5 Keutamaan Guru Menulis
Oleh: Moh. Anis Romzi

Guru adalah profesi mulia. Profesi yang dijanjikan pahala yang tak berkesudahan walaupun empunya telah meninggal dunia. Ilmu bermanfaat adalah ladang pahala bagi sang Guru. Tidak hanya berupa materi, seorang guru juga akan memperoleh kekayaan spiritual. Sebagai sebuah profesi, menjadi guru harus menjadi pilihan utama.

Akan lebih mulia bila seorang guru menambahnya dengan menulis. Kepuasan seorang guru adalah apabila anak didiknya berhasil menyerap ilmu yang diajarkan. Sekaligus mimpi apabila kelak anak didiknya berhasil di masa depan. Guru perlu imbalan atas jasa ilmu yang diberikannya.

Kepuasan akan keberhasilan peserta didik cukup. Sebaliknya apabila sang murid gagal, maka sedihlah sang guru. Guru mulia karena karya. Selain sebagai penyampai ilmu pengetahuan, guru akan lebih mulia bila menghasilkan karya.

Seorang guru yang memiliki karya akan dikenang. Buku adalah salah satu karya yang menjadikan guru lebih mulia. Untuk menghasilkan sebuah buku maka sang guru harus memiliki aktivitas menulis. Jika Anda seorang guru menulislah untuk mulia. Dengan catatan tidak melalaikan tugas utama yakni mendidik.

Menulis adalah sarana untuk menjadi guru mulia. Asalkan hasil tulisan itu memiliki kemanfaatan. Semakin memberikan manfaat kepada sesama kemuliaan itu akan terus mengalir. Salah satu kemanfaatan sebuah tulisan adalah mendorong pembacanya melakukan kebaikan.

Manfaat yang lain adalah apabila tulisan sang guru memberikan solusi permasalahan. Khususnya yang berhubungan dengan profesinya.

Berikut 5 keutamaan guru penulis:

  1. Menjadikan prasasti perjalanan profesi kependidikan; Guru sebagai sebuah profesi adalah proses. Ia tidak serta merta langsung baik pada mulanya. Sebuah pekerjaan melahirkan kesempurnaan timbul dari pengulangan.
    Pengulangan dengan perbaikan itulah yang diharapkan dalam mengemban amanah profesi mulia ini. Menulis sebuah perbaikan dalam pengulangan akan menjadi catatan istimewa profesi guru. Ini dapat ditularkan kepada yang lain. Melalui menulis guru akan membuat prasasti diri yang dapat dibaca oleh orang lain.
  2. Transfer ilmu pengetahuan menembus dinding sekolah; Semahir apapun seorang guru dalam mendidik, tanpa menulis ilmunya hanya ada dalam ruang kelas. Aktivitas menulis adalah sarana untuk menembus dinding ruang kelas dan sekolah. Seorang guru penulis memiliki dua kelebihan. Praktik baik mengajar sekaligus berbagi lewat tulisan. Anda seorang guru, menulislah!
  3. Guru menjadi panjang umur karena menulis; Banyak penulis besar jasadnya sudah tidak di dunia lagi. Namun namanya semerbak sepanjang masa. Dalam Khazanah Islam siapa tidak mengenal Imam Bukhari. Penulis dan peneliti ribuan hadis sahih. Karya dipakai sebagai rujukan pengetahuan Islam. Jasadnya sudah tiada bahkan makamnya pun hampir hilang. Adalah Soekarno yang meminta presiden Uni Soviet untuk mencarinya. Sebagai syarat ia mau berkunjung ke negara tirai besi itu. Masih enggan guru menulis?
  4. Sarana pengembangan diri dan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan;
    Menulis adalah melatih keterampilan berpikir. Sekaligus menulis juga melatih keterampilan berbahasa. Keterampilan ini sangat diperlukan sebagai kompetensi abad 21. Keterampilan menulis juga sarana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). PKB adalah aktivitas wajib bagi para guru.
  5. Memperoleh angka kredit;
    Angka kredit merupakan nilai yang harus dipenuhi untuk naik pangkat. Khusus bagi guru yang berstatus ASN/PNS. Angka kredit menulis ini diperlukan untuk naik pangkat dari
    golongan IIIb ke IIIc. Apabila sang guru sudah memiliki kebiasaan menulis sejak awal, maka angka kredit yang diprasyaratkan akan mudah terpenuhi. Umumnya kebiasaan menulis bagi
    guru ini masih minim.
    Selain dari 5 hal di atas, guru yang menulis adalah guru istimewa. Jika Anda seorang guru, menulislah dari sekarang.
    Jaya Makmur, Katingan, Kalimantan Tengah. 15/07/2020
0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *