Melodiku Yang Tak Lekang oleh Waktu
MaryatiArifudin, 7Juli 2020

Setiap orang punya kenangan manis yang dapat mengikat kuat dalam pola pikir. Kenangan manis yang mampu menumbuhkan motivasi diri. Semoga menjadi ladang amal bagi pengajar kebaikan.

Ada jua, kenangan pahit yang membekas dalam jiwa. Yakinlah, kenangan pahit itu mampu menjadikan pembelajaran yang berarti. Cukuplah pengalaman pahit tersampaikan dalam hati untuk perbaikan diri, dan berdoa agar orang lain tidak mengalami.

Bacaan Doa buat saudaraku terdapat dalam surat Al Hasyr ayat 10. Doa penguat persaudaraan agar tidak memunculkan penyakit hati. Persaudaraan yang suci terikat dalam kasih sayang yaitu Benci dan cinta karena-Nya.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Rabbanagfir lanā wa liikhwāninallażina sabaqunā bil-imāni wa lā taj’al fi qulubinā gillal lillażina āmanu rabbanā innaka raufur rahim.”

“Ya Tuhan kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

Hebat dalam persaudaraanku selalu saling mendoakan untuk orang lain. Gema doa yang kita lantunkan untuk saudara kita, maka kekuatan doa itu akan memantulkan kembali kearah kita. Hal itulah, hebatnya gema kekuatan doa kita untuk orang lain. Apa itu gema?

Gema adalah bunyi pantul yang muncul setelah bunyi asli. Suara pantul dari gema sangat jelas terdengar baik oleh sumber suara atau sekelilingnya. Gema terjadi karena penghalang gelombang mempunyai jarak yang sangat jauh dari sumber suara. Jadi, wajar saja doa yang terlantun akan menggetarkan hati bagi seseorang yang didoakan dan sekaligus bagi orang yang berdoa. Ringankan dzikir setiap hari untuk diri dan saudara-saudara kita.

Doa utama untuk orang-orang terkasih yang telah membesarkan dan mendidik kita semua. Kenangan lagu bahasa Jawa guna memotivasi belajar di masa jaman noroyono or old. Lirik lagu lama mewarnai raga. Sambil berlari mewujudkan mimpi yang tiada padam walau sampai saat ini. Go go belajar yo belajar.
Teng teng bele wes muni
Jam setengah wolu
Sesuk podho mlebu diwulang kalih ibu bapak guru
Etung moco lan nulis
Sinau guneman
Sesok dadi cah wasis
Ora dadi wong bingungan

Sejak era tahun 1973 lagu ini telah masuk pikiranku. Ku coba memahami lirik lagu ini dalam pasca pandemi. Bel telah berbunyi, pertanda siapkan seluruh bekal untuk belajar mandiri “Teng teng bele wes muni”.

Bekal belajar diibaratkan peluru kendali untuk mencapai satu visi. Semua anggota pembelajar berjibaku dengan waktu. Semangat bangun pagi-pagi setiap hari agar sampai di sekolah tepat waktu. Siap ditempa, dibimbing, dididik, dan dimotivasi guna mempersiapkan kedewasaan diri.

Bekal berupa energi pembaharu dibangun setiap waktu, tidak boleh berhenti sebelum sampai yang dituju. Begitu energi layu segarkan kembali sambil berlari-lari sebagai refresing diri. Kelalaian diri pasti mendapat setrap atau sanki bagi peserta didik yang tidak menepati. Tepati waktumu jam setengah delapan pagi pembelajaran dimulai “Jam setengah Wolu”.

Sesuk podho mlebu diwulang kalih bapak ibu guru. Besok kita masuk belajar dididik oleh bapak ibu guru. Lirik lagu ini, mengajak agar semangat untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah wajib bagi seluruh generasi.

Etung moco lan nulis. Konsep belajar yang diajarkan matematika, membaca, dan menulis (3M). Pendekatan kecakapan 3M peserta didik dikembangkan menuju kecakapan softskill. Kecakapan 3M bermanfaat dalam rangka pendewasaan peserta didik.

“Sinau guneman” Belajar dengan metode berdiskusi. Pesan ini, menyampaikan pada proses pembelajaran yang menyenangkan. Belajar menumbuhkan percaya diri dengan menyampaikan ide-ide, sehingga proses cara belajar siswa aktif (CBSA) terselenggara. Partisipasi aktif siswa akan muncul dalam proses CBSA ini. Peran guru sebagai motivator, pengarah, dan pendamping pembelajaran.

“Sesok dadi cah wasis” Besok jadi anak yang pandai. Visi mulia dalam mendidik menjadikan anak yang ahli ilmu dan ahli kebaikan. Dengan ilmu yang ia pelajari akan mengaplikasikan dalam kebaikan.

Dari Ibnu Mas’ud RA, katanya, “Rasulullah SAW telah bersabda kepadaku, tahukah kamu, siapakah orang yang paling cerdas itu?” Maka kujawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”. Kemudian Rasul menjelaskan, “Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling awas melihat kebenaran”.

Ora dadi wong bingungan. Jangan menjadi orang yang kebingungan. Menjadi seseorang yang cerdas harapan semua orang. Lagu ini mendasari ruh pendidikan membangun SDM yang bermanfaat.

Cerdas atau cakap impian semua orangtua dan anak. Kecerdasan hakiki hadits riwayat Ibnu Majah menyatakan orang yang cerdas adalah sesorang yang paling baik mempersiapkan kematian. Mempersiapkan bekal di dunia sebagai sarana menuju kampung akherat. Menetapkan diri amalan apa yang dapat dibanggakan saat berjumpa dengan Sang Kekasih Abadi Alloh SWT.

Kaum ansar bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas”.
Tanpa kusadari, dengan melodi itu cara ayahndaku menumbuhkan motivasi belajarku. Langkah sederhana namun terpatri dalam ingatkanku. Setiap pagi lagu itu selalu menyapaku. Bersih diri sambil berwudlu, mempersiapkan diri pergi mengaji. Mencari ilmu sebagai bekal nanti. Begitulah cara ayandaku menanamkan semangat menuntut ilmu. Semoga melodi itu mengantarkan amalan untuk ayandaku.

Lagu ini dikenalkan ayahndaku saat masa kecilku. Berisikan nasehat yang tak lekang ditelan waktu. Nasehat sederhana walau berupa lirik lagu. Mampu menumbuhkan motivasi ingin melaju bersama saudara-saudaraku. Demi cita-cita ada digenggamanku yang tidak pernah layu.

Referensi:
https://umma.id/article/share/id/1003/832898
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qal7x8320
https://lifestyle.okezone.com/read/2017/10/03/196/1787994/seperti-apa-ciri-ciri-orang-cerdas-menurut-islam

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *