Menghadirkan Surga di Istana Keluarga
MaryatiArifudin, 13 Juli 2020

Menulislah ketika Anda berada dalam suasana hati yang buruk atau cuaca yang buruk. Minimal tulisan itu, terasa manfaat bagi diri sebagai obat atau pengingat. Saatnya ini, kita berbuat untuk satu kata sepakat.

Tulisan tidak harus untuk dipersembahkan untuk khalayak ramai. Tulisan bisa sebagai hadiah diri sendiri, minimal sebagai golden memories sejarah keluarga. Beri kenangan yang terbaik dengan mewujudkan buku buat keluarga. Membangun komitmen menulis dengan 3 T. Formula khusus dari Ustadz Cah tulis, tulis, dan tulis. Asah bakat bagi yang minat agar bermartabat.

Pak Cah tiap hari selalu menyajikan menu yang lezat. Menu motivasi diri membuat karya. Karya yang bermartabat sebagai bekal akherat. Movitasi yang manis disampaikan Beliau, ” Penulis tidak mencari alasan untuk tidak menulis”.

Buang jauh ternak alasan gantilah dengan ternak yang bermanfaat atau bermartabat. Buat karya berupa tulisan walau satu ayat setiap saat. Kondisi belajar daring atau luring memicu pernak pernik perselisihan. Kadang muncul tegangan rendah berbentuk sikap marah, gara-gara penggunaan gadget tidak terkelola dengan tepat.

Kutipan Beliau tentang John Ashbery menjadi pengingat. Saran John Ashbery, “Sangat penting untuk menulis ketika Anda berada dalam suasana hati yang buruk atau cuaca yang buruk. Bahkan jika Anda tidak berhasil, Anda telah melatih keterampilan untuk melakukannya kapan saja”.

Tindakan sederhana mengingatkan untuk berbuat yang terbaik. Banyak fasilitas teknologi saat ini, guna mendukung program menulis. Kadang kita, sebagai pendidik sekaligus orangtua dari peserta didik belum optimal mengarahkan piranti gawai.

Gawai akses sebagai sarana awal mengenal huruf. Pengenalan huruf per huruf terbentukkah susunan kata. Susunan kata-kata yang bermakna jadilah kalimat. Diharapkan bersama gawai mampu membiasakan diri untuk menulis dan membaca. Hal inilah, peran sebagai pendidik untuk menghadirkan surga di istana keluarga.

Membaca dan menulis bersama siapa? Pertanyaan ini menjadi motivasi diri menjawab tantangan Belajar Di Rumah (BDR). Jawaban lirik lagu pertanyaan diatas dapat terjawab pastilah bunda. Kenapa bunda? Karena bunda pendidik pertama dalam keluarga “Alummi madrasatulya.

Ajarkan menulis kesepakatan walau satu kata dengan secarik kertas warna. Membiasakan menulis dengan pena untuk melatih memikat makna. Menyelengi aktivitas karya melalui perangkat sederhana berupa kertas warna dan pena. Keterampilan bersama pena masih bermanfaat walau usia senja.

Sesuai tulisan Abdullah Taslim berupa syair tentang peran agung seorang ibu. Syair menyatakan: Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya. Berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya. Perhatikan lirik lagu anak-anak ini! Peran seorang ibu sebagai pendidik jasamu tiada tara.
.
Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa
Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa
Kita jadi pintar dibimbing pak guru
Kita bisa pandai dibimbing bu guru
Gurulah pelita penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS an-Nahl:97).

Bersama gawai mampu menanamkan kebaikan. Tentunya, perlu pendampingan bersama keluarga. Sungguh memprihatinkan kondisi kini, gadget hanya untuk main game sehingga kemanfaatan gadget belum optimal. Biasakan dan ajarkan pemakaian gawai untuk meningkatkan potensi diri.

Shahih Al-Bukhori hadits menyeru, “Semua manusia akan meninggalkan dunia kecuali karya dan tulisan-nya. Maka berkarya dan tulislah sesuatu yang baik yang akan membahagiakanmu di akhirat kelak. (Ali Bin Abi Tholib)

Anjuran menulis jelas dan nyata, namun sering berternak seribu alasan. Coba jika ternak 1000 ayam kampung pasti ada manfaat. Jadikanlah ternak-ternak yang bermanfaat. Simak cara ternak dengan modal dikit, hasil bermanfaat dan mantab.

Modalnya sebuah gawai karena piranti ini memikat. Peranti gawai tak mungkin ditinggalkan, karena tuntutan zaman untuk melek aksara. Gunakan gawai sebagai fasilitas yang tepat menuju Indonesia bermartabat.

Memanfaatkan gawai untuk mengasah potensi diri. Bersama gawai sebagai sarana menimba ilmu, untuk menambah cakrawala berpikir dan mengambil sikap agar ilmu bermanfaat. Sesuai hadits riwayat Muslim menyatakan, “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju surga”.

Ajak keluarga menulis sesaat. Walau satu aksara sampaikan berupa narasi atau cerita. Biarkan bergulat dengan gadget untuk memainkan rangkaian kalimat. Cetmati untaian katanya walau ketikannya lambat-lambat. Lama kelamaan akan piawai memainkan keyboard menguntai kalimat demi kalimat.

Bukankah tulisan itu tersusun beberapa kalimat yang mengandung makna. Bersama gawai mampu melahirkan generasi bermartabat melalui perubahan perilaku positif. Diawali perinti gawai dipergunakan untuk mengetik dan melatih mengenal aksara demi terbentuk sebuah kata.

Perubahan perilaku diawali keterampilan melihat menjadi ketampilan berbuat atau psikomotor. Dari kebiasaan pencat-pencet sambil melotot memimbulkan cacat mata miopi saja. Saatnya kendalikan gadjet untuk aktivitas baca dan tulis.

Keterampilan baca tulis mampu meningkatkan multi talinta pada putra-putri ananda. Membaca mengoptimalkan potensi melihat dan merasa. Dengan membaca membiasakan membaca, anak terbiasa mencerna kalimat menjadi makna. Makna untuk berbuat sesuatu tanpa memerintah berbuat sesuatu. Mengajarkan sesuatu tanpa banyak perintah suara. Hal itulah, manfaat kebiasaan membaca menyadarkan seseorang untuk menyederhanakan suara.

Buat kontrak kerjasama walau lewat akad penggunaan gadget. Membatasi penggunaan gawai untuk kesepakatan bersama. Kesepatan kapan waktunya, penggunaan tidak terlalu lama, apa yang diperbuat dengan gawai. Tambahan kesepakatan waktu pemakaian gawai sebagai hadiah perilaku positif. Contoh kesepakatan sederhana guna menambah manfaat bersama gadget.

Bersama gawai menumbuhkan minat membaca dan menulis dalam keluarga. Membaca dan menulis bekal belajar pertama. Mengeja perkata mengenalkan huruf per huruf tugas keluarga untuk menggapai ridlo-Nya. Tanam ke dalam jiwa putra-putri tercinta.

Orang tua punya peran dalam menjalankan fungsinya sebagai hamba Alloh untuk mengembangkan potensi amanah yang diembannya. Potensi yang diberikan untuk seluruh manusia berupa jasmani dan ruhani. Dua potensi pemberian-Nya sebagai fasilitas yang dapat ditumbuh kembangkan dalam proses belajar.

Seluruh pontensi disempurnakan lagi berupa anugrah yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati. Hati berupa akal ( pola pikir) berfungsi sebagai daya pikir dan daya kalbu. Impian bagi semuanya mempunyai akal sehat dengan hati yang suci terlahir pada setiap jiwa. Hal itulah, dituntut peran mulai wahai bunda dan ayahnda.

Surah An Nahl ayat 78 anjuran-Nya agar mengoptimalkan potensi. Potensi membaca dan menulis melalui indera pendengaran, penglihatan dan hati. Artinya: “Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibu-ibu kamu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan-penglihatan dan aneka hati, agar kamu bersyukur”.

Pandai membaca melalui gawai tidak ada salahnya. Belajar nyata untuk mengasah keterampilan baca melibatkan seluruh panca indera. Pertajam indera dengan iman yang sempuna akan terbiasa melihat tanda-tanda kebesaran-Nya.

Belajar menulis bersama gawai terasakan manfaatnya. Keterampilan tulis dilatih melalui ketajaman hati dan pendengarannya. Karena iman di dada, wahai jiwa yang hidup akan mampu memahami dan mendengarkan ayat-ayat-Nya.

Optimalkan potensi diri bersama-sama maju saling membantu. Terapkan ilmu baru, hadirkan hatimu untuk karya baru bersama gawaimu. Satukan langkah baru dalam rangka menggapai surga-Nya dalam rumah tangga. Solusi gawai itu, membangun kesepatan bersama dalam proses BDR dengan keluarga.

Referensi:
https://muslim.or.id/2734-ibu-sungguh-begitu-mulia-peranmu.html
https://www.google.com/amp/s/saintif.com/hadist-menuntut-ilmu/amp/
https://www.google.com/amp/s/ayulweb.wordpress.com/2018/05/31/177/amp/

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *