Inspira Pagi
MaryatiArifudin, 19 Juni 2020
Genderang kebijakan sudah digaungkan, siap diri menyusun stategi suatu keputusan. Mengambil satu keputusan untuk suatu kebaikan. Musyawarah sekolah segera dilaksanakan untuk mendapat satu kesimpulan. Bagaimana membangun prakondisi agar pembelajaran tidak terhenti?

Kebijakan new normal disekolah telah ditetapkan kreterianya. Sekolah menciptakan prakondisi agar proses belajar mengajar berjalan normal kembali. Ketetapan pembelajaran tatap muka di kelas secara bertahap ditentukan berdasarkan lokasi sekolah provinsi atau kabupaten bebas covid-19. Lokasi sekolah bebas covid-19 dikatagorikan zona hijau inilah, yang dibolehkan melakukan proses belajar mengajar ( PBM) di kelas dengan tatap muka dan memperhatikan protokoler kesehatan.

Khusus lokasi sekolah zona hijaulah yang wajib menerapkan kebijakan new normal. Namun, lokasi zona hijau belum cukup syarat terselenggaranya PBM tatap muka. Dalam penetapan belajar tatap muka perlu perimbangan orang tua siswa. Dengan demikian, kesepakatan orang tua peserta didik menjadi penentu terselenggaranya PBM tatapmuka bertahap. Bagaimana dengan sekolah zona kuning, orenge dan merah?

Proses pembelajaran wajib tetap berjalan, walau masa covid atau kebijakan new normal berlaku. Sekolah tidak boleh berdiam diri, genderang pembelajaran telah diputuskan. Bulan Juli pola pembelajaran pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah untuk tahun ajaran 2020/2021 telah dimulai. Bagaimana peran semua pihak, agar PBM berjalan secara optimal? Mari segera mengambil peran terbaik.

Sekolahku segera mengidentifikasi diri termasuk dalam katagori zona kuning. Alternatif solusi pembelajaran diberlakukan dengan sistem daring. Yang pasti tahun ajaran baru dimulai tanggal 13 Juli 2020 telah berkundang ke seluruh orang tua siswa kelas X dan kelas XI. Kebijakan ini segera disosialisasi ke seluruh warga sekolah, agar mampu berbenah diri mempersiapkan prestasi. Masa covid-19, memberikan pembelajaran yang berarti agar mampu membangun prakondisi. Bagaimana membangun kondisi pembelajaran jarak jauh agar dekat dihati?

Mufakat pengelola sekolah menghasilkan kesepakatan agar terselenggara pembelajaran yang terbaik dan menciptakan masyarakat pembelajaran di lingkungan komplek sekolah. Diawali membangun kesadaran pembelajaran di lingkungan sekolah bagi warga komplek sekolah. Menghimpun warga sekolah menetapkan prakondisi pembelajaran dengan menetapkan wajib belajar bagi warga jam 08.00 sampai 11.00 dan wajib mengaji habis magrib sampai isya’ didampingi orangtua warga kampus. Warga sekolah, menjadikan pelopor membangun pembelajaran di lingkungannya.

Misi belajar menjadi tanggung jawab bersama, belajar tidak boleh terhenti. Belajar itu wajib tanpa batas waktu tanpa pandang bulu baik laki- laki atau perempuan. Sesuai sabda Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Ibnu Majah, “ Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim bagi laki-laki dan perempuan”. Pengertian mencari ilmu di sini, adalah mencari ilmu agama yang sifatnya wajib ain dan ilmu lain wajib kifayah. Wajib ‘ain suatu ketentuan Alloh yang wajib dijalankan oleh setiap mukmin.

Perintah belajar atau menuntut ilmu terdapat dalam surat At Taubah ayat 122, Allah SWT dalam firman-Nya, “ Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. Pentingnya ilmu agama menjadi fondasi dasar menjalani kehidupan. Ilmu agama tidak boleh dilalaikan dalam seluruh aktivitas termasuk dalam aktivitas belajar. Apa yang harus kita perbuat?

Seorang muslim harus sadar diri dalam menuntut ilmu adalah suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Dengan ilmu kifayahnya akan melahirkan sikap profesional dalam kerjanya, dengan ilmu agamanya akan menghasilkan keikhlasan dalam seluruh ativitasnya. Sehingga, ilmu agamanya akan memberi warna pada seluruh aktivitas kehidupannya. Mereka memahami hidupnya untuk mencari ridha-Nya. Hal ini, pentingnya ilmu agama bersandingan dengan ilmu lainnya, akan melahirkan ketundukan yang sempurna.

Dalam membangun aktivitas Belajar Di Rumah (BDR) peran orangrua, guru, dan pengelola sekolah bersinergi membangun siruasi yang kondusif. Istilah mentorku membangun prakondisi pembelajaran itu sangat penting. Masing-masing bermain peran agar PBM jarak jauh namun dekat dihati. Bagaimanakah peran masing- masing? Apakah semua peran penting?

Ibarat sinetron, masing-masing punya peran. Orangtua sebagai pendamping belajar, peserta didik selaku pelajar, guru sebagai pembimbing belajar, dan pengelola sebagai pengawas pembelajaran. Setiap peran akan dimintai tanggung jawab masing-masing jika tidak sesuai dengan salah satu tujuan, pasti skenario PBM tidak mampu untuk berjalan. Mari kita bermain peran terbaik

Pengelola sekolah akan segera membuat protokoler BDR. Aturan yang harus dibenahi berupa tata cara dan adab dalam pembelajara, meliputi : tata waktu belajar, aturan berpakaian, tehnik PBM, tata cara penyampaian dan pengumpulan tugas. Sekolah harus menetapkan agenda evaluasi terkait BDR bersama guru, wali kelas dan orang tua. Evaluasi rutin mingguan, atau bulanan sangat bermanfaat untuk mengatasi kendala-kendala saat PBM. Optimalisasi anggaran, diperdayakan guna mengantisipasi permasalah BDR agar tidak terulang kembali.

Membangun komunikasi yang intensif antara guru dengan peserta didik. Peran guru, dituntut istimewa untuk membimbing siswa yang belum dewasa dan masih memerlukan sentuhan hati untuk dimotivasi diawal materi. Ciptakan prakondisi! Sapa dengan hati, tampilkan wajah dengan berseri walau tugas rumah menumpuk kanan-kiri. Tinggalkan tugas rumah sejenak! fokuslah mendidik dengan hati agar untaian pesan terekam dimemori sebagai bekal pendewasaan diri. Berbuatlah terbaik untuk mendidik calon-calon pemimpin negeri. Bangun komitmen diri untuk mewujudkan visi mereka menjadi yang terbaik.

Ajarkan ilmu, tidak mengejar target-target materi. Sentuh hatinya, untuk memahamkan pentingnya belajar mandiri. Belajar itu wajib dijalani tidak boleh lalai karena masa pandemi covid-19 tidak tahu batas usai waktu. Mari bergandeng tangan mengedukasi bagi generasi muda-muda terbaik di negeri ini. Pasca pandemi bukan tantangan baru untuk belajar mandiri karena ada pendamping guru yang dekat di hati. Bisa jurhat sana-sini menjalin komunikasi seperti orangtua sendiri. Jarak tak menjadi penghalang untuk belajar mandiri bersama dewan guru yang sabar dan ikhlas hati membimbing putra-putri ibu pertiwi sesuai jam yang telah disepakati. Perhatikan amalan gurumu! Begitu hebatnya melayani dirimu, membimbingmu, dan memberi bekal untuk menumbuhkan kedewasaanmu. Sekarang ini, apa usahamu wahai peserta didikku?

Gurumu telah menyiapkan seluruh enegi untuk mendewasakanmu. Sambut salamnya dengan suara emasmu, tunjukkan motivasi belajarmu dengan senyum manismu. Aku yakin, gurumu tak akan tergantikan oleh waktu. Wahai anak didikku, dirimu masih memerlukan bimbingannya, sambut ajakannya, dan kerjakan tugasnya dengan tekun.

Percayalah! Tugas-tugas itu bukan menyulitkanmu, sungguh tugas itu melatih dirimu untuk bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan untukmu. Sesulit apapun tugas itu, wajib kau selesaikan. Gurumu faham tugas-tugas tidak akan memberatkanmu. Dewan guru telah mengukur dan menimbang beban itu sesuai dengan usiamu. Dahulu kala, gurumu pernah menjalani tugas-tugas itu saat usianya seperti dirimu.

Seberapa berat kau mampu menyelesaikan tugas-tugas itu. Seberapa besar kau mau bertanggung-jawab terhadap amanah tugas itu. Sesungguhnya! Tugas-tugas itu, sebenarnya melatih kedewasaanmu. Tugas-tugas itu laksana ujian bagimu sebagai seorang pelajar harus dilalui.

Dibalik ujian itu, Alloh akan mengangkatmu dengan kedududukan atau derajat yang tinggi. Sesuai surat Al Mujadallah ayat 11 berarti,” Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Renungkan itu, jika dirimu mau bersusah-payah dalam nenuntut ilmu maka janji Alloh akan meninggikan beberapa derajat untukmu. Ambillah langkah itu sebelum terlambat, dirimu akan menyesal kemudian tiada berguna. Renungkan! Wahai anak didikku.

Nanti, dirimu akan menyesal jika kau tak mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Kerjakan tugas itu, tugas itu tidak akan merapuhkan tulang belulangmu. Optimalkan potensimu! buka mbah Googlemu tanyakan pada semua teman-temanmu pasti tugas itu akan berlalu. Bangkitkan kemauanmu untuk belajar, belajar, dan belajar bersama dewan gurumu! Jalan seberat apapun pasti mampu kau jalani.

Ambil hikmah itu! Kau akan belajar mandiri berlatih mendislipinkan diri. Tak terasa nanti sebenarnya, gurumu mengajari dan menanamkan sikap disiplin dalam dirimu. Sikap disiplin tidak hanya berlaku di sekolahmu. Aku tahu, sikap disiplin itu muncul saat kau melaksanakan upacara rutin setiap minggu sekali. Sikap disiplin itu hendaknya selalu ada dalam ruhmu. Sehingga, kau mampu menerapkan pada semua aktivitas rutinmu.

Jujurlah! tugas-tugas guru bukan menyusahkanmu tapi tugas itu menumbuhkan kedewasaan pada dirimu. Ada ilmu khusus bersumber dari gurumu, namun kau belum tahu manfaat bagimu. Nanti, setelah dewasa kau akan mengerti dan mampu mencerna tugas-tugasnya bermanfaat bagimu. Laksanakan saja anjuran dan perintahnya, kau jalani dengan sabar dan ikhlas hati. Percayalah guru di sekolahmu, tidak akan menjerumuskanmu. Jalani peranmu wahai peserta didikku. Ayo ciptakan prakondisi BDR! Bagaimana membangun prakondisi itu?

Terasa berat, pastinya saat mengkondisikan BDR dalam keluarga untuk pertama kalinya. Masa pandemi memberi pembelajaran yang berarti bahwa pembelajaran jarak jauh ini banyak keluhan di sana-sini. Mari bersinergi menjawab tantangam ini. Ambil peranmu agar terselenggaranya BDR di lingkunganmu.

Tuntutan pasca pandemi memaksa orang tua mempunyai peran ganda. Suka tidak suka, orangtualah wajib menempatkan diri sebagai peran pendamping bahkan peran pembimbing demi terselenggaranya BDR. Sesungguhnya yang mempunyai peran untuk mendidik adalah orangtua, karena orangtuanyalah yang akan dimintai pertanggung jawaban.

Hal ini, sesuai hadits riwayat Buhari yaitu, “Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Renungkanlah! Bahwa peran orangtualah yang sangat dominan dalam mendidik putra-putrinya. Orangtua hendaknya memperhatikan perkembangan dan masa depan putra-putrinya agar sukses dunia dan akherat.

Buatlah, prakondisi pembelajaran di rumah dari sekarang disebabkan Kota Pekanbaru masuk dalam zona kuning. Buat kesepakatan bersama dalam anggota keluarga berupa: waktu belajar, pembagian ruang belajar, fasilitas belajar, tata tertib belajar, dll. Berbagi peranlah dari pasangan suami istri agar BDR tercapai tujuan. Membangun kekompakan untuk berbagi peran dalam seluruh anggota keluarga. Jadi, pembagian kerjasama perlu dibangun dari sekarang.

Sadarkan, pada diri anggota keluarga bahwa saat ini bukan liburan sekolah. Namun, waktunya Belajar Di Rumah (BRD) tidak ada agenda yang terpenting lagi kecuali belajar dan belajar. Bangun komitmen itu, sehingga terbangun iklim pembelajaran yang kondusif di seluruh keluarga. Bangun kerjasama di lingkungan sekitar agar tercipta iklim pembelajaran. Sepakati dengan RT setempat.

Mari kita bergandeng tangan mengambil peran. Tidak ada yang saling menyalahkan. Peran sekolah, orang tua, guru, dan peserta didik bersinergitas mengambil peran masing-masing guna membangun generasi berkepribadian. Singsingkan lengan baju untuk menciptakan iklim pembelajaran di pojok-pojok negeri.

Referensi:
• https://almanhaj.or.id/3466-orang-tua-bertanggung-jawab.html
• https://muslim.or.id/27492-standar-kebaikan-seseorang-di-sisi-allah.html

0Shares

By Admin

2 thoughts on “Inspira Pagi”
  1. Tring. Mang Husin selalu mampang kulisanku, membuat motivasiku tumbuh baru. Bergabung dg kalimat membuat jiwa menulisku ingin berlari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *