlangsung. Proses belajar tidak boleh berhenti, walaupun perjalanannya terseok-seok ke kanan dan ke kiri. Banyak strategi yang dikeluarkan oleh pendidik, semua pelurunya mereka keluarkan agar PJJ dapat berproses. Ingatlah, usaha maksimal pendidik tidak akan sia-sia. Percayalah! Usaha pasti tidak akan menyalahi hasil.

Perhatikan! Formula khusus bersumber dari Sang Kekasih Illahi Robbi mengajarkan,” tidak ada usaha yang sia-sia, karena sang Kuasa tidak akan melihat hasilnya. Namun, Sang Kekasih akan memberikan hadiah tertinggi dari suatu proses. Hadiah surga tertinggi berasal dari usaha yang dibangun dari jatuh dan bangunnya sebuah perjalanan dakwah. Dahwah itu adalah penyeru untuk menunjukkan jalan kebenaran bukan kebatilan.

Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. Surat At-Taubah, Ayat 105
Dalam sejarah membuktikan, banyak kisah kepahlawanan bangsa ini lahirkan pejuang-pejuang tangguh. Banyak mereka yang berguguran di jalan dakwah, tidak menyurutkan perjuangan menyampaikan kebenaran. Walau terasa pahit sekalipun dan tantangan disekitarnya bermunculan, namun si pejuang dakwah pasti pantang untuk menyerah. Begitu ada satu, dua, dan tiga mengikuti jalan kebenaran, maka penyeru dakwah akan merasakan manisnya iman. Penyeru dakwah, tidak akan berhenti sampai semua insan mendengarkan dan mengikuti seruannya.

Pendidik adalah pendakwah karena sebagai penyeru atau menyampaikan ilmu guna membangun generasi yang mandiri. Bukankah, ilmu yang ada di muka bumi ini dari Sang Pencipta Alloh SWT. Oleh karena itu, sampaikan ilmumu dalam rangka membangun generasi yang tunduk pada perintah-Nya. Sampaikanlah, ilmumu secara baik dan benar sesuai itiba’ Baginda SAW.
Demikian jua saat PJJ berlangsung tidak usah menyalahkan semua pihak, ini kebijakan yang harus diselesaikan secara bersama. Tinggal bagaimana kita, dapat mengambil peran yang terbaik untuk mensukseskan PJJ. Keberlangsungan dan keterlaksanaan PJJ terkait semua pihak.

Wahai pendidik, optimalkan seluruh potensimu untuk memfasilitasi proses belajar mengajar walau jarak jauh. Kompetensimu telah terasah walau hanya tiga hari melalui inhouse traning sekolah. Sampaikan ilmu itu, walau satu ayat setiap hari demi peserta didikmu.

Berikan ilmu itu, dengan sungguh-sungguh agar menjadi catatan kebaikan di yaumil akhir nanti. Apa yang telah engkau perbuat, saat masa pandemi covid-19 ini? Pertanyaan itu, hendaknya selalu mengusik kalbu wahai pendidik. Jadikan, dirimu sebagai pioner pembaharu dalam PJJ.

Berbuat yang terbaik tidak boleh berhenti sampai di sini. Inhouse traning video pembelajaran telah berakhir, bukan membuatmu berhenti membuat pembelajaran yang mudah terfahami. Ketulusanmu membuat materi ajar, mengajariku kesungguhanmu peduli pada negeri ini. Video buatanmu akan sangat berarti untuk sekolah kehutanan di seluruh negeri. Karyamu akan abadi tak lekang oleh waktu, walau usai pandemi.

Ladang amalmu terbuka untuk sebuah negeri. Kami selalu menunggu dengan karya-karya terbaikmu. Yang dahulu selalu berpikir aku tidak biasa untuk berbuat sesuatu. Akhirnya, hari ini terbukti guru-guru SMK-ku menjadi pioner guru pembaharu.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *