Bangun Kualitas Hidup dengan Pergaulan yang Tepat

Oleh: Abdul Mutolib Aljabaly

Memiliki teman pergaulan yang banyak dan luas tentu menjadi kebangaan tersendiri bagi setiap orang. Apalagi di era media sosial (medsos) seperti sekarang ini. Media sosial tidak lagi sekedar sarana komunikasi, tetapi juga menjadi sarana memperoleh kesenangan diri. Mendapakan like sebanyak-banyaknya dari status medsos menjadi kegemaran banyak orang. Bahkan banyak orang yang menjadi ketagihan untuk berburu like dan coment.

Dalam ilmu psikologi kegemaran tersebut terjadi karena adanya hormon dopamin. Hormon ini bertanggung jawab atas rasa gembira jatuh cinta, dan percaya diri. Orang yang mendapat like akan merasa gembira dan bersemangat serta ketagihan.

Tapi bukan masalah ketagihan like yang akan menjadi fokus tulisan ini. Tulisan ini akan fokus pada masalah memilih teman baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Teman tidak hanya cermin seseorang, tetapi juga menjadi lingkaran hidup yang dapat mempengaruhi langkah hidup kita. Nabi Muhammad saw bersabda:
“ الْمَرْءُ على دِين خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُم مَنْ يُخَالِلْ”
Orang itu berada dalam agama kawannya maka hendaklah ia melihat dengan siapa berkawan (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Bahyak hadis Nabi yang serupa maknanya. Intinya menegaskan betapa pentingnya memilih teman pergaulan.

Teman atau sahabat adalah keluarga kedua tempat berbagi banyak hal. Sebagian orang ada yang lebih banyak berbagi dan menyerap banyak hal dari teman pergaulan dari pada keluarga. Teman menjadi sumber inspirasi dan sumber belajar banyak hal.
Jika kita memiliki teman pergaulan yang tepat maka hal itu menjadi modal luar biasa untuk membangun kehidupan kita yang berkualitas. Teman pergaulan yang tepat akan memberi energi dan asupan positif untuk kehidupan yang lebih baik. Tetapi kalau sebaliknya, maka kita akan terjebak pada lingkaran pergaulan yang negatif dan bisa menjadi racun bagi kehidupan kita.

Kalau dalam hadis teman yang baik itu seperti penjual minyak wangi. Kita bisa membeli minyak wangi darinya atau kalau tidak, kita tetap mendapat bau harumnya. Artinya kita mendapatkan banyak ilmu, hikmah, manfaat dan banyak kebaikan. Seandainya kita tidak menyerap kebaikan darinya kita mendapat nama baik.

Sedangkan teman yang buruk seperti pande besi. Ketika kita berteman dengan pande besi maka kita akan mendapat percikan api atau minimal bau asap yang tidak sedap. Artinya kita akan mendapatkan percikan keburukan berupa pengaruh buruk bagi perilaku dan tabiat kita atau mininal kita mendapat nama buruk karena bergaul dengan teman yang buruk.

Hal inilah yang umumnya disadari oleh orang-orang sukses. Orang-orang sukses umumnya membangun pergaulan yang berkualitas. Penelitian Thomas C. Corley terhadap 177 orang sukses di dunia, salah satu kunci kesuksesan mereka adalah kemampun memilih teman yang dapat mendukung cita-cita mereka.

Lalu, kriteria teman pergaulan yang baik yang mampu meningkatkan kualitas hidup kita itu seperti apa?

Pertama, teman yang bisa memahami kita. Dalam banyak hal kita kadang harus menolak ajakan teman. Teman yang baik bisa mengerti ketika kita menolak ajakan yang kita anggap kurang tepat baik dari segi tujuan atau momennya.
Kedua, teman yang memberi semangat. Bully-an dalam pertemanan kadang menjadi bumbu penyedap. Tapi ibaratnya ketika kita jatuh, ngakaknya sekali dan selebihnya memberi semangat.

Ketiga, teman yang bisa memberi asupan ilmu, inspirasi, dan hal-hal positif lainnya. Apa gunanya kita memiliki teman pergaulan yang luas tetapi tidak memberi sumbang sih apa-apa bagi perbaikan hidup kita. Pepatah kuno mengatakan, “musuh yang berakal lebih baik daripada teman yang bodoh”.

Keempat, teman yang memiliki tujuan yang sama. Teman yang memiliki tujuan yang sama memungkinkan kita bekerjasama merajut kesuksesan. Seseorang yang ingin sukses di bidang bisnis akan sangat terbantu jika memiliki teman yang memiliki tujuan yang sama dan bisa bekerja sama. Dalam bidang apa pun membangun kerjasama atau kemitraan atau networking sangat dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan. Allah Swt. Juga mencintai kerjasama (jamaah) dan melimpahkan keberkahan atas orang yang berjamaah.

Di era medsos sekarang ini tantangan pergaulan menjadi bertambah. Namun demikian medsos juga memberi peluang besar bagi kita untuk mengembangkan kualitas diri. Oleh karena itu kuncinya ada pada kebijakan kita dalam berteman di medsos.

Selektif memilih teman adalah langkah bijak pertama yang harus kita lakukan. Bertemanlah dengan orang yang sudah kita kenal atau paling tidak kenali dulu orang yang akan kita tambahkan dalam pertemanan kita. Jika kita salah melangkah dan asal memperbanyak teman maka berpotensi mendatangkan banyak masalah dalam ruang medsos kita.

Selain itu, mengikuti akun -akun yang dapat memberi nilai kebaikan dan kemanfaatan bagi kehidupan kita merupakan langkah yang sangat perlu untuk kita lakukan. Di medsos tersedia banyak group atau komunitas yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup kita sesusi dengan minat kita.

Hal lain yang perlu kita lakukan adalah menyaring postingan di ruang medsos kita dan menghapus hal-hal yang tidak bermanfaat.

Ingat! Berteman dengan orang baik mewariskan kebaikan, berteman dengan orang buruk mewariskan penyesalan. Pepatah juga mengatakan, “Show me your friend I’ll show your future.”
Wallahu a’lamu bis shawab.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *