Mengenal Ikatan Persaudaraan Yang Kuat
MaryatiArifudin 21 Juli 2020

Rumus khusus belajar menulis menurut Ellison adalah —langsung menulis. Bukan berpikir. “The first key to writing is… to write, not to think!”

Kutipan tulisan Ustadz Cah, pagi mencambuk tanganku memainkan gadgetku. Santapan pagi yang selalu kami nanti dari murobiku, sangat memaksa adrenalin berbuat sesuatu. Berbuat 3 M tuk menulis, menulis, dan menulis.

Pagi-pagi sekali kami telah membincangkan perilaku yang terpuji dilakukan oleh sahabat Rasululloh. Sahabat itu, saudagar kaya raya yang meninggalkan seluruh kekayaannya untuk mengikuti hijrah bersama Rasullulloh. Sikap ridlo meninggalkan seluruh usahanya demi ketaatannya pada-Nya. Sifat taat pada pemimpinnya karena ia sadar akan kebenaran yang dibawanya. Gambaran sikap ridlo seorang saudagar kaya raya itu, bernama Abdurrahman bin Auf.

Ketaatan yang terlahir dari keimanan yang mengakar dalam tubuhnya, sehingga bersegera menyambut panggilan hijrah. Sami’na wa atta’na, kami dengar dan kami mentaati tanpa pikir panjang panggilan hijarah disambut dengan sukacita. Semua orang yang berhijrah merupakan orang-orang pilihan. Peristiwa hijrah ke dua dari Mekah ke Yastrib membuktikan kuatnya ikatan persaudaran.

Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. ( Qs 59 : 9)

Terekam dalam ingatan, kisah kesedian sepasang suami istri menyambut kedatangan tamu Rasululloh SAW saat menjamu makan mematikan lampu. Mereka rela tidur menahan lapar, demi muliakan kaum muhajirin. Sang suami dengan percaya diri, tanpa pikir panjang menjamu makan malam buat saudaranya.

Pesan itu disampaikan pada sang istrinya, agar menyiapkan makam malam. Sang istri menyatakan,” makanan kita hanya cukup untuk anak-anak kita”. Sepasang suami istri sepakat menyusun rencana, agar saat tamunya datang si anak ditidurkan dahulu.
Pada waktu yang ditetapkan, tamu itu dipersilahkan makan. Saat bersamaan jua, tuan rumah pura-pura membenahi lampu dan mematikan lampu agar tak nampak bahwa piring makan tuan rumah kosong. Adab menakjubkan demi memuliakan sang tamu, tuan rumah rela menahan lapar sampai esok pagi. Hal inilah, bukti persaudaraan dipersatukan dalam ikatan iman. Peristiwa penting ini menjadi sebab musabab turunnya surat Al Hasyer 59 ayat 9.

Kaum Anshar dan kaum Muhajirin dipersaudarakan dalam ikatan iman, bukan berasal dari ikatan darah. Kaum pendatang Muhajirin disambut suka cita oleh Kaum Anshor. Persaudaraan yang saling mencinta karena Tuhannya. Tergambarkan begitu indahnya persaudaraan mereka. Begitulah ajaran mulia mengajarkannya indahnya persaudaraan.

Catatan sejarah, menunjukkan bukti nyata bahwa ikatan keimanan menumbuhkan persaudaraan sejati. Sa’ad bin Rabi’ warga Anshor menawarkan separo harta kekayaannya pada Abdurahman bin Auf. Saad rela dan ihlas membagikan separoh harta untuk sahabatnya. Abdurahman menjawab, “Semoga Alloh memberkahi harta dan keluargamu dan tunjukkan dimana pasar”. Penolakan yang sangat lembut disampaikan oleh Abdur bin Auf ditujukan pada sahabatnya.

Terbayangkah! Saudagar kaya Abdurrahman yang miliki bisnis besar di kota Mekah, ia tinggalkan demi panggilan hijrah. Beliau memulai usaha kembali dari nol, dengan potensi dirinya mereka mampu bangkit kembali. Akhlak yang begitu mulia tertanam dalam jiwanya, tangan diatas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Sporting sang pemimpin nabiyulloh SAW dalam menumbuhkan perekonomian umat dengan membangun masjid dan pasar. Masjid yang pertama kali terbangun atas dasar taqwa yaitu masjid Quba. Kedua fasilitas tersebut mampu mengajak umatnya agar selalu beribadah pada Tuhannya dan selalu bermuamalah dengan sesama. Bermuamalah membangun usaha bisnis demi mencari karunia-Nya.

Janganlah engkau melaksanakan shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih. ( Qs 9 : 108).

Kota Yastrib saat itu, kota yang beradab secara ekonomi, politik, dan hukum. Begitu besar ketulusan penduduk Yastrib yang sekarang bernama kota Madinah Al Munawaroh. Madinah kota yang bercahaya, sungguh penduduknya mudah menerima hidayah iman. Bukti persaudaraan nyata, kehadiran dua negeri dalam keterikatan iman saling tolong menolong ta’awun dalam kebaikan. Sampai sekarang, kota Madinah selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Buktikan dan rasakan, saat menunaikan haji dan umrah nanti. Pasti, semua orang yang berkunjung kesana akan terpikat hatinya untuk kembali hadir ke Madinah Al Munawaroh dan Makkah Al Mukaromah.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Qs 3 : 103)

Tengoklah, persaudaaran yang diajarkan sesuai petunjuknya agar saling tolong menolong terikat dalam kebaikan dan ketaqwaan. Mari bermuamalah mencari rezeki bertebaran dimuka bumi, namun tidak melupakan yang utama. Percayalah, seluruh kehidupan pasti akan sirna. Jadikan, skala perioritas hidup untuk mengabdi pada Sang Kholik.

Referensi:
 https://almanhaj.or.id/3746-terjalinnya-persaudaraan-antara-kaum-muhajirin-dengan-kaum-anshar.html
 https://www.researchgate.net/publication/330705085_STUDI_DESKRIPTIF_TENTANG_ABDURRAHMAN_BIN_AUF_PROTOTYPE_ENTREPRENEUR_MUSLIM_SUKSES
 https://lockdown2020.id/jangan-kebanyakan-mikir-tulis-saja/

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *