HIDUP DI ATAS PUTARAN RODA

Oleh: Nurjanah Lubis


“Life is like riding a bicycle, to keep your balance , you must keep moving” (Albert Einsten)

Membaca sebuah Quote tentang roda yang diungkapkan Bang Azwar Richard Kalimat :
Putaran roda mengingatkan kita bahwa hidup berputar, silih berganti di atas dan di bawah. Kadang senang, kadang sedih sekarang kaya esok bisa jadi jatuh miskin, kuncinya hanya bersyukur.
mengingatkanku tentang quote dari kalangan penggemar sepeda atau yang disebut sebagai goweser. (Asal kata gowes kalau dicari di Kamus Bahasa Indonesia mungkin tak ada, itu adalah bahasa gaul yang dipopulerkan oleh Indra Bekti & Indri Barens. Gowes dapat berarti jalan-jalan naik sepeda atau Pergi sepedaan bareng-bareng dengan teman, atau dalam bahasa Inggris (Go West ) artinya pergi ke barat.)
Quote goweser berbunyi seperti ungkapan Einsten di awal :
Hidup ini seperti mengendarai sepeda, untuk menjaga keseimbangan, kita harus tetap mengayuh
Ada lagi quote seperti ini
Hidup seperti mengayuh sepeda, teruslah bergerak agar kamu tidak terjatuh.

Sepeda memiliki roda umumnya 2 (dua). Buat yang baru belajar ada tambahan roda kecil di kanan dan/atau kiri roda belakang. Dengan mengayuhkan pedal dan menjaga keseimbangan tubuh kita, sepeda yang kita kayuh akan bergerak maju. Bila keseimbangan terganggu atau oleng sedikit saja, kita akan terjatuh.

Soal kecepatan, tergantung keinginan dan kemampuan. Apakah kita ingin bergerak perlahan santai menikmati setiap kayuhan pedal yang kita gerakan atau bergerak cepat melesat melaju secepat mungkin untuk mencapai garis finish seperti dalam perlombaan. Apakah tubuh kita mampu mengayuh cepat dan terus menerus melibatkan seluruh bagian tubuh kita secara maksimal, terutama jantung dan paru-paru. Atau hanya mengayuh beberapa kali lalu berhenti dan tetap duduk santai di atas sadel, menikmati putaran roda yang ada di bawah kendali kita.

Lingkungan pun dapat kita pilih bila ingin gowes. Jalanan mulus di kota atau berbatuan (offroad). Pemandangan alam asri atau kota dengan gedung-gedung tinggi dan taman artifisial. Jenis sepeda juga dapat disesuaikan dengan kantong dan lintasan yang sering kita jalani .

Itu praktek bersepeda atau gowes, sebagai sekapur sirih untuk bicara roda, putarannya, keseimbangan dan hidup yang saling berkaitan. Roda merupakan bagian penting dari sepeda dan melahirkan kata bijak tentang kehidupan.

Roda merupakan penemuan terbesar umat manusia yang mempunyai peranan dalam usaha manusia melakukan pengangkutan dan transportasi. Dari sejarah perkembangannya, manusia awalnya harus mengangkut atau memikul beban sendiri, kemudian manusia memanfaatkan hewan. Beban dipindahkan kepada hewan untuk dibawa atau ditarik. Dengan kemampuan akalnya, kemudian dibuatlah alat untuk memindahkan barang lebih mudah dengan cara meletakkan benda yang dapat bergulir atau menggelinding. Dikemudian hari dengan perbaikan dan penyempurnaan, serta kebutuhan untuk efisiensi pengangkutan dan transportasi jadilah benda yang bergulir itu disebut roda.

Roda mulai dikenal sekitar 3500 sebelum masehi oleh bangsa Sumeria di wilayah Mesopotamia yang sekarang dikenal sebagai Irak. Selain itu bangsa Mesir juga menggunakan balok kayu untuk memindahkan beban berat saat membangun piramida. Ribuan tahun kemudian roda dikembangkan dengan dibuatkan jari-jari agar lebih praktis, lalu tepiannya di buat dari tembaga atau besi dan dibuatlah lapisan karet sebagai pelindung yang disebut ban. Tahun 1895 ban berisi udara untuk roda diperkenalkan Andre dan Eduard Michelin, usahawan dari Prancis. Roda pun menjadi semakin nyaman untuk digulirkan untuk berbagai jenis kendaraan, sepeda, motor, mobil, maupun pesawat.

Bila kita buat satu titik dan memperhatikan putaran roda, titik itu akan bergerak dari puncak turun ke bawah sampai titik paling bawah, kemudian akan naik ke atas sampai titik paling atas. Kembali lagi bergerak turun ke bawah sampai titik paling bawah, lalu naik ke atas sampai titik paling atas begitu seterusnya. Konsisten berputar.

Roda menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, putarannya mengilhami manusia tentang kehidupan. Orang jawa menyebut roda berputar sebagai Cakra manggilingan. Cakra artinya cakram atau roda, dan kata manggilingan berasal dari kata giling, yang artinya berputar.

Seperti putaran roda seperti itu pula konon kehidupan manusia, ada saatnya manusia berada pada posisi atas. Lain waktu menurun dan ada di posisi bawah, kemudian dapat kembali naik. Menurut Bang Azwar, Kadang senang, kadang sedih, sekarang kaya esok bisa jadi jatuh miskin. Namun bisa jadi yang ada di atas akan tetap di atas, yang di bawah akan tetap di bawah. Roda tidak bergerak. Seorang raja akan tetap menjadi raja. Seorang bawahan akan tetap menjadi bawahan.

Dalam praktek sehari-hari di masa sekarang ini, roda melekat pada kendaraan menjadi bagian dari aktivitas manusia sebagai moda transportasi. Manusia modern bergerak berlomba dengan waktu membutuhkan kendaraan yang rodanya dapat bergulir cepat dan nyaman. Sepeda, motor, mobil, pesawat adalah pilihan kendaraan yang menggunakan roda, yang akan membawa manusia pergi kemana dia inginkan dengan lebih cepat. Ke tempat kerja, keluarga, ataupun rekreasi, termasuk berolah raga.

Sepeda selain sebagai alat transportasi, saat ini juga menjadi salah satu opsi yang diambil oleh masyarakat umum untuk berolah raga. Pilihan berolah raga sepeda membantu orang memiliki daya tahan tubuh prima untuk bertahan dari penyakit yang sedang melanda dunia.

Sepeda memiliki nilai ganda, diantaranya melatih kualitas otot, dapat menjaga kesehatan dan kebugaran, serta dapat dipakai berekreasi untuk mengurangi stres. Mengendarai sepeda juga mudah, hanya diperlukan keseimbangan tubuh. Pengendara cukup duduk di atas sadel, menjaga keseimbangan dan mengendalikan putaran roda serta mengayuhnya.

Bila dikaitan dengan kehidupan, pelajaran yang dapat diambil dari bersepeda adalah Hidup ini seperti mengendarai sepeda, untuk menjaga keseimbangan, kita harus tetap mengayuh.

Jadi kayuhlah sepeda, jagalah keseimbangan maka kita akan melaju menjalani hidup, apapun kondisi medan yang kita alami. Selama roda bergulir di bawah kendali, kita dapat menjalani hidup senyaman mengendarai sepeda.

0Shares

By Admin

One thought on “HIDUP DI ATAS PUTARAN RODA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *