GUDEG NANGKA

Oleh: Yani Lestari

Hidup di perantauan itu sedihnya jika rasa kangen tiba-tiba muncul. Kangen dengan sanak saudara, teman dan dengan semua masakan yang pernah dinikmati sewaktu di daerah asalnya. Hal seperti itu kadang saya alami, seperti ketika kangen dengan gudeg, duuuh… bingung deh… apalagi di daerah yang saya tinggali saat ini tidak ada yang menjual gudeg.

Akhirnya untuk memenuhi keinginan mengobati rasa kangen timbul keinginan untuk memasak sendiri, mulai dari mencari daun jati sebagai pewarna alami yang agak susah dicari, ada sih… tetapi di dekat rumah dinas Bupati dan mau tidak mau harus berani malu minta izin ke pak Satpol untuk minta daun jati, belum lagi harus mencari pelengkap gudeg yaitu sambal goreng krecek yang kreceknya itu merupakan barang langka di daerahku. Setelah browsing sana sini Alhamdulillah… akhirnya dapat krecek di toko online. Sabar… meski tidak bisa merasakan gudeg hari ini, setidaknya untuk beberapa hari kedepan ada harapan.

Hari berikutnya mulai mengeksekusi nangka muda yang tumbuh lebat di depan rumah. Gudeg akan semakin enak jika dimasak beberapa hari, boleh deh dibilang masakan yang penuh kehangatan karena dihangatkan berulang kali. Ini resep untuk membuat gudeg, mungkin ada sahabat yang juga ingin memasak.

Bahannya:
Nangka muda potong kotak sekitar 1 kg
Telur rebus 5 butir (saya lebih suka pakai telur bebek)
Santan kental kurang lebih 2 liter
Daun jati 5 lembar
Daun salam 7 lembar
Lengkuas 3 cm
Gula merah 300 gr
Kecap manis dan garam secukupnya

Bumbu Halus:
Bawang merah 20 siung
Bawang putih 15 siung
Ketumbar bubuk 2 sendok makan

Cara memasak:

  1. Panaskan air banyak di dalam panci, masukkan nangka muda, daun jati. Rebus sampai empuk dan berwarna kemerahan, kira-kira selama 1 jam.
  2. Tiriskan, dan bilas sekali dengan air bersih kemudian tiriskan kembali.
  3. Masak nangka dengan bumbu halus dan separuh santan.
  4. Masukkan telur rebus.
  5. Masukkan daun salam, lengkuas (geprek), gula merah, kecap, dan garam.
  6. Aduk terus hingga santan meresap dan berkurang. Masukkan sisa santan yang separuhnya lagi.
  7. Kecilkan api, tutup pancinya dan biarkan gudeg mengering, kira-kira selama 2 jam.
  8. Diamkan gudeg selama satu malam.
  9. Panaskan kembali gudeg keesokan harinya sampai benar-benar kering dan berwarna merah kehitaman.
  10. Gudeg siap disajikan.
    Akan lebih nikmat jika gudeg disajikan bersama sambal goreng krecek, opor ayam dan tahu tempe bacem. Iseng-iseng saya posting di status face book, ternyata banyak yang order. Senang rasanya saat kangennya terobati dan dapat tambahan income lagi. Ini gudegku…. mana gudegmu?
0Shares

By Admin

2 thoughts on “Gudeg Nangka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *