Mutiara Yang Hilang
MaryatiArifudin, 21 Juni 2020

Semua manusia menginginkan kehidupannya diliputi oleh kebaikan. Namun, banyak manusia yang tidak mengerti cara mendapatkannya. Mengapa setiap insan menginginkan kebaikan? Bagaimana mendapatkan kebaikan?

Setiap jiwa secara fitrah suci, sehingga mudah menerima kebaikan. Tergantung orang tuanya, mau dibuat putih atau hitam. Sesuai hadits diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir. Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafaz, ” Setiap manusia dilahirkan oleh ibunya di atas fitrah. Jadi, sikap kedua orang tuanya yang membetuk watak si anak. Jangan berharap anaknya baik, jika orang tua tidak baik. Ketauladanan orangtua akan melahirkan ke pribadian si anak. Sholehkan pribadi orang tuanya baru sang anak mengikutinya.

Ingatlah kisah para nabi, mereka berwasiat pada anaknya. Mereka memberi contoh ketauladannya dalam bentuk ketaatan pada Rabb-Nya. Sehingga, saat hidup selalu mengingatkan agar selalu bertaqwa dan mempertahankan keyakinannya. Nabi Ibrahim saat hidup, selalu memastikan anaknya tidak keluar dari ajaran yang lurus. Sesuai Surah Al Baqarah ayat 132 yang berarti, ” Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Bahkan Nabi Yakub saat sakaratul mautpun masih berpesan pada anak keturunannya agar keislamannya tetap terjaga. Sesuai surat Al Baqarah ayat 133 yang berarti ,” Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”

Para nabi selalu mengingatkan pada keturunnya, untuk menjaga keyakinan. Mereka semua takut, anak keturunannya meninggalkan ajaran yang lurus. Sehingga yang dipesankan saat meninggal bukan warisan harta dan kemewahan, namun takutnya kehilangan keimanan. Para Ambiya itu, takut anak keturunannya kehilangan mutiara yang berharga. Dibalik wasiat para ambiya, ada pesan khusus untuk semua orang agar mewariskan mutiara itu pada keturunannya. Bagaimana cara mewariskan agar mutiara tidak tergadaikan?

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kata pepatah mengibaratkan. Alam telah memberi isyarat, berusaha mensholehkan diri sambil mengajak dalam satu kebaikan dengan ketauladanan. Impossible, memerintahkan anak-anak untuk pergi ke masjid sementara orangtua duduk asik nonton televisi. Gak mungkin, perintah itu akan dilaksanakan. Anak-anakmu akan terpaksa mendirikan sholat karena keterpaksaan. Tanggung jawab anak terletak pada kedua orangtuanya. Hadits riwayat Buhari yaitu, “Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Maka, mari kita berbenah diri untuk berbuat yang terbaik dalam menjalani kehidupan. Apa sesungguhnya kebaikan itu?

Dalam surah An Nahl ayat 30 disebutkan bahwa kebaikan itu adalah ajaran yang lurus ditujukan bagi seorang hamba yang bertaqwa. Hamba itu adalah makhluk yang mengabdi secara total pada Sang Penciptanya. Mereka menyadari sesungguh hati bahwa sholatnya, ibadahnya, hidupnya, dan kematiannya hanya untuk Alloh Semata. Tidak ada Illah selain Alloh. Sesuai surat Al An’am Ayat 162 yang berarti, “Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Sungguh dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, Tafsir Quran Surat An-Nahl Ayat 30. Penghambaan total dari seorang hamba terhadap ajaran yang dibawa oleh Rasululloh SWA adalah kebenaran, mereka jalani dengan ketaatan dan kesabaran akan melahir kebahagian dunia dan akherat. Jadi, sesunngungnya kebenaran itu adalah ajaran dari Tuhannya yang dibawa oleh Rasululloh.

Apabila anda menginginkan kebaikan maka ikutilah petunjuk dari Alloh yang Maha Baik. Hal ini, terdapat dalam surah Al An”am ayat 125 yaitu yang dimaksud dengan kebaikan itu adalah petunjuk atau hidayah lihat ayat berikut :

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجٗا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ
Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Jadi jelas sudah kebaikan itu.

Renungkan! Sesungguhnya ajaran islam itu mutiara. Al Khoir adalah islam ajaran yang lurus mengantarkan manusia kepada kebaikan. Ajaran terbaik untuk manusia karena ajarannya sempurna. Tinggal penganutnya saja yang menentukan kesempurnaan itu. Kesempurnaannya hanya pada lisannyakah? Atau kesempurnaan sampai diamalkah? Atau kesempurnaannya hanya sampai di hati saja. Semua tergantung seseorang yang menganutnya, sampai dimana ajaran yang lurus ini akan diaplikasikan.

Kesempurnaan islam tidak muncul dengan sendirinya, namun harus diusahakan dengan cara mengilmui ajaran itu. Maka belajar agama islam wajib bagi setiap mukmin. Bagaimana mau tahu ajaran yang lurus ini, tetapi tak mau mengilmui atau belajar. Jangan malu untuk belajar, sempatkan setiap hari untuk memperdalam ajaran ini. Banyak cara mengilmunya dan berkumpul dengan orang-orang sholeh. Kenapa harus membangun komunitas dengan orang sholeh?

Lirik Tombo Ati, karya Opick era tahun 2011 begitu menggelitik hati. Ada obat hati ada lima perkara urutan nomor tiga mengatakan berkumpullah dengan orang-orang sholeh. Begitu pentingnya membangun komunitas orang sholeh. Tujuan berkumpul dalam kebaikan itu, agar terjaga amal yang kontinue atau istiqomah di jalan-Nya.

Dalam menjalankan ketaatan itu, keimanan seseorang itu kadang naik dan kadang turun. Disinilah, letak persaudaran dalam islam itu saling memotivasi dalam ketaatan. Jika kita ada yang salah atau ada rasa males, maka saudara kita akan mengingatkan tanpa kita menyadarinya. Dikarenakan, mereka mengingatkan kita tidak banyak bicara namun memberi tauladan yang terbaik. Disinilah! Muncul persaudaraan sejati yang diikat oleh iman.

Persaudaraan itu muncul didasari oleh keimanan, sehingga ketaatan seseorang akan terwarnai dari kesholehan saudara kita. Mereka dalam menjalani ketaatan tidak merasa sendiri. Oleh karena itu, perlunya dorongan amal jama’i untuk melakukan ketaatan itu. Hal inilah, pentingnya berkumpul dengan orang-orang sholeh. Nyanyikan dan amalkan lirik lagu ini secara bertahap, maka kita akan menuai kebaikan dalam hidup. Janji Alloh nyata, Ia tidak akan pernah ingkar janji.

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan, moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi

Ketaatan di jalan-Nya sangat memerlukan niat yang kuat dalam diri sendiri. Niat itu menentukan keberhasilan seseorang. Bentuk niat saja jika itu kebaikan, maka sudah mendapat pahala. Kasih dan sayangnya Sang Kholik pada makhluknya sangat luar biasa. Baru niat saja udah mendapat satu kebaikan, apalagi jika niat itu ditunaikan maka akan mendapat nilai kebaikan lagi. Mereka yang menunaikan kebaikan diserta niat mendapat dua nilai pahala, namun sedikit orang yang mau menjalani kebaikan. Karena, jalan mencapai kebaikan dan ketaatan terjal dan berliku.

Jalan mencapai kebaikan tentunya dengan mengilmui. Semua kebaikan itu, bersumber dari ajaran yang lurus. Untuk mempelajari ajaran yang mulia ini perlu kesungguhan dan kesabaran. Menuju kebaikan pasti ada kesusuhan, setiap kesusahan pasti ada jalan keluarnya. Maka bersunguh sunguhlah dalam mempelajarinya. Percayalah, alloh akan memudahkan ilmu itu jika kita mempunyai niat yang kuat. Banyak jalan menuju Makaah Al Mukaromah, banyak cara menuju kemuliaan Alloh akan mencarikan jalan terbaik tentunya disertai niat kuat.

Baginda Nabi shallallahu‘alaihi wasallam menyatakannya, “Sesungguhnya agama itu mudah. Dan selamanya agama tidak akan memberatkan seseorang melainkan memudahkannya. Karena itu, luruskanlah, dekatilah, dan berilah kabar gembira! Minta tolonglah kalian di waktu pagi-pagi sekali, siang hari di kala waktu istirahat dan di awal malam,” (HR. al-Bukhari [39] dan Muslim [2816]). Ada syariat yang Allah turunkan kepada umat Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mudah dan tidak sulit. Allah telah mengangkat hal-hal yang memberatkan umat manusia. Sesuai surat Al Baqarah ayat 185, Allah SWT Artinya, “Allah menghendaki kalian kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan”.

Ajaran yang mulia bersumber dari kebaikan ini, mudah dan tidak menyulitkan. Wasiatkan kebaikan dan kebenaran ini kepada anak cucu kita. Jangan sampai mutiara ini hilang atau tergadaikan. Tanpa mutiara ini, mereka akan tersesat dan menjadi makhluk yang terhina.

Referensi:
 https://tafsirweb.com/2286-quran-surat-al-anam-ayat-162.html
 https://tafsirweb.com/4378-quran-surat-an-nahl-ayat-30.html
 https://islam.nu.or.id/post/read/113464/islam-itu-agama-yang-mudah–mana-dalilnya–

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *