Belajar Bersama Layang-layang
MaryatiArifudin, 5 Juni 2020

Kuambil buluh sebatang. Kupotong sama panjang. Kuraut dan kutimbang dengan benang. Lirik lagu ini, mengingatkan kenangan bersama orang-orang tersayang.

Pasca pandemi covid-19 belum berlalu masyarat didaerahku udah gandrung dengan layang-layang. Tekniknya pasti sama nih: Bermain berlari; Bermain layang-layang; Berlari kubawa ke tanah lapang; Hati gembira dan riang. Belajar dan bermain seperti permainan layang-layang pasti menarik serta menyenangkan.

Metode pembelajaran di rumah, mengambil keputusan bersama dan dijalani bersama pada seluruh anggota keluarga. Kesepakatan dibentuk untuk menetapkan jadwal belajar mandiri. Hanya satu keputusan tidak ada mengenal toleransi, wajib setiap peserta didik beribadah mendirikan sholat lima waktu walau belajar di rumah.

Tanamkan Tuhan ada dimana-mana. Sampaikan padanya,” Tuhan yang sama baik di sekolah ataupun di rumah”. Jangan sampai anak meninggalkan sholat, sebab kebiasan sholat lima waktu menjadi menu wajib di sekolah berasrama. Sepakati aturan itu baik libur dan tidak libur sekolah, sholat lima waktu wajib ditegakkan.

Sesuai perintahnya, setiap orangtua wajib menanamkan aqidah yang lurus pada putra-putrinya. Dalam surat Luqman ayat 13 berarti “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.

Kupotong sama panjang. Aturan berlaku umum untuk seluruh anggota pembelajaran di rumah. Jam wajib belajar aturan umumnya: televisi di matikan, gawai nada silent, dan tidak boleh terima tamu. Begitu masuk ruang belajar mulailah belajar mandiri. Ruang belajar dapat mengoptimalkan semua ruang tamu atau bahkan halaman yang rindang. Semua putra-putri pembelajar dirumah tepat jam 07.30 sampai jam 12.00. Optimalkan waktu yang ada untuk mendampingi anggota pembelajaran.

Ajari belajar bertanggung jawab untuk mengikuti pembelajaran tepat waktu. Tentunya, telah bersih-bersih diri dan mengenakan pakaian ilmu. Kesiapan diri itu, perlu agar terbangun menset belajar mandiri. Beri reward dan punishment agar laju layang-layang terkendali dengan pasti. Sesuai hadits riwayat Abu Dawud, Rasullulloh sabda tentang itu yakni: “Suruhlah anak kalian salat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan salat, maka pukullah ia, dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita)”.

Kuraut dan kutimbang dengan benang. Peran orangtua, meminta semua anggota pembelajaran melapor tugas-tugas pembelajaran yang telah diselesaikan. Berilah tanggapan khusus atas tugas-tugas yang telah diselesaikan. Cari formula khusus bertanya pada kawan atau mbah google akan hasil usaha anggota pembelajaran.

Tugas orangtua mengkomunikasikan kepada sang maestro pembelajaran yaitu sang guru. Bangun komunikasi positif menanyakan atau konfermasi ulang tentang hasil pembelajaran hari ini. Apakah anak saya telah menyesaikan tugas? Ataukah apakah hari ini anak saya telah berpartisipasi dan hadir dalam pembelajaran? Boleh tanyakan via whatsApp (WA) pada bapak ibu guru. Biar ada rutinuitas guru mengevaluasi hasil pembelajaran hari ini.

Evaluasi pembelajaran hari ini, dilakukan hari ini jua. Karena, hari esok akan dimanfaatkan untuk matapelajaran hari esok. Jadi, pekerjaan tambahan bagi orangtua siswa setiap hari memantau anak-anak belajar mandiri dengan tertib di rumah.

Bagi guru-guru juga, berlaku sama mengevaluasi harian bagi peserta didik hukumnya wajib. Hasil dari evalusi harian, jika ada peserta didik yang memerlukan tindakan khusus segera bangun komunikasi dengan orangtua dan wali kelasnya. Jangan menunda pekerjaan ini, biar orangtua atau walikelasnya segera mencarikan solusi yang tepat.

Kujadikan layang-layang. Teknik metode pembelajaran mandiri ini agar menjadi pembiasaan. Semua unsur pendidik harus kreatif dan inovatif mewujudkan pembisaan BDR. Para pihak bergandengtangan menyesaikan masalah ini. Bersama pengelola membuat kebijakan, orangtua sebagai pendamping pembelajaran, dan guru sebagai pembimbing pembelajar, serta masyarakat menciptakan lingkungan pembelajar. Kita tidak boleh berpangku tangan, untuk menjadikan layang-layang enak dipandang dan elok terbang bersama awan. Membuat hatiku gembira dan riang.

Bermain berlari, ajak semua para pihak mengambil peran untuk menaikkan layang-layang. Kekompakan dan keharmonisan semua pihak sesuai dengan kewenangannya guna mewujudkan semua impian. Bawa dia, kemana ia terbang akan terikat kuat sesuai aturan.

Kadang si layang-layang di los dapat menukik dan melenggang seindah ia melayang. Begitu mendekati bahaya, kita tarik kuat-kuat agar terbangnya terarah dan terkendali. Begitulah, mendidik si buah hati benar-benar agar merasa terjaga dan terawasi.

Lakukan pengawasan dengan sentuhan hati. Ajak layang-layang itu, kau bawa ke tanah lapang. Ajari ia untuk berbuat sesuatu yang positif. Ajak ia ke tempat kerja untuk memahamkan bagaimana kita bekerja, agar ia mampu menalar bagaimana esok mau seperti apa.

Berikan contoh kerja yang nyata padanya, agar ia mampu menentukan gambaran masa depan. Layang-layang itu punya kendali yang mampu mencontoh sesuai yang dituju. Jadi, beri tauladan terbaik dalam bekerja untuk anak-anak kita. Sekali-kali kenalkan putra-putrimu dan ajak dalam berkarya agar mereka mampu menghargai proses kerja.

Mereka akan mengukir kenangan emas dalam memorinya. Memorinya mencatat orangtuanya bekerja dengan sungguh-sungguh demi membesarkan dirinya. Terpatri dalam pikiran bahwa ia mampu setangguh bapak dan ibunya.

Ada pertemuan berkualitas antara orangtua bersama putra-putrinya untuk saling menjaga dan menumbuhkan kasih sayang. Kasih sayang itu muncul karena terikat dalam ikatan nyata. Ikatan yang mendasar cinta dan benci karena-Nya itulah penguat rasa.

Ikatan itu, mampu membawa layang-layang terbang bersama. Dalam rangka menggapai ridlonya pasti akan bahagia bersama. Hai, layang-layangku mari mengangkasa bersama.

Saya berlari ke lapangan terbuka
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hati yang bahagia dan ceria
Hati gembira dan riang

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *