Anti “R” Man

Oleh: Pramuriati

Otaknya lincah bergerak, mengelak. Mencari substitusi, pengganti atau apalah namanya. Yang penting tidak bertemu dengannya. Yang dirasa mengurangi harga dirinya. Membuatnya kehilangan muka.

“Kemana, Kang?”
“Tempat jual beli.”
“Ehm…pasar maksudmu?”
“Iya…”

Senyumnya mengembang. Penuh kemenangan. Yes!
Sampai di pasar ia segera menuju penjual benda-benda tajam.

“Cari apa pak?”

“Pisau panjang ada?” tanyanya.

Bola matanya bergerak cepat menyisir seisi kios . Sesekali kepalanya mengimbangi geraknya. Jari tangannya menari menyapa satu demi satu benda di dalam kios. Gerakannya berhenti sambil saat bertemu benda bersarung.

“Ini, Pak? Kalau ini parang istimewa. Dari baja asli. Tajamnya awet.”

“Uang gantinya?”

“Murah, hanya seratus lima puluh ribu”.

“Lima puluhan dua saja ya…”

Harga disepakati. Barang yang ditemui hampi dimiliki. Tangan bersiap memberi mahar pengganti. Lelaki tadi meraba saku kirinya. Segera beralih ke saku kanannya. Sesaat terdiam. Matanya menerawang.

“Kenapa, Pak?” tanya penjual parang.

“Dompetnya hilang.”

Tanpa pikir panjang, ia segera balik kanan. Kakinya menyusuri tempat yang tadi dilalui. Bola matanya pun lincah menari. Setiap jengkal tak terlewat tuk diteliti. Sesekali mulutnya menjawab pertanyaan orang, “Cari dompet, mungkin jatuh di sini.”

Langkahnya makin gontai. Teringat isinya beberapa lembar merah melambai. Hasilnya menjual beberapa ikat petai. Otaknya terus saja berpikir. Sampai tempat parkir, dompetnya belum juga terlihat nyengir. Meski demikian, harapannya masih kuat terukir. Siapa lagi kalau bukan pada tukang parkir. Ehm,maksudnya … pada pemilik takdir.

“Lihat dompet jatuh di sini, Mas?”

“Warna?”

“Coklat, ada KTPnya juga ”

“Ada. Atas nama siapa?”

Pertanyaan sangat sederhana. Seharusnya menjawabnya juga tak perlu waktu lama. Tinggal menyebutkan nama. Tapi terasa sangat berat berat baginya.

Kali ini ia mengaku kalah. Jurusnya tak mampu lagi berkilah. Disiapkannya hati tuk kehilangan wajah. Demi sebuah dompet beserta isinya yang melimpah. Lantang ia ucapkan, “Wal(r)so!”

0Shares

By Admin

One thought on “Anti “R” Man”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *