Oleh : Moh. Anis Romzi

                Belajar dari rumah sebagai konskuensi dampak dari covid-19 wajib diterapkan. Ini adalah sesuatu yang baru bagi satuan Pendidikan formal. Pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara konvensional, sekarang harus melalui daring. Tentunya ini akan melahirkan budaya baru pada jenjang satuan Pendidikan. SMPN 4 Katingan Kuala pun terdampak imbas covid-19. Jadi harus menerapkan belajar dari rumah dengan media daring.

                Pembelajaran daring diterapkan di SMPN 4 Katingan Kuala. Sebagai sesuatu yang baru belajar dari rumah membawa dampak. Dampak positif dan negative. Dampak positifnya adalah belajar dari rumah dengan media daring adalah pengalaman baru. Ini akan menantang keduanya pendidik sekaligus peserta didiknya. Ada watak-watak yang timbul saat para peserta didik belajar dari rumah. Watak dalam hal ini dibatasi menurut KBBI V yang mengandung pengertian sebuah kata benda berupa sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti dan tabiat.

                Tentu ada suasana yang berbeda dengan pembelajaran regular. Di rumah para peserta didik merasa bebas melakukan apa saja. Belajar materi pelajaran di sekolah menjadi tugas kedua. Hal ini sering mengganggu mereka untuk berkonsentrasi. Banyaknya permainan daring bertarung dengan pembelajaran. Peserta didik SMP adalah masa kanak-kanak akhir. Kecenderungan dari mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mencoba hal-hal baru. Inilah yang melahirkan harap-harap cemas terhadap perkembangan peserta didik.

                Berikut ini beberapa catatan penangkapan watak selama kegiatan belajar dari rumah SMPN 4 Katingan Kuala. Khususnya mata pelajaran bahasa Inggris.

                Sikap positif siswa yang timbul saat belajar dari rumah.

  1. Aktif

Para peserta didik yang memiliki watak aktif umumnya didominasi putri. Mereka dalam pembelajaran kelas regular memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata. Banyak dari mereka sudah menanyakan materi dan tugas sebelum diberikan.

  • Ingin tahu

Ini adalah watak positif yang muncul di kalangan peserta didik. Walaupun tidak mayor namun sebagian kecil peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. Hal ini ditandai dengan pertanyaan tentang prosedur dan tuga pembelajaran.

  • Santun

Beberapa peserta didik dapat menyatakan keluhan dengan santun. Seperti banyaknya materi dan tugas yang harus dikerjakan. Bahkan ada dari peserta didik yang mendoakan bapak/ibu gurunya diberi kesabaran dalam mendampingi pembelajaran.

  • Suka memberi nasehat

Ada kelompok peserta didik yang memiliki kecenderungan untuk berbagi nasehat. Beberapa contohnya adalah menegur rekannya dengan memberi komentar seperlunya. Mereka juga sering memperingatkan kawan sekelas yang belum mengerjakan tugasnya. Umumnya mereka adalah peserta didik putri.

                Sikap negative tidak saat belajar daring dari rumah.

  1. Apatis

Banyak dari peserta didik yang memiliki watak ini. Karena bapak/ibu guru kesulitan menerapkan sanksi mereka sering mengabaikan materi dan tugas. Sikap ini banyak muncul pada peserta didik putra. Walaupun tidak semuanya tetapi mayor.

  • Banyak mengeluh

“Lho, pak tugas lagi. Maka yang kemarin saja belum dikerjakan.” Beberapa keluhan yang sering muncul. “ aduh tugas lagi.” Rata-rata peserta didik mengeluh berkaitan dengan hal tersebut. Watak suka mengeluh ini apabila tidak ditindak lanjuti berdampak pada mentalitas peserta didik pada masa yang akan datang.

  • Komentar tidak penting

Sering peserta didik melontarkan komentar yang tidak berhubungan dengan pembelajaran. Beberapa menjurus kepada tulisan yang tidak sopan. Komentar biasanya dalam bentuk emoticon ataupun stiker. Asumsi yang timbul adalah untuk mencari perhatian.

  • Tidak mengerjakan tugas

Dari pantauan selama satu bulan pembelajaran daring karena covid-19 di SMPN 4 Katingan Kuala. Peserta didik yang mengerjakan tugas lengkap masih mencapai kurang dari 50%. Dari data yang diambil mayoritas siswa yang tidak mengerjakan tugas adalah mereka yang memiliki tingkat kemampuan koginitf di bawah rata-rata. Banyak dari mereka adala peserta didik putra.

                Sebab-sebab muncul sikap positif dan negative saat belajar dari rumah. Karena belajar dari rumah, orang tua memiliki peran sangat penting dalam keberhasilannya. Orang tua  berperan sebagai guru di rumah. Apabila orang tua tidak cukup memberi perhatian pada putra-putrinya di rumah, maka keberhasilan dalam belajar sulit untuk maksimal. Satuan Pendidikan dan orang tua harus menjalin sinergi untuk mendorong keberhasilan belajar dari rumah.

                Upaya pengendalian sifat negative Peserta didik saat belajar dari rumah. Bapak/ibu guru terus mengingatkan dan menghimbau peserta didik untuk memaksimalkan belajar dari rumah. Setiap hari guru mata pelajaran memperbarui data siswa yang sudah dan belum mengerjakan tugas. Ini membawa dampak positif akan tetapi belum maksimal.                 Rencana inovasi perbaikan belajar dari rumah SMPN 4 Katingan Kuala terus dilakukan. Dewan guru berdiskusi untuk mencari akar masalah dan menemukan solusinya. Adapun rencana inovasinya dengan menyebar angket permasalahan dalam belajar dari rumah. Semoga dapat memperbaiki hasil belajar peserta didik. Sekaligus dapat mereduksi watak-watak negative peserta didik selama belajar dari rumah.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *