Aksi Bukti dari Iktikad
Oleh: Moh. Anis Romzi

‘Keyakinan yang kuat dapat membuat segala sesuatu menjadi mungkin’. Ini adalah sebuah kata bijak yang biasa didengungkan setiap hari. Sebuah bentuk afirmasi diri untuk penguatan spiritual. Sebuah titik mula yang penting untuk dimiliki. Tanpa keyakinan yang kokoh akan sulit melahirkan tindakan yang istiqomah. Penguatan keyakinan dapat ditempuh dengan mempeluas ilmu, memperkuat rasionalitas, dan membangun argumentasi yang logis. Keyakinan yang kuat memungkinkan pemiliknya bebas dari takut yang memenjaranya.

Yakin adalah kata yang mewakili kesungguhan. Ketika yakin itu ada, belenggu ketakutan akan sirna. Ini adalah sebuah pilihan bagi empunya. Kesungguhan yang dibangun atas dasar keyakinan akan melahirkan konsistensi dalam tindakan. Bukan tanpa hambatan mempertahankan sebuah kesungguhan dalam keyakinan. Ada banyak tantangan, seperti cibiran, cemooh, olok-olok, bahkan pujian juga bagian dari tantangan itu. Hanya mereka yang bersungguh-sungguh yang alan mampu melewatinya.

Keyakinan ada di dalam diri. Ini memerlukan tindakan untuk menggambarkan sebuah keyakinan. Ucapan, perbuatan seseorang adalah hasil dari keyakinannya. Jika keyakinan tanpa diiringi perbuatan hanya akan menjadi angan semata. Perbuatannyanh didasari keyakinan adalah pertanda kokohnya iman. Pribadi dengan keyakinan yang teguh tampak dalam kepercayaan diri. Tidak ada keraguan dalam bertindak.

Berani memulai melakukan aksi adalah sebuah kehormatan. ‘Starting is the hardest point’ memulai adalah titik terberat. Siapa saja yang berani memulai aksi baik ia telah melakukan setengah tujuan. Apasaja profesi yang ingin anda tekuni, mulailah dari sekarang. Siapa yang terlalu lama menunggu, waktu akan menggilasnya.

Diam bukanlah emas. Bertindak untuk memulai kebaikan itulah emas. Mulailah dari sekarang jika Anda belum bergerak. Kuatkan keyakinan dalam diri bahwa kita mampu untuk berbuat kebaikan. Jika itu mengawali sebuah profesi, mulailah secepatnya. Berbuat baik jangan ditunda, atau bahkan digagalkan. Walaupun memulai tindakan bukan tanpa risiko. Siapa saja yang telah bertindak akan menuai dua hal, pro dan kontra. Diam pula menghasilkan hal yang sama. Jadi diam bukanlah solusi.

Iktikad baik harus berbukti. Ketika itikad itu hanya ada di dalam diri, ia hanya akan menjadi imaji. Tindakan nyata harus diambil demi pembuktian iktikad. Pembuktian diri untuk mewujudkan keyakinan memerlukan perjuangan. Dan perjuangan melawan diri sendiri adalah jihad terbesar. Saat kita melawan diri sejatinya kita mengorbankan ketakutan kita pada kegagalan. Bukan masalah berapa kali gagal, keyakinan harus dibuktikan. Saat berani membunuh takut.

Mulai dan terus jagalah keyakinan diri dengan tindakan. Menjaga keyakinan memerlukan ilmu. Pemilik keyakinan yang kuat senantiasa belajar. Ia tidak pernah mundur dari masalah, karena ia adalah sang pemecahnya. Semua masalah ada jalan keluarnya. Tinggal kemauan kita untuk mencarinya. Kembali kepada keyakinan yang didasari ilmu memudahkan dalam menghasilkan tindakan positif. Teruslah berbuat baik, jangan berhenti.

Setiap tindakan mengundang risiko. Mustahil menyenangkan banyak orang. Karena itu pilih dalam mengambil aksi demi kebermanfaatan. Kita mesti menetapkan tujuan yang paling ideal. Karena itu adalah cita-cita tertinggi. Jadikan Ia sebagai tujuan tertinggi dalam melakukan setiap perbuatan baik. Dan Ia (Allah) adalah Sang Maha Ideal. Ketika Ia menjadi tujuan, risiko apasaja tidak akan mampu menghalangi untuk menghasilkan perbuatan baik. Risiko adalah hal yang biasa.

Ayo mulai, sekarang saatnya. Jika anda berniat untuk menjadi pedagang buktikan dengan memulainya. Pun begitu pula jika Anda menghendaki menjadi seorang penulis. Yakinkan bahwa Anda bisa menulis. Korbankan rasa takut untuk menghasilkan keberanian dalam bertindak baik.
Jaya Makmur, Katingan, Kalimantan Tengah. 04/08/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *