Mengkritisi Penilaian Akhir Tahun di Masa Pandemi Covid-19
Oleh: Moh. Anis Romzi

Pada bulan Juni hampir semua lembaga pendidikan format melakukan penilaian. Sebagai sebuah tradisi pendidikan formal, penilaian adalah aktifitas wajib. Walaupun beberapa penilaian jenjang nasional resmi ditiadakan. Penilaian tingkat sekolah menjadi otonomi sekolah. Ini dengan catatan memperhatikan protokol kesehatan pembahasan penularan covid-19.

Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik selama satu tahun menempuh pembelajaran. Tradisi yang banyak dipertahankan banyak satuan pendidikan formal. Mulai dari jenjang SD, SMP,SLTA dan bahkan Perguruan Tinggi. Tetapi dengan teknik dan cara yang berbeda. Covid-19 penyebabnya.

Ada yang berbeda dengan penilaian akhir tahun pelajaran ini. Pembelajaran yang dilakukan dari rumah masih menjadi tanda tanya bagi semua. Adakah membawa keberhasilan? Ataukah akan membawa perbedaan terhadap prestasi hasil belajar peserta didik. PAT tahun ini SMPN 4 Katingan Kuala sebanyak 92% peserta didik melaksanakan daring sedangkan sisanya luring.

Adalah pengalaman seorang siswa SMPN 4 Katingan Kuala selama PAT 2020 ini. Dalam status whatsapp ia menyatakan bahwa,” tahun ini ulangan nya enak sekali. Karena semua yang mengerjakan kakak saya. Adapula obrolan ibu-ibu di pasar saat belanja sembako,” kalau ulangan model begini, orang tua yang pintar pasti nanti nilai anaknya akan bagus.”

Banyak terjadi kejutan saat penilaian dilakukan dari rumah saja. Pada masa pandemi ini SMPN 4 Katingan Kuala mengadakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) dengan dua sistem. Sistem daring dan luring. Keduanya diambil sebagai jalan tengah karena kondisi geografis dan ketersediaan prasarana pendukung.

Fasilitas internet dan gawai peserta didik menjadi alasan mayor pemilihan kombinasi dua sistem dimaksud. Ditambah ketersediaan listrik yang berdampak langsung pada kesediaan layanan internet.

Peran orang tua sebagai guru di rumah sangat berpengaruh. Setelah PAT dilaksanakan menghasilkan beberapa catatan pada tingkat satuan pendidikan SMPN 4 Katingan Kuala. Pada evaluasi kegiatan didapatkan hasil berbeda dengan pembelajaran normal. Beberapa peserta didik yang biasanya mendapatkan nilai baik pada kelas tatap muka berubah secara signifikan. Hasil evaluasi didapatkan bahwa orang tua yang memberikan pemdampingan intensif dapat memaksimalkan hasil belajar.

Pada kasus lain walaupun peserta didik bagus saat kelas reguler, ketika pembelajaran dan penilaian dilakukan secara daring hasilnya menurun. Orang tua yang abai kepada putra-putri saat PAT daring berdampak serius terhadap hasil belajar.

Tidak semua orang tua memahami fungsi bahwa orangtua juga guru. Mereka yang tidak menyadari ini melewatkan ini terlena. Banyak orang tua dan wali peserta didik membiarkan putra-putrinya tanpa pendampingan. Sebagian besar memang tidak menyadari bahwa mendampingi peserta didik saat belajar dari rumah sangat penting.

Beberapa analisa di ruang guru melahirkan simpulan. Dengan siapa peserta didik berkawan saat ujian dari rumah. Lingkungan sosial keluarga di rumah sangat berpengaruh. Orang tua dan anggota keluarga yang peduli adalah kata kunci keberhasilan pembelajaran. Pembelajaran mandiri masih menjadi hal baru dan masih harus didorong kepada peserta didik. Orang tua dan wali juga perlu didorong untuk aktif mendampingi. Pembiaran siswa saat belajar dari rumah berdampak fatal pada hasil belajar.

Rumah- rumah saat ini menjadi sekolah. Rumah yang berhasil adalah rumah yang peduli. Rumah yang anggota di dalamnya saling mengisi. Anggota yang terus belajar akan menjadi budaya. Dari karakter personal menjadi karakter komunitas. Pandemi covid-19 memberi pelajaran kepada keluarga untuk kembali saling peduli dan berbagi. Peran rumah menjadi sekolah menjadi kian penting. Rumah-rumah yang hebat saat pembelajaran akan membawa kepada sekolah yang hebat saat penilaian.

Jaya Makmur Katingan Kalimantan Tengah, 06/07/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *