Memulai Tahun Pelajaran 2020/2021 SMPN 4 Katingan Kuala
Oleh: Moh. Anis Romzi

“Pak, tanggal 13 jadi masuk sekolah nggak?” Banyak sekali pertanyaan di pesan chat grup siswa. Setelah hampir 3 bulan para peserta didik belajar dari rumah. Ramai mereka bertanya kapan masuk sekolah lagi. Sulit rasanya untuk menjawab karena belum ada kepastian kapan sekolah akan berjalan normal kembali. Bahkan beberapa ngotot ingin belajar tatap muka dengan para gurunya. Kejenuhan mulai tampak dengan Belajar Dari Rumah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Edaran Bupati Katingan tentang pembatalan pembelajaran tatap muka keluar Jumat sore(10/7). Edaran itu berisi memperpanjang libur dengan kegiatan belajar dari rumah sampai dengan tanggal 30 September 2020. Namun tahun pelajaran tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Pembelajaran secara daring tetap akan menjadi pilihan. Ini untuk memutus penyebaran penularan covid-19. Satu-satunya kebijakan yang dianggap terbaik saat ini.

Pembelajaran harus tetap berjalan dengan cara apapun. Dalam diskusi pembagian tugas selesai di tanggal 12 Juli 2020. Walaupun via daring tidak menyurutkan asa untuk tetap melaksanakan tugas. Beberapa konsekuensi bisa saja timbul. Memang ini masa pandemi, segala kemungkinan dapat terjadi. Termasuk pembelajaran yang tidak pernah diduga sebelumnya. Seyogianya belajar tidak mengena .ruang dan waktu. Dari mana saja, kapan saja adalah belajar.

SMPN 4 Katingan Kuala memulai dengan MPLS. Itu adalah program wajib yang harus dilaksanakan. Sebagai tempat pendidikan baru, para peserta didik baru haris dikenalkan dengan seluk beluk sekolah. Mulai dari perangkat keras sampai yang terlupakan sekalipun. Ada budaya, tradisi dan kebiasaan yang pasti beda dengan suasana sebelumnya. MPLS pun dilaksanakan secara daring.

Pembelajaran secara daring menjadi pilihan. Ini adalah cara pembelajaran wajib yang harus ditempuh. Alasan utama dari pencegahan penularan covid-19. Namun faktanya, tidak semua siswa memiliki sarana untuk pembelajaran daring. ‘Semua harus terlayani’ adalah moto SMPN 4 Katingan Kuala. Pembelajaran luring dengan sangat terpaksa tetap dilakukan. Namun dengan menerapkan protokol penanggulangan dampak penyebaran covid—19.

Jadwal waktu normal diterapkan sejak awal tahun pelajaran 2020/2021. Sebagian besar pendidik telah memprediksi bahwa Belajar Dari Rumah masih akan berjalan. Prediksi ternyata benar adanya. Perencanaan pembelajaran adalah belajar jarak jauh. Bukan tanpa kendala melaksanakan pembelajaran daring. Apalagi kondisi listrik, jaringan internet sering mengalami gangguan. Upaya pemenuhan jadwal tetap diupayakan.

Peserta didik kelas 8 dan 9 langsung on pada hari pertama. Ini karena memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Grup kelas WA dibuat untuk sarana kelas daring. Pengelola sekolah percaya bahwa grup kelas dengan aplikasi whatsapp paling mungkin diterapkan. Di tengah kurangnya kualitas sinyal internet, aplikasi ini masih dapat dipakai. Para peserta didik pun sudah mulai terbiasa menggunakannya. Grup kelas wa dapat berjalan dengan lancar pada minggu pertama.

Rapat dinas daring juga dilaksanakan untuk perencanaan kegiatan. Diskusi yang hangat menghasilkan keputusan untuk ditaati bersama. Walaupun tidak bertemu muka, agenda rapat persiapan pembelajaran tetap dapat dilakukan. Ini hanya bergantung pada kemauan saja sisanya. Komitmen para pendidik adalah yang utama, didukung peran peserta didik dan orang tua/ wali yang peduli. Kata kunci keberhasilan pembelajaran daring. Situasi memang berubah, maka semua mesti menyiapkan diri pada perubahan.

Awal tahun pelajaran yang tidak biasa. Karena kita semua sedang menghadapi coba. Saatnya ketekunan, semangat pantang menyerah, dan gotong royong harus dijelma. Pandemi tidak semua bermakna negatif. Semua membawa hikmah bagi yang mau berpikir.
Jaya Makmur, Katingan, Kalimantan Tengah. 01/08/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *