Asap Kehidupan

Oleh: Maryati Arifudin

Pernak-pernik kehidupan salah satunya seseorang sulit bersedekah. Apa gerangan penyebabnya? Kenapa kita sering menundanya? Laa kapan waktu yang tepat untuk bersedekah nih. Apakah menunggu sampai kita mampu atau kaya? ataukah kita menunggu saat kita tua? Lanjut pertanyaan hati ini nih, siapa yang menjamin usia kita sampai tua dan siapa yang menjamin hidup kita akan kaya raya.

Tahukah kita, manfaat shodaqoh menjadi jalan terampuninya segala dosa kecuali dosa syirik. Dosa diibaratkan seperti debu, sedangkan hati diibaratkan cermin. Jangan dibiarkan dosa-dosa berlalu begitu saja, nanti akan menumpuk seperti gunung. Dosa yang begitu banyak akan menutupi sebuah cermin. Akibatnya, cermin terlihat buram yang membuat mata hati kita kurang tajam. Jika dibiarkan penyakit ini, maka hati kita akan mengeras dan membatu. Apabila hati sudah membatu, maka hidayah sulit menembus ke jiwa seseorang. Ingatlah baik buruknya seseorang ditentukan oleh segumpal hati, maka rawatlah hati kita sehingga cahaya keimanan itu tetap terjaga.
Jika kita sadari bahwa di dalam kehidupan ini, setiap jiwa pasti tidak terlepas dengan dosa. Dari seluruh panca indra kita, jika tidak optimalkan dengan baik untuk mencari ridha Allah maka seluruh jazad ini akan bergelimpangan penuh dosa. Coba kita bisa intropeksi sendiri untuk satu hari ini saja. Berapa dosa yang telah kita lakukan mulai dari penglihatan, pendengaran, perasaan, perilaku, serta pikiran kita. Adakah yang menjawab tidak ada dosa untuk hari ini?

Dosa bermunculan tanpa kita sadari. Dengan penglihatan ini, kita kadang menilai penampilan seseorang. Maaf-maaf kadang yang tidak cocok dengan penglihatan kita, membuat lesan ini memperbincangkan seseorang atau ngrasani dalam istilah jawa. Pasti yang dirasani yang jelek-jelek. Sehingga menjadi ajang ngrumpi. Kita sadar nih, bahwa ngrumpi dosanya seperti memakan bangkai saudaranya. Waah ngeri kali tuh, bahaya ngrumpi. Nah! Mampukah kita bisa memakan bangkai saudara kita? Pasti mual dan muntahlah😣😣

Dari penglihatan nih, dosa yang sering muncul begitu meliat seseorang memakai perhiasan yang berlebihan di hati sering berucap,” pamer seperti orang kaya”. Kadang seseorang tidak menyadari itulah salah satu penyakit hati. Jangan biarkan syaiton mengaduk-aduk perasaan ini. Beristighfarlah segera, mohon ampun atas kelancangan pikiran yang melintas sekejap mata memandang. Sehingga kita semua bisa terhindar dari sakit hati atau penyakit hati. Begitulah, ajaran islam mengajarkan untuk menjaga hati dengan membiasakan shodaqoh.

Kita sadari kadang hati ini ada penyakit yang harus dibuang jauh akibat olah penerima sadaqoh. Kadang penerima sadaqoh, merasa tidak pernah menerima bantuan kita. Bahkan, penerima sadaqoh menyebut kita dengan perkataan yang tidak enak karena pemberiannya sangat sedikit. Kadang kita, dibilang pamer ataubahkan dibilang pelit. Nah disinalah peran iman kita diuji. Jika seseorang mengikuti hati nurani, maka akan keluar perkataan sabar. Kita wajib menentramkan hati ini, karena dengan benda yang bernama hati ini yang menentukan kita beriman atau tidak. Cukuplah sakit hati ini untuk dinyanyikan saja tidak usah dirasakan. Ketahuilah tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, katakan pada hatimu agar penyakit hati itu hilang.

Bershodaqoh yang paling mudah adalah tersenyum. Kadang tersenyumpun seseorang terlalu sulit. Heran juga saya ini,”Kenapa tersenyum itu terlalu sulit? Terlalu sombohkah pribadi seseorang nih sehingga sulit senyum. Coba renungkan diri, mencari pahala tanpa modal itu dengan tersenyum.

Jangan sombonglah dengan seseorang, yang mempunyai hak sombong hanya Alloh SWT. Biasanya orang yang sulit tersenyum nih, seseorang yang menganggap diri cantik, kaya raya, keturunan ningrat, atau ada sesuatu yang membanggakan di hatinya. Berhati-hatilah jika sombong itu menempel dalam diri kita, maka ada sesuatu penyakit dalam jiwa. Oleh karena itu, buang jauh kesombongan itu. Sikap sombong dibenci oleh seluruh manusia apalagi Sang Pencipta.
Sadarlah semua yang dibanggakan itu, suatu saat sirna dan tiada. Di akhir nanti, hanyalah sepotong kain kafan dan amal yang mengantarkan kita. Sebelum Alloh murka dan memadamkan senyumanmu untuk selamanya, maka sadarlah setiap apa yang ada dalam pribadi ini seharusnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan. Dengan penciptaan kedua bibir ini, semoga kita diringankan untuk selalu tersenyum dihadapan tetangga apalagi pada saudara seiman.

Berkacalah diri, bahwa dengan senyuman yang ikhlas akan muncul kencantikan dari dalam jiwa pribadi anda. Karena, senyuman itu salah satu bentuk shadaqoh. Dengan shadaqoh, Alloh akan turunkan nikmatnya untuk manusia. Belajarlah tersenyum jika jumpa dengan saudaramu.😊🤗

Pada zaman Rosululloh SAW yaitu zaman terbaik, para sahabat selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Seluruh sohabat berlomba-lomba menginfaqkan hartanya untuk jalan dakwah Rosululloh. Sahabat Umar bin khotob menginfaqkan separoh hartanya, sedangkan Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya. Beramal yang terbaik adalah perilaku-perilaku yang dicontohkan para sohabat Rosululloh sekaligus pemimpin yang beriman. Bagaimana dengan kita? Cukuplah bershodaqoh sesuai kesanggupannya.

Bersedekahlah sesuai dengan kemampuan dan keihlasannya. Kebiasaan yang sangat bagus di RT 13 kampus SMK ada kesempatan beramal sholeh. Setiap ada musibah dengan saudara kita, selalu mengedarkan ogok-ogok. Ogok-ogok sebenarnya berupa sumbangan keliling ke warga, guna memberikan perhatian dan rasa kasihsayang jika ada warga yang sakit. Ogok-ogok sebagai wadah untuk menjalin persaudaraan di kampus SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Bentuk kepedulian warga terhadap para tetangga ataupun kerabatnya, inilah akhlaq yang seperti dicontohkan oleh para sahabat di zaman khoiruumah.

Bersedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Qs 2: 261 Alloh menjanjikan jika seseorang melakukan sedekah, maka akan mengganti dengan 700 kali. Berbisnis dengan sang pencipta Alloh SWT, pasti tidak akan rugi. Jika kita berbisnis dengan manusia perhitunggannya rumit atau bahkan dikibuli. Oleh karena itu, jangan ragu berniaga dengan sang pencipta Alloh SWT hasilnya akan nyata, yaaaa dengan sedekah.

Bersedekah tidak harus berupa harta. Tapi harus diingat bahwa dibalik hasil usaha kita ataupun pendapatan suami kita ada hak-hak orang lain. Saat bersedekah bersegeralah, karena harta yang kita sedekahkan akan menjadi amalan nyata yang bisa kita petik di akherat nanti.

Dalam surah Al-mukminun ayat 102 fiman Alloh,” jika kita ingin mendapatkan kasih sayang Allah maka berbagi kasihlah dengan sesama makhluk Allah di bumi ini. Rasul bersabda Kasihilah yang ada di bumi niscaya yang di langit akan mengasihimu. Akhlaq inilah, yang melandasi manusia untuk saling tolong-menolong dan saling sayang-menyanyangi dalam suatu kebaikan.
Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan tanpa pikir panjang dan ia mengalir seperti air. Otomatis jika shodaqoh sudah menjadi akhlak, maka shodaqoh akan dilakukan setiap saat. Shodaqoh dapat dilakukan pada kondisi lapang atau sempit. Seseorang yang kondisi sulitpun akan berusaha sekuat tenaga untuk bershodaqoh disebabkan suatu kebutuhan dalam hidupnya.

Setiap persendian hendaklah bersedekah pada pagi hari. Shodaqoh persendian yaitu, dengan melakukan dua rakaat salat Dhuha. Pada waktu pagilah, para malaikat yang ditugaskan di pagi hari selalu berdoa,” Ya Allah berilah keberkahan dan rahmat kepada orang yang menyedekahkan hartanya”. Hal ini, ajakan sang Pencipta pada makhluknya agar menjalankan shadaqoh dengan kekuatan iman dan fisiknya berupa sholat dhuha.

Bershodaqoh dapat juga dengan tenaga dan waktunya. Seandainya, seseorang belum mampu berqorban pada bulan Dzulhijjah, maka mereka dapat menjadi panitia qurban. Sebagai panitia, ia dapat bersedekah dengan waktu dan tenaganya dalam membantu proses penyembelehan hewan qurba. Mereka dapat juga meluangkan waktu dan tenaganya untuk membersihkan lahan tempat penyembelehan hewan qurban. Banyak cara untuk memperbanyak shodaqoh, tinggal kemauan saja untuk bisa mengoptimalkan gerakan shodaqoh.

Sang pencipta maha mengetahui dan maha sayang kepada hambanya. Peluang untuk mencari ridlonya, banyak ragam dan cara dalam beramal. Bisa bersedekah dengan pengorbanan waktu, tenaga, ataupun ketauladanan yang baik. Tinggal kemauan dan kesungguhan pribadi-pribadi dalam berlomba-lomba dalam kebaikan.

Banyak asap dalam kehidupan seseorang, maka carilah sumber apinya. Barangkali cobaan kehidupan yang bertubi-tubi karena kita kurang mengilmuinya. Sehingga, langkah-langkah kita selalu salah. Siapa tahu asap kehidupan itu, dapat dihilangkan dengan memperbanyak shodaqoh. Tangkaplah satu peluang itu, jangan ragu dan ringankan langkahmu hadir dalam majelis ilmu.

Misi hidup ini agar kita mampu berlomba-lomba dalam kebaikan, salah satunya adalah shodaqoh. Shodaqoh itu dapat dilakukan dalam kondisi senang atau susah, karena shodaqoh itu sudah menjadi akhlak pribadi orang muslim. Adapun ciri orang muslim yang bertaqwa terdapat dalam Al-Imron ayat 134 yaitu: orang yang kebaikannya lebih berat dan lebih banyak, pada hakekatnya dialah orang yang beruntung dan yang menang.

Barang siapa sebagai ahli sedekah , maka Alloh akan melipat gandakan pahalanya dan mencurahkan segala karunianya. Seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, dimana tangan kirinnya tidak meliatnya. Sedekah dengan ketulusan hati tanpa menyebut sesuatu pemberiannya kepada orang yang menerimanya, sehingga penerima sadaqoh perasaannya tidak tersakiti hatinya. Hal inilah, menjadi sedekah amal sholeh yang mendapat naungan-Nya.
Taklim SMKKN PKU,
Sabtu, 14 Desember 2019.
Maryati Arifudin (MA).

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *