Arti Sahabat

Oleh: Triznie Kurniawan

https://www.kalimatindonesia.id

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi dan semoga semua yang membaca tulisan ini selalu dalam keadaan penuh berkah dan rahmat dari Allah.

Sengaja pagi ini saya menulis sesuatu untuk khalayak, ya untuk umum karena setelah saya menulis pasti akan saya posting di blog saya atau saya kirim ke komunitas menulis saya.

Menebar kebaikan, menebar benih positif dalam diri agar lingkungan sekitar merasakan bagaimana energi menulis itu memang kuat dan berpengaruh besar dalam megarahkan cara berpikir.

Pernahkah sahabat semua membaca sebuah kata bijak, kamu adalah apa yang kamu baca. Benar adanya bahwa apa yang kita baca setiap hari akan membawa energi tersendiri bagi kita. Apa yang kita baca setiap hari akan membuat pola pikir kita lebih kompleks dan punya banyak cabang, bahkan bisa membuat pola pikir kita berubah.

Saya sebenarnya tidak tahu apa yang mau saya tulis hari ini, tetapi rasa malu dalam diri, mengapa saya sangat malas menjentikkan jari-jari ini lagi di atas papan ketik laptop? Pertanyaan itu membuat saya semakin hari semakin tahu bahwa apa yang kita baca setiap hari sangat berpengaruh dalam hidup kita.

Bagaimana saya tidak merasa rugi, jika setiap hari komunitas menulis saya menyajikan santapan lezat nan penuh gizi bagi perkembangan keterampilan menulis saya. Namun saya? ya hanya begini-begini saja tidak ada perkembangan berarti apalagi menghasilkan sesuatu yang bergizi. Malu sekali diri ini melihat semua sahabat KALIMAT penuh semangat setiap hari melahirkan tulisan-tulisan yang berbobot.

Pembina yang sekaligus guru kami Ustad Cahyadi Takariawan yang dengan sabar selalu mengikuti kerempongan kami, tak pernah jera selalu memberikan masukan dan dukungan positif demi berkembangnya komunitas kami yang penuh semangat ini.

Begitupula dengan para pengurus KALIMAT yang selalu sibuk di dapur KALIMAT, padahal kami tahu masing-masing kami punya seabrek kewajiban yang utama di lain sisi. Tetapi saya kadang heran, ini komunitas luar biasa semakin hari semakin banyak tujuan yang jelas, semakin ada sesuatu yang bisa dibilang bermanfaat, ya iyalah tentu saja bermanfaat. Beruntung sekali lagi saya bergumam dalam hati, bisa tergabung dalam komunitas kecil yang insyaAllah akan membesar pada waktunya. Karena tujuan utama kami sebenarnya hanya menjadikan penulis Indonesia lebih bermartabat.

Banyak pelajaran yang didapat disini, dari dasar-dasar kepenulisan, proses cetak buku ISBN, kepedulian social, agama, budaya, bahkan teknologi, lengkap deh pokoknya.

Semua yang tergabung dalam komunitas ini sudah seperti keluarga besar yang saling menghargai dan setiap saya membaca chat dalam grup selalu saya akhiri dengan senyum-senyum sendiri. Rasa syukur dalam hati ketika lingkungan sekitar sedang menguji, ternyata banyak lingkungan lain yang selalu memotivasi diri. Tidak selalu dunia maya itu berdampak negatif bagi diri, bahkan lebih banyak dampak positif ketika kita mau mencari dan menanggapi dengan hati-hati.

Ketika satu masalah selesai, mengapa selalu lahir masalah baru yang lain dalam kehidupan manusia? Setiap manusia mempunyai passion dan masalah yang kompleks yang tentu saja sangat berbeda satu sama lainnya. Dengan adanya beberapa teman kita tahu bahwa teman adalah saudara kita walau tak dilahirkan dari rahim yang sama.

Berbicara tentang pertemanan dan persahabatan, saya adalah orang yang senang berteman dengan siapa saja asalkan masih dalam koridor dan tata karma pertemanan. Karena saya sadar bahwa saya adalah seorang wanita yang tentu saja saya tidak bebas berteman terutama dengan lawan jenis saya. Saya menghargai dan menghormati sekaligus menyayangi imam saya yang selalu mengingatkan bahwa hati-hati jika berteman dengan seseorang Karena kadang kita tidak tahu apakah dia benar-benar tulus berteman atau hanya kepo alias ingin tahu kelemahan kita saja.

Banyak teman, banyak kenalan, semakin mudah kita menyelesaikan masalah kehidupan kita sehari-hari, walaupun setiap teman punya cara sendiri dalam menanggapi masalah.

Semakin kesini, semakin usia berkurang namun angka bertambah banyak, saya semakin tahu diri dan paham bahwa tidak semua teman itu bisa jadi sahabat apalagi saudara. Ya, karena semakin hari saya semakin tahu, mana teman yang memang benar-benar peduli atau teman yang hanya basa-basi saja peduli.

Terbukti ketika kita sedang banyak masalah kehidupan, kita lihat berapa teman atau sahabat kita yang masih ada setia membantu dengan tulus ikhlas tanpa pamrih di samping kita. Walau kita tidak boleh langsung mengadili setiap teman yang tidak bisa menolong adalah teman yang egois, bukan begitu, karena setiap orang juga punya permasalahan sendiri-sendiri yang harus mereka atasi.

Banyak sekali teman yang hanya datang ketika butuh bantuan kita, tetapi saya bersyukur, itu artinya saya masih bermanfaat untuk oranglain. Namun tak sedikit pula teman yang malah berkacak pinggang dan membusungkan dada ketika kita tenggelam dalam suatu permasalahan.

Bermacam sifat teman ada di sekeliling kita, banyak orang dengan berbagai tujuan mendekati kita. Sekarang hanya satu yang bisa mengendalikan kita dalam bersikap, ya kita sendiri. Jangan terpengaruh dengan penilaian orang sekitar yang mereka sebut teman namun menjelek-jelekkan kita di belakang. Sudah itu semua adalah hal yang sama sekali tidak penting untuk kita pikirkan, toh masih ada beribu teman dan berjuta orang baik lainnya di dunia. Kalaupun semua manusia sudah tidak lagi berada di pihak kita, tenangkan hati bahwa kita masih punya Allah Azza Wajalla pemberi segala.

Bagi saya sekarang, tidaklah penting penilaian manusia yang terpenting adalah penilaian Allah terhadap dirikita. Toh sesungguhnya kita memanglah hanya seorang hamba yang tugasnya hanya untuk beribadah dan menyembah NYA saja.

Tulisan ini sepertinya ditulis dengan penuh emosi namun saya tetap sadar diri siapa saya. Hanyalah ikan kecil yang terjebak di antara jaring-jaring nelayan, bertahan terlalu menyakitkan, mencoba keluar di ambang kematian. Namun saya yakin Allah punya skenario indah di balik segala yang menimpa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pesisir Madura, 16 Juni 2020

0Shares

By Admin

4 thoughts on “Arti Sahabat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *