Sekolah Terjauh
Moh. Anis Romzi

Adalah masa lalu kita belajar menuntut ilmu. Itulah sekolah terjauh yang pernah ada. Kita tidak akan bisa mencapainya kembali. Ia akan menjadi long term memori sang pelaku. Saat itu akan menjadi bayangan di masa sekarang. Beberapa merindukan masa lalu yang indah. Itulah romantisme sejarah.

Mengeja masa lalu sekolah untuk memperbaiki sekolah masa depan. Membaca masa lalu sebuah sekolah penting. Ini agar tidak ada keterputusan sejarah. Perjalanan waktu sebuah sekolah merupakan penanda sebuah keberhasilan begitu pula sebaliknya, kegagalan.

Kegagalan-kegagalan adalah sarana belajar ampuh untuk pelajaran penyelesaian masalah. Siapa saja yang mampu mengubah kegagalan menjadi keberhasilan dalam sebuah sekolah itulah kecerdasan. Belajar dari masa lalu salah satu bukti kecerdasan itu.

Ada hal yang sama saat kita belajar dahulu dengan sekarang. Misalnya sekarang kita belajar di SMP kemudian bekerja mengajar di SMP pula. Akan secara otomatis ingatan dan perilaku ingin memanggil saat itu.

Saatnya menyiapkan masa depan anak dengan pondasi masa lalu dan sekarang. Masa lalu menjadi bahan untuk evaluasi. Kebaikan sekolah di masa lalu perlu dijaga. Namun pengambilan sesuatu yang baru dan lebih baik harus diutamakan. Semua dimaksudkan untuk keberhasilan peserta didik dalam menempuh pendidikan. Masa lalu tidak selalu kolot. Masih ada hal-hal baik yang tetap harus dipertahankan.

Saat kita membayangkan sebuah sekolah masa depan, kita dipaksa masuk dalam dunia hayalan. Pernah dalam suatu diskusi dengan peserta didik. “ Apakah yang akan terjadi 20 tahun dari sekarang dengan sekolah kita?”

Memprediksi Pendidikan di masa depan bukanlah perdukunan. Ini memerlukan keterampilan dalam berpikir. Yang pertama adalah keterampilan berpikir kritis. Kritis dalam hal ini adalah keluar dari kemapanan berpikir. Pemikiran tentang prediksi dimulai dari diri sekolah itu sendiri. Masing-masing lokus memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Kematangan berpikir dan bertindak stakeholder di satuan pendidikan tersebut menentukan kemajuan sekolah. Hari ini dan masa yang akan datang. Budaya berpikir kritis transformatif harus digaungkan.

Generasi bangsa harus disiapkan dengan berbagai kecakapan dan keterampilan. Ini adalah modal yang tak ternilai. Anak-anak bangsan sekarang adalah calon pemimpin masa depan. Mereka mesti berproses yang benar untuk menjadi pemimpin.

Tantangan masa depan pendidikan akan semakin menganga. Ini berlaku di semua lini termasuk pendidikan. Hari ini adalah jerih payah kita di masa lalu. Sedangkan masa depan bergantung dengan apa yang kita lakukan hari ini. Sekolah masa depan adalah sekolah yanh senantiasa memperbaiki diri secara terus-menerus. Merekalah yang akan memberi pengaruh di masa depan. Inilah bagian dari inovasi dalam lembaga pendidikan. Itulah sejatinya tantangan di masa depan.

Kompetisi kompetensi sumberdaya manusia tidak bisa dielakkan. Hanya bagi mereka yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan. Komunitas dalam satuan pendidikan harus terus berupaya mengembangkan diri. Apabila ingin kehadirannya dianggap penting dalam masyarakat. Lembaga pendidikan harus rela mendengarkan keluhan sekaligus menyelesaikannya. Berangkat bersama dari kebutuhan bersama akan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dimulai dengan mendengarkan keluhan pengguna layanan pendidikan. Itulah awal membangun kompetensi sumberdaya manusia unggul.

Perubahan dunia dalam ketidakpastian menuntut persiapan. Seperti makna pendidikan di awal adalah perubahan dari kondisi yang tidak baik menjadi baik. Dari yang baik menjadi lebih baik. Juga pendidikan merupakan sarana mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Dengan pendidikan pula akan tumbuh harapan. Pendidikan merupakan sarana belajar adaptasi tiada henti terhadap ketidakpastian perubahan dunia.

Jaya Makmur, Katingan, Kalimantan Tengah, 28/06/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *