Menikmati Sarapan Pagi
MaryatiArifudin, 10 Juni 2020

Terasa kurang pagi ini, tanpa canda dan tawamu menyapaku. Rasanya terasa sedap tercium aroma darimu. Sarapan pagi yang menggugah jiwa dan hati ingin segera menikmati hidanganmu. Maukah kutunjukkan sarapan pagi itu? Yang tiada menggemukkan badanmu.

Menulis bukan tujuan utamaku menjadi pujangga baru. Kupacu nyaliku, mencontoh murobiku walau kuharus menguras konsentrasi untuk memasukkan seluruh energiku. Murobiku berkarya menembus waktu memberi suplemen gizi tersaji untuk mutarobi. Aku tak tahu berapa penggemar akibat karya-karya terbaru. Aku yakin, ada kebanggaan tersendiri bagi murobiku. Kenapa begitu? Aku merasakan sentuhan setiap muncul karya baru. Duhai saudaraku, simak sarapan murobiku. Kau pasti akan terpacu berbuat sesuatu.

Jarak tak menjadi penghalangku, waktu tidak menjadi pembatasku, dan aku merasakan sentuhan dari untaian kalimat muliamu.. Mencari-cari waktu untuk mengikuti langkah sang murobiku, agar masuk deretan penyeru dakwahmu. Kusambut nikmatnya menu sarapan pagi karena resep spesialmu. Bersama tiupan angin, kusampaikan santapan pagi ke semua sahabatku guna menambah berkahnya ilmu darimu.

Resep spesial sang murabi setiap hari berganti, sehingga tidak menimbulkan rasa bosan dalam lidahku. Resepmu memberi warna dalam hidupku. Ramuaan khususmu laksana obat untuk penyembuh jiwa ragaku. Baru memcium racikan bumbu-bumbunya aku udah tergoda mencicipi masakan istimewamu. Keistimewaan masakanmu! Rasanya cocok untuk lidah seluruh negeri. Apa menu masakan murobiku? Baca, baca, dan bacalah engkau akan mendapatkan nikmatnya sarapan pagi.

Hai sahabatku, mau tahu menu sarapan pagi dari murobiku? Yang tidak menambah berat badanmu. Kata temanku, “menikmati sarapan pagi yang tidak membatalkan puasamu”. Menikmati sarapan dengan resep jitu di atas, pasti semua orang mau. Sarapan pagi itu berupa tulis karya murobiku.

Coba kau ambil satu karyanya! Rasakan sensasinya, diriku tak bosan membacanya sampai usai. Tulisan beliau mudah dicerna karena seperti air mengalir yang mampu memberikan kesejukan jiwa. Tulisan istimewa mampu menyejukkan jiwa, tidak terasa dalam menyapa sehingga pembaca menjadi terpana. Ruh tulisannya mengalir begitu saja bertujuan menyampaikan misi yang mulia.

Misi tulisannya membuat seseorang berlatih untuk suatu karya. Karyanya menyentuh jiwa-jiwa untuk berbuat sesuatu yang mulia dengan ceria. Bacalah karyanya, dirimu akan terasakan tutur dan candanya. Canda menggelitik kadang membuat tertawa. Candanya tidak mengandung unsur sara, namun candanya memotivasi jiwa. Ambil satu nasehatnya, praktekkan anjurannya pasti dirimu akan merasakan hikmah karyanya.

Dengan karyanya, terdapat sapaan tulisan membuat aku melafadz. Nikmad yang mana lagi yang aku dustakan! Pesan tulisan murobiku, tegas dan lugas mengandung hikmah. Rangkaian susunan perkatanya terdapat santapan yang lezat. Di setiap tulisan mengandung hikmah dan bermanfaat bagi pribadi yang bermartabat. Pribadi bermartabat dalam group KALIMAT.

Kalimat pembukanya selalu mempesona, mengajak anda untuk bicara nyata tidak mengada-ada. Makin kau baca kalimat demi kalimatnya, ia akan mengajakmu bicara seperti bertatap. Hikmah tulisannya, membuat dirimu terasa dekat terasa manfaat. Itulah, menu sarapan pagi yang lezat dan memikat dari Sang Murobi berbakat. Semoga, ilmunya bermanfaat buat saudara dan sahabat KALIMAT.

Iqro, iqro, dan iqro adalah resep mujarab mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Membaca adalah sesuatu yang penting untuk seluruh umat, karena membaca merupakan perintah pertama dari Alloh SWT Sang pencipta alam semesta. Bacalah atas nama tuhanmu yang telah menciptakan. Perhatikan Ciptaan-Nya! Dirimu akan merasakan ketundukan pada-Nya dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya.

Surat yang pertama kali turun yaitu surat Alaq ayat 1 sampai 5. Perintah membaca sebanyak dua kali pada ayat 1 dan 3. Pada surat Al Alaq ayat 1 Alloh berfirman “iqra bismi rabbikallazi khalaq” yang berarti, “Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan”. Amanah membaca dalam surat Al Alaq, menegaskan bahwa membaca dengan memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Nya sehingga melahirkan ketundukan yang sempurna bagi pembacanya. Membaca adalah perintah-Nya, hendaknya membaca menjadi menu harian bagi setiap umat yang tidak boleh di lalaikan.

Pada ayat ketiga perintah membaca Alloh berfirman ” iqro warobukal akram” yang artinya Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Mulia” Sadarlah! bahwa anjuran membaca bukan sembarang membaca, namun membaca dengan menyebut nama Tuhanmu. Artinya, seseorang saat membaca harus memilih bacaan yang mengandung hikmah atau manfaat dalam rangka menumbuhkan ketaatan pada-Nya. Cari bacan-bacaan positif, yang mampu mewarnai hidupmu. Hendaknya, membaca itu laksana sarapan pagi. Nikmati! Sarapan pagimu berupa bacaan positif yang mengandung nutrisi dan bergizi tinggi.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *