Passion Kok Nyinyir?

Oleh: Triznie Kurniawan

Tetap menebar kebaikan dimanapun dan kapanpun dalam keadaan apapun.
Sudah menjadi kewajiban kita sesama muslim mengingatkan muslim lainnya. Namun apakah cara kita mengingatkan muslim lain itu sudah manusiawi? Atau malah membuat orang lain menjadi eneg dengan kelakuan kita?
Naudzubillah tsumma naudzubillah,

Sebenarnya manusia itu adalah tempat salah dan dosa, dan tahukah anda sahabat ada orang yang disebut haters? Mereka sama sekali tidak akan pernah melihat kebaikan dalam diri anda bagaimanapun kebaikan anda. Ibaratnya haters itu adalah pengadilan dalam kacamata dan pikiran mereka sendiri.

Saya pribadi berpendapat, bahwa mereka yang selalu berpikiran negatif terhadap seseorang, hanyalah orang yang sama sekali tidak punya passion lain selain mencari-cari keburukan orang yang sudah sangat dia benci. Di mata mereka bahwa setiap manusia yang pernah melakukan kesalahan adalah sasaran empuk untuk dijadikan bahan. Baik itu bahan gosip ataupun bahan tulisan, tulisan di sini bisa saja dalam bentuk chat ataupun status pada media social pribadi mereka.

Apa sih tujuan mereka berbuat seperti itu? Mungkin dengan seperti itu mereka akan menjadi lebih bahagia. Ketika sebuah postingan diluncurkan dengan caption yang lumayan panjang dan content postingannya yang mengarah kepada penghakiman. Di situlah dia akan merasakan kebahagiaan, nah,,, mungkin di situlah passion dia temukan, dari sekedar hobi akhirnya dia menjadi semangat dan terus mengupgrade status-satusnya setiap hari.

Bukan Passion namanya jika tidak menghasilkan keuntungan secara financial dalam kehidupannya. Jadi ada juga seseorang yang pekerjaan awalnya hanya mengomentari kehidupan orang lain, yang ujung-ujungnya dia mempromosikan produk-produknya. Nah, itu namanya sambil menyelam minum madu alias sambil menghakimi seseorang dan menghasut dia mempromosikan dagangan. Keren nih orang-orang kaya gini.

Baiklah sekarang saya paham dengan beberapa jenis manusia yang seperti ini. Jadi dia mengambil keuntungan dari ketenaran seseorang dan mencoba menjelek-jelekkan akhirnya dibaca khalayak namun di akhir captionnya dia berdagang. Jadi alasannya adalah dia berdagang sekaligus menghakimi orang. Pinter banget dah berkilah.

Sahabat yang sangat saya banggakan, jangan “Baper” dengan status orang-orang yang kelihatan bahagia dengan kehidupannya dan keluarganya. Janganlah iri melihat pasangan yang menunjukkan kekompakannya, toh anda juga tak pernah tahu berapa gunung dan jurang yang sudah mereka lewati? Berapa samudra yang sudah mereka seberangi? Berapa kali badai yang mampu mereka terang?
Jadi, jadilah manusia yang selalu positif dan tetap memberikan maaf kepada semua orang yang pernah melakukan kesalahan.

Apalagi jika seseorang itu tak pernah menyalahi hidup anda. Hati-hati dengan doa orang yang sudah bertaubat, karena ketika anda terus nyinyiri kehidupan mereka, bukan mereka yang akan membalas kenyinyiran anda. Allah sang Maha dari Segala Maha yang akan membereskannya.
So, bijaklah bermedia social.
Bangkalan, 06 Juli 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *