Oleh: Abdul Mutolib Aljabaly

Change your habits, change your life. Ubahlah kebiasaanmu, ubahlah hidupmu. Maksud dari ungkapan ini adalah bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari hari menentukan masa depannya. Untungnya kebiasaan itu dapat diubah. Oleh karena itu setiap orang yang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya harus mengubah kebiasaan sehari-hari dengan hal-hal yang mengantarkan kepada kesuksesan.

Seorang penulis dan peneliti kebiasaan orang-orang kaya di dunia, Thomas C. Corley, menulis buku dengan judul yang sama dengan ungkapan di atas dan memaparkan kebiasaan 177 miliader dunia. Menurut Corley, di antara kebiasaan yang mendukung kesuksesan adalah kebiasaan bangun pagi . Menurut penelitiannya, 50 persen pengusaha besar dunia selalu berusaha bangun pagi 3 jam sebelum menulai aktivitas pekerjaan. Bangun pagi menjadikan seseorang mendapatkan kembali kendali atas hidupnya dan ini memberikan kepercayaan diri bahwa ia memang mengarahkan hidupnya sendiri.

Jauh sebelum Corley Nabi Muhammad sudah mengajarkan dan mendorong umatnya untuk memiliki kebiasaan bangun pagi. Nabi juga menjelaskan bahwa kebiasaan bangun pagi memudahkan datangnya rizki dan keberkahan.

Ketika Rasulullah pulang dari shalat Shubuh dari Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Fatimah masih dalam kondisi tidur. Maka beliau bersabda: ”Wahai anakku, bangunlah! Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.” ( H.R. Imam Ahmad Dan Al-Baihaqi)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Al-Bazza, Rasulullah saw bersabda: ”Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.”

Ada beberapa kebiasaan orang sukses yang dapat ditiru untuk dilakukan di pagi hari. Di antara kebiasaan tersebut adalah membaca. Suasana pagi hari yang masih tenang dan kemampuan kognitif yang masih maksimal menjadikan otak lebih fokus dan dapat menyerap informasi lebih cepat.

Berolah raga juga sangat direkomendasikan dan banyak dilakukan oleh orang-orang sukses. 76 persen orang kaya di dunia menurut Corley selalu berolah raga sekitar 30 menit setiap hari. Kita semua juga tahu bahwa kesehatan merupakan modal yang sangat penting untuk kesuksesan hidup setiap orang. Selain itu berolah raga di pagi hari meningkatkan mood dan membantu mengatasi stress sehingga hari-hari yang dijalani oleh seseorang menjadi lebih baik.

Orang-orang sukses juga punya kebiasaan memanfaatkan beberapa saat di pagi hari untuk berfikir dan merenung untuk neningkatkan kualitas hidup. Maka seyogyanya setiap orang yang mendambakan hidup yang lebih baik menyisihkan sebagian waktunya untuk berfikir mensyukuri nikmat Allah, mengintropeksi diri dan menemukan inspirasi serta ide-ide baru untuk mewujudkan keinginannya.

Rasulullah saw dalam sebuah hadis juga mengatakan, “Merenung sesaat lebih besar nilainya daripada amal-amal kebajikan yang dikerjakan oleh dua jenis makhluk (manusia dan jin).” (HR Ibnu Majah)

Kebiasaan lain yang umumnya dilakukan oleh orang-orang besar adalah membuat jadwal kerja untuk hari ini atau hari esok. Ini lah salah satu kunci mengapa mereka tidak kebingungan untuk melakukan banyak pekerjaan dan selalu tahu apa yang harus diprioritaskan untuk dilakukan.

Sementara orang-orang shalih yang mendambakan kesuksesan kehidupan akhirat membiasakan aktivitas zikir di pagi hari. Seorang tabi’in Simak bin Harb pernah bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah engkau sering menemani Rasulullah saw duduk (berzikir)? ” Jabir menjawab, “Iya. Beliau biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat subuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.” (HR. Muslim)

Menurut Imam An Nawawi, dalam hadis ini terdapat anjuran berzikir setelah subuh dan mengontinukan duduk di tempat shalat jika tidak memiliki uzur (halangan), dan ini juga merupakan sunnah yang biasa dilakukan oleh para ulama dan orang-orang shalih.

Agar bisa bangun pagi dengan tidur yang berkualitas, hal dharuri yang harus dilalukan adalah mengatur kebiasaan tidur. Salah satu musuh terbesar kebanyakan orang adalah imsomnia. Banyak orang yang sulit tidur tepat waktu dan baru bisa tidur larut malam sehingga sulit untuk bisa bangun lebih awal di pagi hari. Jika bisa bangun lebih awal maka dipastikan tidurnya tidak berkualitas dan berdampak pada kekurangbugaran dan kurangnya konsentrasi dalam bekerja di siang harinya.

Islam juga mendorong umatnya intuk tidak begadang di malam hari agar bisa bangun di pagi hari dan memulai pagi hari dengan beribadah kepada Allah Swt. Dalam sebuah hadis Abu Barzah menceritakan, “Rasulullah saw tidak menykai tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang sesudahnya.” (H.R. Bukhori)

Tentu setiap zaman memiliki jenis gangguan yang berbeda untuk disiplin tidur tepat waktu. Generasi Z dan generasi Alfa saat ini banyak yang tidur larut malam karena menonton tv dan bermain gadget. Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa penggunaan gadget telah banyak mengacaukan pola tidur banya orang zaman ini. The National Sleep Fondation merekomendasikan beberapa tips untuk mendapatkan tidur berkualitas dan tepat waktu antara lain mengosongkan ruang tidur dari barang-barang elektronik dan mematikan semua alat elektronik mulai dari tv, laptop hingga handpone 2 jam sebelum waktu tidur.

Namun persoalannya justru saat ini kebanyakan orang tidak bisa lepas dari gadget. Dapat dikatakan 24 jam gadget menyertainya bahkan tidurpun lebih memilih bersama gadget daripada bantal guling.

Jadi, seberapa banyak pun tips yang yang diketahui oleh seseorang untuk bisa bangun pagi lebih awal, pada akhirnya sangat tergantung pada seberapa kuat motivasi yang dimilikinya. Dalam ilmu psilologi prilaku terjadi karena adanya motivasi atau dorongan (drive). Sementara itu motivasi akan muncul karena adanya kebutuhan (need) dan juga karena proses belajar. Oleh karena itu, untuk membentuk kebiasaan sukses seperti bangun pagi, harus diawali dengan pemahaman tentang tujuan hidup yang ingin kita capai dan dibarengi dengan pembiasaan yg pada mulanya kadang harus dipaksakan. Lain halnya jika kita tidak memiliki keinginan sukses dalam hidup alias terserah. Wallahul musta’an.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *