Membaca Subuh
Oleh : Moh. Anis Romzi

Katakanlah (Muhammad) aku berlindung dari rabb yang menguasai waktu subuh. Satu ayat pertama dalam Qs. Al- Falaq. Sebuah pelajaran untuk kita umat Muhammad. Rasul diajar Jibril untuk selalu memohon perlindungan dari kejamnya waktu subuh.

Kenapa dengan subuh? Allah penguasa atas segala makhluk. Makhluk dapat mengantar kejahatan kepada sesamanya. Namun tidak satu pun yang dapat memberi manfaat dan bahaya selain dengan izin-Nya.

Saat hening ada rasa keindahan menghadap-Nya. Dalam kesegaran badan menghadirkan rasa syukur yang tak berkesudahan. Serasa berkomunikasi tunggal dengan Sang Maha Rahmaan. Perasaan selalu dilihat oleh-Nya adalah derajat yang tinggi. Apalagi apabila dalam ibadah kita seolah kita melihat-Nya. Jika tidak seperti itu, yakinlah bahwa Ia melihat kita.

Waktu subuh waktu terindah. Ia adalah waktu paling menenangkan menghadap Allah dalam salat. Zikir dalam ketenangan merupakan sarana kontemplasi yang lebih mendalam. Waktu ini pula yang mudah untuk menghadirkan kekhusyuan. Tenangnya waktu subuh adalah hadiah mewah dari Sang Maha Pencipta.

Pun waktu subuh memerlukan kewaspadaan. Sahabat Umar bin Khattab dan Ali r.a wafat terbunuh di waktu ini. Karena tenangnya waktu ini membawa kepada keterlenaan. Rasa kantuk yang menggoda, mata lengket, bahkan rayuan setan untuk tetap memejamkan mata senantiasa ada. Banyak kejahatan terjadi pada waktu ini. Lanjutan dari QS. Al-Falaq 2-5: diwaktu subuh kita diminta untuk memohon perlindungan dari kejahatan makhluk, kejahatan malam dalam gulita, kejahatan para penyihir wanita yang sedang beraksi, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

Saya mendengar suara Tarhim dari pengeras suara masjid sebelum azan subuh. Sebuah salawat kepada nabi agung Muhammad Saw. Wahai rasulullah makhluk terbaik ciptaan-Nya.

Kumandang azan bersahutan dari masjid dan misalnya desa. Ini adalah anugerah dari Sang Maha Rahman. Betapa nikmat hidup dengan iman di hati dari-Nya. Nikmat tertinggi yang harus disyukuri.

Dua rakaat sebelum subuh yang senilai dunia dengan isinya. Bahkan lebih baik. Hadiah bagi sesiapa yang mau mengerjakannya. Murah,mudah dan bermakna. Ganti dari Allah yang tiada tara untuk hamba-Nya yang mau berusaha. Subuh menghadirkan pahala. Kejarlah subuh, jangan tertinggal.

Bangun sebelum subuh adalah hal positif. Ia dapat melahirkan kesehatan dan kebugaran. Dengan catatan bahwa tidur yang didapatkan berkualitas. Tidur berkualitas dimulai dari ketenangan jiwa. Ketenangan dimulai dari kebersihan. Tuntunan nabi dimulai dengan wudu dan doa. Dua hal inilah yang menenangkan jiwa.

Saat sebelum subuh adalah waktu mustajab untuk berdoa. Itu adalah sepertiga malam yang terakhir. Allah perintahkan di waktu malam untuk beribadah tahajud. Dengan ini Allah tinggikan hamba-Nya di tempat yang terpuji. Untuk mendapatkan haris melewati proses riyadah. Yaitu proses pemaksaan dan pelatihan menuju kebiasaan. Make habit at first, at last it will ask you.

Namun menjaga subuh tidaklah semudah membalikkan tangan. Fakta di lapangan bahwa waktu subuh adalah waktu tersepi salat berjamaah. Upayakanlah karena ada hadiah yang lebih baik dari dunia dan isinya. Hadiah adalah penyemangat untuk beramal. Setelah berjumpa dengan pemilik hadiah semua akan tiada artinya di hadapan-Nya.

Jangan sia-siakan waktu subuh. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Allah pun bersumpah demi waktu subuh saat fajar menyingsing. Bangunlah pagi agar badan sehat. Jangan tidur setelah subuh karena tidur setelah fajar adalah tidur ‘ailulah. Yaitu tidur yang mewariskan lupa.
Katingan, 3 Juli 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *