Bully di Masa Nabi
Oleh: Ade Zaenudin

Satu saat Abu Bakar Shiddiq mendapat hinaan di hadapan Nabi. Abu Bakar begitu sabar. Nabi diam dan sesekali tersenyum.

Mendapat bully bertubi, pertahanan kesabaran Abu Bakar pun runtuh. Abu Bakar marah dan membalas hinaannya. Seketika Nabi pun beranjak pergi meninggalkan Abu Bakar.

Wahai Nabi, kenapa Anda meninggalkanku saat aku membalas hinaan yang ditujukan kepadaku. Kata Abu Bakar.

Saat kau sabar menerima hinaan, kulihat malaikat disampingmu dan membalas hinaan itu, aku pun tersenyum melihatnya. Namun pada saat kau marah, malaikat pergi dan setan mendekatimu, menggodamu untuk marah. Aku tidak mau duduk di samping setan, makanya aku pergi.

Nabi sendiri pernah mendapatkan bully -an.

Suatu hari Nabi pulang dengan lumuran tanah kotor di sekujur tubuhnya. Fatimah Az-Zahra sampai berlinang air mata melihat kondisi Nabi yang dihina. Lalu Fatimah membersihkan badan ayahnya. Nabi justru malah menghibur Fatimah untuk tetap tegar dan bersabar.

Tak kalah hebatnya, Nabi pun pernah dilempari warga Thaif dengan batu dan tanah disertai umpatan kebencian. Dengan tubuh penuh luka Nabi membalas dengan doa seraya berkata, walaupun mereka menolak ajaran Islam, mudah-mudahan saja keturunan mereka suatu saat menyembah Allah.

Umpatan dibalas dengan doa, hinaan dibalas dengan kesabaran. Begitulah Nabi kita.

Wallohu’alam
14.07.2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *