Menulis itu Berjuang
Oleh: Moh. Anis Romzi

Kalau ada yang bertanya, kenapa anda menulis? Saya akan menjawab bahwa menulis itu berjuang.
Perjuangan menebar gagasan bagi sesama. Aneka bentuk perjuangan dalam mengisi kehidupan.

Menulis dapat menjadi pilihan untuk dilakukan. Di tengah suasana pandemi yang masih berlangsung, ini memberikan kesempatan lebih banyak. Kesediaan waktu menjadi longgar. Mobilitas dibatasi, sehingga aktivitas kehidupan banyak dilakukan dari rumah saja.

Aktivitas menulis bukan tanpa jerih payah. Ada pengorbanan yang harus diberikan. Menulis itu mencurahkan pikiran dari bentuk verba ke dalam teks. Seluruh panca indera dicurahkan.

Kemampuan mengolah abjad menjadi kata, kalimat, dan paragraf perlu kemampuan. Untuk mencapai kemampuan maksimal dalam menulis tiada kata lain selain menulis itu sendiri. Perjuangan menundukkan nafsu dalam diri inilah perjuangan sejati.

Soewardi Soerjaningrat salah satu pejuang kemerdekaan lewat tulisan. Namanya dikenang dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia memulai karier sebagai wartawan, tentu sangat akrab dalam hal tulis-menulis. Namun pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, tulisan Soewardi banyak yang mengritik penguasa kolonial. Tidak jarang hasil dari tulisan Soewardi berakhir di penjara. Perjuangan melalui tulisan yang heroik.

Perjuangan dalam menyampaikan kebenaran, hak, kemerdekaan dapat disampaikan melalui tulisan. Hasil pemikiran melalui tulisan menjadi lebih luas dan bersifat abadi. Maknanya apabila hak tersebut belum dapat dinikmati hari ini, setidaknya ia akan bertahan selamanya. Hanya tinggal menunggu jawaban. Lewat tulisan salah satu cara menyampaikan ide kebenaran. Jika tulisan yang diproduksi mengandung manfaat dan ilmu itu akan mendapat pahala berterusan.

Sebagai bentuk perjuangan, semangat menulis harus dipromosikan kepada generasi bangsa. Ini adalah perjuangan mencerdaskan bangsa. Bangsa yang mempunyai tradisi menulis ilmu akan dikenang. Mereka tak lekang waktu. Promosi perjuangan menulis manfaat dapat dimulai dari bangku-bangku pendidikan. Perlombaan, apresiasi perlu ditambah kembangkan. Perjuangan melalui
tulisan meninggalkan jejak peradaban.

Apa saja kebaikan yang diberikan kepada sesama adalah perjuangan. Termasuk dengan menulis. Asas manfaat dalam menulis harus dikedepankan. Jika tiada manfaat baik untuk ditinggalkan. Manfaat dapat berupa materi maupun non materi. Kedua manfaat tersebut sama baiknya.

Masalahnya adalah saat ini masih sedikit yang rela berjuang dengan menulis. Jika menulis belum memberikan manfaat bagi yang lain, setidaknya bermanfaat untuk diri. Berjuanglah lewat manfaat tulisanmu!

Indonesia memerlukan ragam karya. Tulisan dalam bentuk buku misalnya. Ia akan mengayakan khazanah literasi bangsa. Inilah bentuk perjuangan masa sekarang yang harus dilakukan. Saat menulis belum menjadi budaya, maka ini adalah perjuangan yang sesungguhnya. Walaupun negara sudah mewadahi dalam kurikulum wajib pembelajaran, namun hasilnya belum cukup memuaskan.

Mesti ada upaya lebih untuk meningkatkan perjuangan menulis ini. Memulai menulis dengan membaca. Aktivitas wajib apabila ingin menguatkan perjuangan lewat menulis. KBBI V memberi makna pada tingkatan ke-5 bahwa membaca adalah kata kerja berarti memahami dan memperhitungkan. Tidak sekadar mengeja atau melaksanakan yang tertulis.

Membaca dengan makna ke-5 ini lebih mendalam. Perkuat perjuangan menulis dengan membaca
pada tingkatan ini.

Ketika menulis dimaknai sebagai perjuangan, ia harus diupayakan sungguh- sungguh. Bahkan memerlukan pengorbanan. Setidaknya sang pejuang harus rela menyisihkan waktu.

Kemudian menyediakan tempat, sarana menulis dan sekaligus bahan untuk dituangkan. Tidak sesederhana dalam pengucapan saja. Pada mulanya harus memaksakan diri. Hanya satu sebenarnya modal untuk berjuang dalam menulis. Modal itu hanya tekad yang kuat. Segera beraksilah dengan menulis-menulis-menulis.

Jaya Makmur, Katingan, Kalimantan Tengah. 21/7/2020

0Shares

By Admin

One thought on “Menulis itu Berjuang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *