Awas!! Jangan Sampai Terjangkit Sifat Lemah dan Malas!
Oleh : Abdul Mutolib Al Jabaly

Pernahkan Anda mengajak seseorang untuk aktif di kegiatan organisasi, atau kegiatan sosial, atau melakukan suatu gerakan yang positif, lalu dia merespon dan berkata, ”Malas ah, saya ini orangnya pengen santai aja dan tidak kebanyakan kegiatan”.? Atau pernahkan Anda memukan orang yang menolak diberi tugas atau tantangan dan dengan serta merta berkata, “Saya tidak mampu,” atau “saya tidak bisa.”?

Itulah di antara ciri orang yang terjangkit sifat malas dan lemah. Sifat malas dan lemah merupakan penyakit mental yang menjangkit banyak orang dan menjadi musuh kesuksesan. Banyak orang yang disodorkan suatu tantangan pekerjaan, tetapi ia memilih untuk menghindarinya. Tidak sedikit juga orang yang susah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadanya, meskipun memiliki waktu yang luang. Atau kalaupun pekerjaan itu selesai , tetapi selalu di akhir deadline dengan kualitas yang seadanya.

Islam mencela sikap malas dan lemah. Islam mengajarkan semangat dan produktivitas dalam beramal di samping keikhlasan. Nabi Muhammad saw. mengajari kita doa agar terhindar dari sikap malas dan lemah. Beliau mengajari doa : اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ(Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas).

Dalam ilmu psikologi malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan. Sifat malas bukan sifat bawaan manusia dan bukan pula kondisi yang berada di luar ikhtiar manusia sehingga manusia tidak bisa menghindarinya. Wujud kemalasan bisa bermacam-macam, seperti tidak tekun, tidak disiplin, menunda-nunda suatu pekerjaan, dan menolak tugas atau kewajiban. Kemalasan juga terjadi dalam pemikiran yang berwujud kemalasan untuk menggunakan akal untuk mencari ilmu dan memikirkan ayat-ayat Allah baik yang qur’aniyyah maupun yang kauniyyah.

Sifat malas di dalam Alquran dikaitkan dengan sifat kemunafikan. Orang munafik dicirikan malas mengerjalan salat. Alquran ingin menunjukkan bahwa sifat malas beribadah lahir dari lemahnya iman. Sedangkan penampakan yang paling sempurna dari keimanan dan ubidiyah seorang hamba kepada Allah Swt. adalah amaliah salat.

Malas adalah penyakit mental yang berbahaya dan menjadi penghalang kesuksesan baik dalam urusan dunia, maupun akhirat. Sikap malas menjadikan kita tidak mau berpikir keras, dan bekerja keras. Sikap malas menjadikan kita membuang kesempatan untuk berkarya dan beramal, dan setiap kesempatan yang hilang tidak akan pernah diraih lagi. Sikap malas juga menjadikan kita susah menata hidup dengan baik, sehingga hidup menjadi berantakan, tugas-tugas menjadi terbengkalai, dan pada akhirnya menyebabkan penyakit lemah (al-ajzu), yaitu ketidakmampuan melakukan kewajiban.

Karena sifat malas banyak orang yang tidak dapat meraih cita-cita yang diinginkan, karena orang malas biasanya hanya memiliki angan-angan tapi tidak bisa mewujudkannya. Ingin kaya tetapi tidak bersungguh-sungguh dalam bekerja. Ingin sukses tetapi tidak seirus dan tidak tekun dalam belajar. Ingin masuk surga tetapi tidak bersungguh-sungguh dalam beramal. Maka keinginan dan cita-cita hanya menjadi angan-angan semata.

Dalam pepatah Arab dikatakan : مَنْ بَذَرَ بَذْرَةَ لَيْتَ نَبَتَتْ لَهُ شَجَرَةَ لَعَلَّى وَيَقْطِفُ فِيْهَا ثَمْرَةَ الخَيْبَةِ وَالنَّدَامَةَ(Barang siapa menanam benih “moga-moga” maka akan tumbuh pohon “ mudah-mudahan” dan ia akan memetik kegagalan dan penyesalan)
Malas juga menjadi virus yang menular.

Sebuah penelitian di Prancis mengungkapkan bahwa karakter kemalasan bisa menular. Penelitian ini tampaknya terkonfirmasi dalam realitas kehidupan di sekitar kita. Banyak orang yang awalnya rajin dan tekun kemudian menjadi pemalas karena berada di lingkungan pemalas. Oleh karena itu dalam pepatah Arab dikatakan pula: مَنْ جَالَسَ جَانَسَ (Barang siapa sering bergaul dengan seseorang, maka ia akan tertular sifatnya). Oleh karena itu, waspadalah!, waspadalah!!

Abdul Mutolib
Guru Madrasah Aliyah Program Khusus Surakarta

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *