Membangun Kecerdasan Soft Skill di Era Milenial
MaryatiArifudin, 9 Juli 2020

Salah satu penelitian menemukan bahwa secara jangka panjang 75% kesuksesan karir ditentukan oleh soft skill (Klaus, 2010). Bagaimanakah membangun kecakapan soft skills sedini mungkin?

Soft skill didefinisikan sebagai keterampilan, kemampuan, dan sifat-sifat yang berhubungan dengan kepribadian, sikap perilaku daripada pengetahuan formal atau teknis (Mahasneh & Thabet, 2015). Soft skills adalah karakteristik yang mempengaruhi hubungan pribadi dan profesional seorang individu dan bekerja yang berkaitan dengan prospek karir (Vyas & Chauhan, 2013).

Etung moco lan nulis. Konsep dasar belajar diajarkan pada sekolah dasar matematika, membaca, dan menulis (3M). Mengajarkan mata pelajaran dasar untuk Sekolah Dasar tentu banyak tantangan. Tergambar dalam bayangan bagaimana membangun konsentrasi belajar. Masa sekarang gangguan belajar banyak ragamnya.

Ragam gangguan belajar biasa muncul dari permasalahan di rumah atau lingkungan sekitar. Rasa dongkol, rasa amarah, rasa tertekan dapat mempengaruhi proses belajar. Semua rasa ini, pasti diramu sedemikian rupa sehingga anak-anak siap belajar. Bayangkan, banyak siswa yang wajib ditangani oleh satu guru kelas. Tugas utama guru siap membangun kondisi pembelajaran.

Pendekatan kecakapan 3M peserta didik dikembangkan menuju kecakapan soft skill. Kecakapan 3M bermanfaat dalam rangka membangun kedewasaan peserta didik. Soft skill merupakan keterampilan psikologis, emosional, dan spiritual.

Keterampilan psikologis suatu kecakapan mengelola tugas ataupun mengelola orang lain. Sedangkan, keterampilan emosional kecakapan menyadaran diri. Sadar bahwa ia sebagai makhluk Tuhan dan sekaligus sebagai anggota masyarakat. Mereka juga menyadari sebagai pribadi yang ada kelebihan dan banyak kekurangan. Kesadaran itu, yang membangun dirinya sebagai makhluk yang lemah dan perlu sandaran yang kokoh. Sandaran kepada Tuhanya yang tidak mengenal lelah, inilah kecakapan spiritual. Total hidupnya mereka tawakal pada-Nya.

Dengan mendasarkan surat Al Ikhlas ayat 1 dan 2 perlu disampaikan pada anak-anak sejak dini. Ajaran yang lurus mengajarkan agar 3M mampu menumbuhkan jiwa-jiwa kokoh. Belajar matematika mengarahkan ke matematika kehidupan.

Belajar berhitung yang mampu membedakan mana kebaikan dan mana keburukan. Latihan menghitung dipraktikkan dalam jual beli agar mereka sadar belajar matematika mempunyai ruh. Ruh ditumbuhkan saat proses jual beli tidak boleh mengurangi timbangan dan menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap usaha sehingga usahanya berkah. Kecakapan soft skills mata ajaran matematika menjadi pengetahuan dasar yang wajib ditanamkan pada entreprenuer belia.

Jangan ragu sampaikan kebenaran ini sejak usia dini, agar tumbuh jiwa wirausaha belia. Kecakapan soft skills dipertajam dengan mengenalkan Tuhannya. Sesuai surat Al Ikhlas “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”. Ajaran ini, mendasari keterampilan soft skills yang bermanfaat untuk menumbuhkan kecakapan spiritual.

Dengan kecakapan spiritual itu, peserta didik mengetahui dimana tempat bergantung yang sesungguhnya. Mereka tidak akan menggunakan segala cara untuk berburu profesi dan pekerjaan. Banyak di zaman now, sebagian manusia berburu profesi dan pekerjaan tidak sesuai dengan rambu-rambu dan perintah-Nya.

Renungkanlah! Apakah kita masih ragu untuk bergantung pada-Nya. Bergantung pada Sang Kholiq yang jelas-jelas memberi rezeki pada setiap makhluknya. Pintu-pintu rezeki terbuka lebar bagi siapa yang dikehendaki oleh-Nya. Masih ragukah, Alloh SWT tempat bergantung yang memberi rezeki, menentukan umur, serta menetapkan bahagia dan sengsara seseorang.

Pintu-pintu rezeki terbuka lebar bagi siapa yang dikehendaki oleh-Nya. Bukankah semua pintu rezeki itu baik, asal kunci pembukanya sesuai dengan aturan-Nya. Kecakapan soft skill wajib kita jaga selamanya agar menumbuhkan benih-benih keberkahan.

Sungguh berburu pekerjaan dan profesi itu dibolehkan, asal tidak ada kemaksiatan didalamnya. Perhatikanlah, siapa yang menjamin profesi atau pekerjaan langgeng serta dapat menjamin kebahagian hidup? Olehkarena itu, segala sesuatu itu bersandarlah pada-Nya sebagai dasar kecakapan spiritual yang wajib disampaikan ke generasi melinial agar kokoh berkepribadian.

Wariskan keyakinan pada mereka, “Bekal harta akan habis ditelan masa, orang tua tidak akan mampu mendampingi selamanya”. Sandarkan hidup pada-Nya, bergantunglah kehidupanmu kepada yang maha hidup. Seberat apapun engkau menjalaninya kehidupan, tengadahkan tanganmu pada Sang pemberi kehidupan. Ajarkan, tanamkan, dan wariskan kecerdasan soft skill pada generasi milenial sehingga tiada putus asa dalam setiap langkah.

Mempertajam keterampilan spiritual dalam surat Al Fatihah ayat 5. Yang berarti : “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”. Kadang kita, lalai memaknai ayat suci ini. Padahal, setiap mukmin minimal selalu melantunkannya sebanyak tujuh belas kali setiap hari. Hadirkan kecerdasan softskills dalam perilaku kita, agar termasuk hamba yang muttaqin.

Ladang rezeki ada dimana-mana terbentang luas di seantero jagat raya. Tinggal ambil satu, dua, atau tiga peluang tajamkan kecerdasan soft skill. Pengembangan soft skill ada tahapan penting yaitu kerja keras (work hard) dan kemandirian.

Kerja keras merupakan etos kerja dalam mengembangkan diri agar fokus mencapai tujuan. Etos kerja suatu usaha secara tekun dan sungguh-sungguh untuk merubah suatu keadaan. Perlunya kesungguhan niat disertai tindakkan yang nyata, itulah soft skill yang patut dijunjung tinggi.

Kecerdasan spiritual ini, mengajarkan seseorang bertanggungjawab dalam menjalankan amanahnya sebagai makhluk. Jika mereka mau bekerja keras pintu rezeki akan terbuka. Bangun tekad dan kemauan diri agar rezeki hadir dengan membangun usaha nyata. Sesuai janji-Nya dalam surat Ar Ra’d ayat 11 artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.

Tahapan penting dalam pengembangan soft skill dituntut kemandirian. Kecakapan jiwa kemandirian perlu dibangun baik melalui pendidikan atau bahkan lewat ujian kehidupan. Cara membangun kemandirian melalui pembelajaran meliputi: melatih tanggungjawab, menumbuhkan kepercayaan diri, membangun inisiatif, dan peka atau tanggap terhadap lingkungan. Sejak dini, kecakapan soft skill ini ditumbuh kembangkan dalam keluarga dan lembaga pendidikan.

Ajarkan doa terbaik untuk generasi milenial ini, agar tercukupkan rezekinya. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; “katakanlah bacalah surat tiga Qul ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu, menjagamu dari segala keburukan”. Jangan ragu, menanamkan kecerdasan spiritual dalam pembelajaran.

Surah Al-Mu’awwidzat adalah surat yang terdiri dari surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Surah Al-Mu’awwidzat memiliki kedudukan yang tinggi di antara surah-surah lainnya. Surat tiga Qul sering menyertai dalam bacaan harian sholat wajib sejak usia dini. Landasi di setiap pembelajaran dengan kecakapan spiritual terprogram di lembaga pendidikan.

Peran lembaga pendidikan bergandeng tangan bahkan merangkul warga sekolah untuk mengokohkan dan membangun peradaban baru yang ber-Ketuhanan. Membangun kecerdasan soft skill bagi jiwa-jiwa yang perlu sentuhan tangan untuk mendapat perhatian. Hasil akhir dari lulusan corono membuktikan prestasi nyata tertanam jiwa peduli para alumni untuk berbuat yang baik. Melalui karyatulisnya mendapat apresiasi berbincang asik dengan pejabat tertinggi Kementrian LHK.

Karyatulis yang membanggakan untuk dipersembahkan bagi pendidik dan masyarakat. Karyatulis terinisiasi dari bekal pembelajaran bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan setempat. Kecerdasan soft skill yang teraplikasi dalam kehidupan, mampu menyelamatkan perekonomian keluarga pada masa pandemi covid-19.

Jiwa tanggap peserta didik SMK masa covid 19 tidak tinggal diam, mereka peduli membangkitkan ekonomi keluarga. Mereka tanggap terhadap sesama dan mewarnai lingkungan setempat. SDM didikan SMK tidak tinggal diam mereka berani menerima tantangan.

Banyak ragam SMK bisa eksis belajar walau masa pandemi covid-19. Tantangan dari Bu Menteri LHK nan rupawan. Rupawan hati dan jiwanya mentuntaskan kerja-kerja pembangunan. Pastinya, disokong oleh target Kepala Badan P2SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menghasilkan lulusan yang profesional. Kecakapan soft skill peserta didik mampu dibanggakan. Outcome pendidikan terukur jelas demi terwujud SDM berjiwa kerja keras, mandiri yang ber-Ketuhanan.

Lulusan SMK mampu bangkit dari kondisi keterpurukan ekonomi melalui sebuah karya. Karya nyata dan kerja mandiri telah mereka buktikan. Mereka selalu menghargai setiap hasil kerja kerasnya. Hasil usaha yang mereka dapatkan akan selalu menumbuhkan rasa syukur pada Sang Pemilik Alam Semesta. Tersampaikan pesan dari jiwa-jiwa yang selalu mengasah kecakapan soft skill melalui pendidikan SMK.


Referensi:
 https://m.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2013/06/27/5279/bersandarlah-hanya-pada-allah-semata.html
 https://id.m.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Mu%E2%80%99awwidzat
 127573-ID-hard-skills-dan-soft-skills-pada-bagian-1.pdf

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *