Ladang Kehidupan

Oleh: Maryati Arifuddin

Ladang yang cara mengolahnya mampu menumbuhkan kecintaan bagi yang memandangnya. Hasilnya bisa dipetik oleh siapa saja, apalagi penggarapnya. Bagaimanakah cara menggarapnya? Jenis-jenisnya seperti apa?

Jenis-jenis Ladang Kehidupan
Semua yang hidup pasti diuji, agar mampu mencapai kemuliaan. Sungguh setiap ujian atau musibah adalah bentuk kasih sayang Sang Pencipta bagi hambanya yang terpilih. Tinggal umatnyalah yang menyikapinya, mau menundukkan ujian itu dengan kesabaran atau kemarahan. Dalam hadits disampaikan, “Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya”.

Sebenarnya ladang kehidupan itu sungguh berupa ujian-ujian atau musibah yang menimpa seluruh umat manusia. Jenis-jenis ujian dapat berbentuk: kematian, sakit, atau kesulitan ekonomi, dan bahkan bisa bersumber dari rezeki yang berlimpah serta anak keturunannya, dll. Sang Khalik memberi ujian bagi manusia berbeda-beda tingkatannya. Alloh SWT memahami benar Dia akan menguji makhluknya sesuai dengan kesanggupannya. Hal ini, sesuai surat Al Baqarah ayat 286 bahwa Allah tak membebani hamba kecuali menurut kemampuannya.

Saat ini, tergantung seseoranglah bagaimana menyikapi ujian itu. Masing-masing orang berbeda cara dalam menyikapinya. Mari kita, mengenal ladangnya dengan cara yang bijak. Sehingga, ladang tersebut mampu menghasil manfaat bagi diri dan orang lain.

Jangan dikira kalau musibah itu hanya pada perkara-perkara yang besar saja seperti kematian atau perceraian. Sungguh setiap perkara yang membuat dirimu merasakan sedih ketika kehilangan darinya, maka itulah yang dinamakan musibah. Pernah suatu hari tali sendalnya putus Umar bin Khatab semoga Allah meridhainya, maka beliau pun mengucapkan kalimat istirja’ lalu mengatakan: “Setiap kejadian buruk yang menimpamu maka itu adalah musibah”.

Kalimat Istirja’ biasanya diucapkan apabila menerima kabar dukacita. Umat Islam meyakini bahwa Allah SWT yang memberikan dan Dia jugalah yang mengambil untuk menguji umatnya. Oleh karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan atas segala yang mereka terima.

Sesuai surat Al Baqarah ayat 156 orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” yang berarti “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali”.

Menyikapi Ladang Kehidupan
Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.

Solusi mengatasi masalah beriman pada-Nya dan berjihad atau bersungguh-sungguh dijalannya. Ladang kehidupan yang tidak akan pernah kering yaitu berjihad. Berjihad untuk bangkit dari kemiskinan, berjihad dalam mendidik dan membesarkan buah hati, berjihad mengobati sakit yang bertahun-tahun, berjihad membebas diri dari kebodohan, berjihad merawat orang tua yang tak berdaya. Berjihad dengan penuh kesungguhan menyelesaikan amanah yang diembannya. Sungguh, itulah ladang kehidupan yang sesungguhnya.

Rambu-rambu telah jelas agar terselesaikan ujian yaitu dengan ihtiar dan doa. Jika tidak mampu mengatasinya, kembalikan pada sang pemiliknya. Yakinlah, dengan usaha sungguh-sungguh dan lantunan doa yang dipanjatkan pasti ada solusi menyesaikan masalah.

Sesuai At Thalaq ayat satu dan dua yang berarti, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar dan Allah akan beri rezeki dari arah yang tidak dia sangka”. Pasrahkan diri secara total, sampaikan keluh dan kesah kehidupan ini dengan pemilik kehidupan Alloh SWT.

Langkah selanjutnya, tetap selalu bersabar dan tetap bersyukur tidak perlu mengeluh. Jika mengeluh, keluhkan semua masalahmu pada detik-detik sujudmu. Sikap sabar sendiri mempunyai makna yang dalam yaitu berhenti bersama musibah dengan cara menyikapi secara terbaik.

Sungguh sangat menakjubkan perkaranya seorang mukmin itu. Semua perkaranya baik, dan tidak ada pada seorang pun melainkan hanya seorang mukmin. Jika dirinya mendapat reziki dia bersyukur maka itu baik baginya dan jika dirinya ditimpa musibah lalu bersabar itu juga baik baginya. Bagaimana ladang kehidupan mampu dirasakan hasilnya?

Menyikapi Belajar Di Rumah
Seorang anak tidak bisa memilih dengan siapa ia akan dilahirkan. Orangtua si anaklah yang bisa memilih dan menentukan dengan siapa hati ini ditambatkan di masa lalunya. Jangan salahkan mereka, jika berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan orangtuanya. Berdirilah sama tinggi dan duduk sama rendah, untuk mencari solusi terbaik buat putra-putri kita. Percayalah setiap orang punya ladang amal yang berbeda-beda. Lakukan yang terbaik untuk mencari ridha-Nya.

Sebelum terlambat dan jauh melangkah, dudukkan setiap ujian sesuai porsinya. Ujian dalam menjalani kehidupan itulah ladang pengabdian pada-Nya. Jalani, cari solusi dan susun alternatif untuk mengolah ladang kehidupan agar mampu memancarkan warna yang semerbak nan wangi. Mari kita ciptakan prakondisi pembelajaran di rumah.

Referensi:
https://rumaysho.com/27-inilah-hikmah-di-balik-cobaan-yang-belum-engkau-tahu.html
https://islam.nu.or.id/post/read/70946/kadar-beban-allah-untuk-hamba

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *