Cinta dan Benci Karena Alloh
MaryatiArifudin, 6 Juli 2020

Sebelum terlambat dan jauh melangkah, dudukkan setiap ujian sesuai porsinya. Ujian dalam menjalani kehidupan itulah ladang pengabdian pada-Nya.

Setiap kebaikan cenderung mudah diterima namun kebaikan ini seringkali membuat manusia lupa diri bahkan lalai. Sebagian orang menyalahgunakan kebaikan itu. Sungguh kebaikan itu nikmat dari-Nya, maka rawatlah agar kita tidak terjerembab di dalamnya.

Sadarkan diri bahwa setiap hasil kerja keras seseorang pasti ada campur tangan Sang Illahi Robbi. Tanpa kita sadari, turunnya rezeki kadang melalui perantara tangan-tangan orang lain. Tangan-tangan yang selalu menengadah kelangit berupa dzikir lisan dari seluruh anggota keluarga. Lantunan doa itu pasti berasal dari suami, istri dan putra-putrimu, bahkan saudara kita atau kedua orangtua. Jangan besar diri, sungguh bahwa rezeki itu bukan karena dari usaha atau kerja kerasmu sendiri.

Hasil akhir dari kebaikan-Nya seringkali membuat seseorang jatuh dalam kehancuran. Kehancuran rumah tangga seringkali berawal dari penghasilan yang meningkat. Penghasilan atau peningkatan pendapatan sebenarnya limpahan rezeki dari-Nya. Berhati-hatilah dalam mengelolanya.

Kehancuran masa depan seringkali berawal dari kehidupan yang serba ada dan serba difasilitasi. Akhirnya fasilitas-fasilitas itu tidak digunakan sebagaimana mestinya malah digunakan untuk hal yang bersifat hura-hura dan kesombongan. Kebaikan yang tidak berhasil disyukuri mendatangkan malapetaka dunia akhirat.

Malapetaka harta sering mendatangkan permasalahan rumah tangga yang berujung perceraian dan kegoncangan jiwa anak-anaknya. Biasanya, diawali dari hal-hal yang tidak mendasar menjadi permasalahan besar.

Hitung-hitung dahululah, sebelum menetapkan suatu keputusan. Intropeksi diri masing-masing pasangan, pertengkaran itu melanggar aturan syar’i? Ingatlah, benci dan cinta ukuran Alloh semata. Berpisah hal yang diperbolehkan, namun pikirkan hati putra-putrimu. Mereka masih memerlukan sentuhan hati sang ibunda dan bapanda.

Berbeda pendapat, pertengkaran, ketersinggungan, dll, anggaplah bumbu penyedap pernikahan. Olahlah sedemikian rupa, sehingga menjadi menu yang membosankan. Menu yang cukup sekali saja itu dimasak dan tidak perlu diingat lagi, ntar membuat penat.

Sekali-kali ingat pesan Imam Syafi’i kepada Imam Yunus bin Abdil A’la. Percakapan yang menentramkan jiwa, berisi nasehat untuk semua insan di dunia. Beliaupun menasehati Imam Yunus:
‎يا يونس، تجمعنا مئات المسائل وتفرقنا مسألة ؟!!
Wahai Yunus! Ratusan masalah telah menyatukan kita. Masa hanya satu masalah saja harus membuat kita bercerai?!
‎يا يونس، لا تحاول الانتصار في كل الاختلافات .. فأحيانا “كسب القلوب” أولى من “كسب المواقف”.
Wahai Yunus, janganlah engkau berusaha membela diri dalam setiap perbedaan pendapat. Seringkali menata hati jauh lebih baik dibanding menata sikap/pendapat.
‎يا يونس، لا تهدم الجسور التي بنيتها وعبرتها .. فربما تحتاجها للعودة يوما ما
Wahai Yunus. Jangan kau hancurkan jembatan yg telah kau bangun setelah kau lewati. Bisa jadi suatu hari kau membutuhkanya kembali.
‎اكره “الخطأ” دائمًا… ولكن لا تكره “المُخطئ”
Bencilah setiap kesalahan selamanya, tapi jangan kau benci pelakunya.
‎وأبغض بكل قلبك “المعصية”… لكن سامح وارحم “العاصي”.
Bencilah segala bentuk maksiat dengan sepenuh hatimu. Tetapi maafkan dan kasihanilah pelakunya.

Pesan begitu menggoda selalu menyentuh dalam jiwa bagi pembacanya. Tinggal, diri kita menyelesaikan amanah itu sesuai aturan-Nya ataukah mencari formula lainnya.

Ikatan yang mendasari cinta dan benci karena-Nya itulah penguat rasa. Ikatan itu, mampu membawa layang-layang terbang bersama. Dalam rangka menggapai ridlonya pasti akan bahagia bersama. Hai, layang-layangku mari mengangkasa bersama. Wahai pasanganku inilah penguat rasa itu ada untuk kalian semua. Bacaan Doa untuk Pasangan agar selalu bahagia.
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي
“Wa’alqaitu alaika mahabbatamminnii walitushna’a alaa ainii.” Artinya: “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu”

Sunguh kebaikan itu jika disyukuri akan menghasilkan kebaikan yang lain. Sesuai janji Alloh jika kamu bersyukur maka nikmatku akan bertambah. Tetapi, jika kamu ingkar atau kufur ingatlah siksaan-Ku sangatlah pedih. Sobat sekarang pilihannya ada di tangan kita, mau bersyukur atau ingkar. Balasan pilihan itu pasti mengenai diri kita bukan orang lain.

Ujian keburukan seperti sakit, kehilangan harta, kebakaran atau kecelakaan, kecurian, kehilangan jiwa karena kematian dan lain-lain. Ujian seperti ini, lebih susah diterima bagi penderitanya. Kebanyakan ujian penderitaan lebih sering membuat orang frustasi dan putus harapan. Banyak orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak sesuai syariat. Sungguh malang seseorang itu, bahagia di dunia tidak merasakan apalagi bahagia di akherat tak akan mendapatkan.

Jalanilah, cari solusi dan susun alternatif untuk mengolah ladang kehidupan agar mampu memancarkan warna yang semerbak nan wangi. Namun, ada juga beberapa orang dengan ujian kehidupan itu akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka jalani ujian ini, dia semakin dekat dengan Robbnya. Ia merubah total pola hidupnya. Orientasi hidupnya semakin jelas, mata hatinya semakin hidup dan terbuka. Semua dia dapatkan karena ridho dengan takdir Tuhannya.

Mereka menjalaninya dengan penuh kesabaran dan tawakal. Ujian yang menimpa orang-orang beriman semakin menambah keimanannya. Ujian itu, akan menjadi penggugur dosa-dosanya serta memperkuat harapan dan ketergantungannya pada Tuhannya.

Baginya sengsara atau ujian akan membawa nikmat dan membawa hidayah. Itulah, Orang-orang terpilih yang dapat memetik hikmah dari setiap ujian kehidupan. Kesabaran dan keridloannya mampu mengantarkan derajat yang mulia. Sesuai janjinya kesabaran membuahkan surga.

Sesuai surat Az Zumar ayat 10 yang berarti: Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu”. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas”.

Sungguh setiap ladang kebaikan akan mendapatkan pahala dan setiap kejahatan dari yang mereka perbuat mendapat siksa dari-Nya. Hadirkan, doa dalam menjalani ladang pengabdian ini.

Surat Al Baqarah 286 mengajarkan: Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”.

Kuat azzam diri, dalam mengarungi kehidupan ini. Jalani ketetapan-Nya dengan ridlo dan sabar. Setiap ujian pasti ada solusi, gunakan formula dari sang Illahi Robbi dudukkan akar masalahmu. Ikatan yang mendasari cinta dan benci karena-Nya itulah penguat rasa. Ikatan itu, mampu membawa layang-layang terbang bersama.

Referensi:
 https://rumaysho.com/3449-jika-mau-sabar-bagimu-surga.html
 https://umma.id/article/share/id/1003/832898
 faizul al lomboki whatApps

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *