Ku Copy Tulisanmu Dengan Narasiku
MaryatiArifudin, 17 Juli 2020

Semua manusia akan meninggalkan dunia kecuali karya dan tulisan-nya. Maka berkarya dan tulislah sesuatu yang baik yang akan membahagiakanmu di akhirat kelak.(Ali Bin Abi Tholib)

Tantangan didepan mata, memang menulis perlu tekad dan nekat. Dua kata beda makna namun penguat rasa untuk menghasilkan tulisan sedernana. Tekad kemauan yang kuat, sedangkan nekat keberanian untuk bertindak.

Setiap pribadi yang baru belajar kadang sangat memerlukan hadirnya dua sikap itu. Demikian jua, saat membuat tulisan perlu nekat untuk mewujudkannya. Jika dipikirkan melulu ndak klar klar tulisan itu, tentu akan terketik judulnya saja. Kapan seseorang akan memulai mengikat makna? Jika tidak memberanikan diri alias nekat untuk berbuat.

Hadirkan tekad nyata untuk bisa mewujudkannya berusaha mencoba, mencoba dan mencoba. Tengoklah, masa lalu saat belajar bersepeda milik ayanda. Terbayangkah? Besarnya sepeda bapak tak sebanding dengan ukuran badan kita. Dibuatnya, kita babak belur saat naik sepeda tak mampu meredamkan semangat untuk belajar. Pantang mundur, jatuh bangkit lagi, dan luka di badan tak membuatnya surut.

Tengoklah bagaimana orang tua dahalu mendidik. Mendidik dengan memberi kepercayaan penuh, meminjamkan sepeda kesayangannya untuk memfasilitasi putra-putrinya belajar. Kepercayaan orang tua melahirkan sikap pantang menyerah dan tidak cengeng. Hal inilah, pentingnya dibangun tekad dan nekat dalam belajar.

Apalagi dalam belajar menulis, perlu kedua sikap itu tumbuh subur dalam setiap individu. Resiko, belajar menulis tidak harus jatuh dan bangun seperti belajar bersepeda. Tulislah sesuatu yang bermanfaat tuk diri atau sahabat setiap saat.

Begitu banyak kebaikan yang bisa dipetik hikmahnya yang perlu dituliskan. Kadang ide muncul tulisan berupa hasil studi baik dari diri sendiri atau orang lain. Tulisanku hari ini, ide berasal dari karya studi seseorang. Karya studi itu, ku temukan saat mencari referensi hadist tulisanku “Menghadirkan Surga di Istana Keluarga” melalui google. Karya itu cukup menarik dikemas dalam bentuk tulisan esay, agar isi kebaikan penulis tersampaikan.

Ku permisi dahulu dengan si empunya ide Nasrul Arifin. Kadang saya sering nekat untuk melakukan sesuatu, apalagi berhubungan dengan ide atau tema untuk menulis. Sikap nekat petikan makalah, ku coba merangkai menjadi sesuatu yang indah di mataku. Semoga pembuat ide tulisan utama ini, menjadi ladang amal sholeh.

“Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibu-ibu kamu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan-penglihatan dan aneka hati, agar kamu bersyukur.” ( Qs 16 : 78)

Belajar bersepeda milik ayanda, salah satu pembuka alenia bersumber dari pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi dari yang melakukan, ide bersumber hati. Hati yang merasakan, hati yang menjalaninya, disampaikannya dengan hikmah. Sumber kebaikan berasal dari mata hati atau bashiroh.

Tulisan saya yang pertama dalam kompasiana “Melodi Tak Lekang Oleh Waktu” bersumber dari apa saya dengar dan dialami. Ku hadirkan tulisan sederhana itu, guna menghadiahkan tuk almarhum ayahndaku. Ku harus menulis menghadirkan hati agar menarik hati pembacanya, itu pesan murobiku. Ajaran murobiku ustadz Cah, selalu ku praktikkan dalam proses belajar membuat tulisan.

Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (Qs 7: 179)

Menggunakan potensi hati, pendengaran, dan penglihatan untuk menuliskan kalimat yang tinggi. Kalimat Ulya yang besumber dari kebaikan dan kebenaran. Pertajam kalimat itu, agar kita mampu mengoptimalkan potensi pemberiannya.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *