Maskerku Tersimpan Cerita
MaryatiArifudin, 20 Juni 2020

Omongan sederhana dari kanan-kiri lingkungan sekolah, membuat emak-emak berbuat sesuka-suka. Hari istimewa di kampus SMK tercinta tercipta sesuatu yang istimewa. Walau kerja seperti biasa sesuai protokol new normal kita mampu berkarya jua.

Hampir dua minggu sudah, kami menjalani new normal di sekolah. Namun, tak menghalangi warga sekolah untuk bekerja dan berbuat sesuatu. Hari-hari terwarnai dengan sejuta asa dihadapan kita. Semua, berharap bisa beraktifitas tanpa penghalang di raut muka. Ada manfaat jua si penutup muka.

Saat kerja tidak terasa hati gundah atau ceria, karena tertutup masker di muka. Oranglain, tak banyak prasangka melihat hanya mata. Minimal, mengurangi bicara lebih banyak kerja. Seperti pepatah, sedikit bicara banyak kerja. Atau sesuai hadits Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”. Dalam maskerku tersimpan banyak cerita, ku untai kata perkata membuat suatu karya. Mau kusampaikan karyaku untuk saudaraku tercinta.

Tumben hari ini ku kerja sedikit bicara, mungkin karena pasca corona. Tidak banyak kata, ku lewati senja dengan memperhatikan sekeliling lokasi kerja. Ku temukan seonggok air di suatu warga. Tanpa kata-kata, ku bertanya-tanya mengapa drainase lingkunganku tidak sempurna. Ku panggil si empunya tanpa bosasi, apa masalahnya. Kadang disekeliling kita, ada beberapa orang yang lupa akan pentingnya tetangga. Sesungguhnya, tetangga sekitar adalah saudara dekat kita. Ingatlah! Tetanggamu mampu mengantarkanmu ke surga, itulah keuntungan bertetangga. Bagaimanakah mewujudkannya? Apa saja hak-hak tetangga kita?

Adapun hak-hak tetangga yang perlu kita jaga, sesuai hadits diriwayatkan oleh Muslim no.64 yaitu: Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik?” Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. Hadits ini, mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan tangan kita, agar kita semua selamat dunia dan akhirat. Mari, kita bersama-sama selalu berlomba-lomba dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kebenaran. Apa langkah kita?

Renungkanlah! Hak-hak tetangga perlu kita jaga agar tercipta lingkungan yang sehat. Mari kita jaga lingkungan sekitar kita agar nampak asri nan ayu. Nampak asri lingkungannya dan ayu prilaku warganya. Tidak ada saling merendahkan, namun tinggi rendah menjadi satu kesatuan untuk membangun komunitas yang berkeadilan dan berkepribadian. Jadi, permasalahan satu warga menjadi permasalahan kita semua. Mari bergandengtangan menjunjung tinggi jiwa korsa sesuai lagu mars rimbawan yang terlantun oleh peserta didik smk di lingkungan kampus SMK Kehutanan. Lirik lagu mars rimbawan ini bukan hanya angan-angan kosong. Perhatikan! Lirik lagu mars rimbawan, mari kita renungkan dan amalkan dalam kehidupan. Segala masalah pasti akan teratasi karena seberagaman membentuk keseragaman dalam bertindak.

Reff:
Rimba raya, rimba raya.
Indah permai dan mulia
Maha taman tempat kita bekerja.
Pagi petang, siang malam.
Rimba raya berseru.
Bersatulah bersatu, tinggi rendah jadi satu.
Pertolongan selalu
Jauhkanlah sikap kamu.
yang mementingkan diri.
Ingatlah nusa bangsa,
minta supaya dibela.
oleh kamu semua.

Perlu langkahbaru untuk mengatasi masalah drainase agar tepat waktu. Bertepatan dengan membangun prakondi Belajar Di Rumah (BRD), ku ajak masyarakat kampus SMK berbenah. Tercetus program kurve saat momen musyawarah warga sekolah. Gayung bersambut kutetapkan kurve pada hari Jumat berkah. Kadang-kadang, memang masalah membawa berkah. Berkahnya masalah, kelihatannya muncul kekompakan dalam penyelesaian masalah. Bersatulah bersatu tinggi rendah jadi satu, semoga warga sekolah kompak selalu baik jiwa dan hatinya. Bagaimanakah jiwa-jiwa emak-emak zaman now? Apa yang telah mereka perbuat?

Hadits Muslim no 64, telah mengingatkan untuk menjaga lingkungan kita dengan menjaga lisan urutan pertama. Peringatan kedua menjauhkan dari gangguan tangan. Artinya, gangguan lidah lebih tajam dari gangguan tangan. Hati-hati, dengan gangguan lidah berupa perkataan yang tidak terpuji pada saudara kita, akan membuka luka yang sulit diobati. Berbeda, dengan sakit fisik akibat pukulan tangan orang akan mudah sembuh dan tidak meninggalkan luka. Hal inilah, bedanya luka karena lisan membuat orang sulit melupakan. Jika, terlanjut berbuat salah dengan lisan kita, maka segera wajib mohon maaf padanya. Alloh SWT maha pemaaf pada hambanya, ikutilah kita sebagai hambanya segera saling bermaafan. Bagaimanakah pengaruh tangan terhadap seseorang?

Hati-hati jua, pengaruh tangan jika salah memanfaatkan untuk kebaikan akan menjerumuskan ke sengsaraan. Munculnya, keresahan akibat tangan banyak ragamnya. Hukumannya nyata bisa di dunia, apalagi di akherat. Akibat pencurian di dunia siksanya masuk penjara dan di akherat dipotong jangannya. Hati-hati, tangan kita bisa membawa sengsara dunia dan akherat. Bagaimana tangan dapat membawa pengaruh yang luas seperti lisan kita. Salah satunya dengan berkarya lewat tulisan. Dalam sebuah sya’ir disebutkan : Aku menulis dan aku yakin pada saat aku menulisnya Tanganku kan lenyap, namun tulisan tangannku kan abadi. Bila tanganku menulis kebaikan, kan diganjar setimpal Jika tanganku menulis kejelekan, tinggal menunggu balasan. Maksimalkan, potensi fisikmu untuk menginspirasi kebaikan bagi diri dan orang lain. Apa hubungannya dengan kekuatan emak-emak jaman now di lingkunganku? Jangan salah bahwa emak-emak kita tidak pernah ngrumpi tapi kami mengoptimalkan kekuatan tangan kami untuk sesuatu yang berarti. Wahai sahabatku, mau bukti nih.

Disaat sibuk kurve Jum’at berkah. Para babe-babe bersih-bersih selokan dan lingkungan, emak-emak sibuk menyiapkan makan snack dan makan siang. Emak-emak tidak mau ketinggalan, mengoptimalkan kekuatan tangan dengan memasak nasi dan es cincau buatan sendiri. Emak-emak berbuat sesuka-suka menu untuk disajikan sebagai pendamping para suami. Peran emak- emak SMK selalu meraikan situasi namun tidak ngrecoki. Sungguh, kekuatan emak-emak hari itu menyemangati keberkahan jumat pagi. Ku bungkus menu hari ini lewat masker putihku.

Referensi:
https://almanhaj.or.id/3197-menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara-baik.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *