Membumikan Ajaran di Langit

MaryatiArifudin, 6 Juni 2020

Membumikan ajaran Islam akan mengundang kasih sayang Allah Azza wa Jalla. Kasihi yang ada dibumi niscaya yang di langit akan mengasihimu. Islam hadir sebagai rahmatanlil ‘alamin. Ajaran dilahit ini, akan mampu membawa kemakmuran di muka bumi. Bagaimanakah ajaran langit itu mampu mengundang rahmat-Nya?

Ingatkah kisah seorang pemuda miskin dari negeri Yaman yang mengundang kasih sayang Alloh pada masa kholifah Umar bin Khottab? Keistimewaan apa yang dilakukan oleh sang pemuda itu terhadap ajaran di langit? Sosok seorang pemuda tidak terkenal di bumi namun terkenal di langit. Seorang pemuda itu bernama Uais Al Qarni dari Yaman, hidup pada zaman tabiin. Uais hidup pada zaman Rasululloh, namun belum pernah berjumpa dengan baginda Rasaluluh. Amalan apa yang menyebabkan nama Uais harum di langit. Uais Al Qorni sangat bukti kepada ibunya sehingga mampu mengundang kasih sayang Alloh. Nama Uais tidak dikenal di bumi tapi terkenal di langit.

Rasullah SAW, pernah berpesan kepada Umar bin Khotob dan Abu Bakar agar mencari pemuda dari Zaman yang mempunyai ciri ada bekas penyakit soba’ di talapak tangannya. Rasulloh berpesan, agar kedua sahabat nabi meminta doa kepada Uais. Sang pemuda itu, doanya sangat diijabah oleh Alloh SWT karena mengamalkan ajaran di langit “birul walidaini” yaitu berbakti pada ibunya. Kisah di jaman rasulloh sebagai salah satu bukti membumikan ajaran islam akan melahirkan kasih sayang alloh. Kasihi yang ada dibumi niscaya yang di langit akan mengasihimu. Mari kita berusaha mengamalkan ajaran di langit untuk menggapai rida-Nya.

Iman kepada Alloh itu adalah ajaran dari langit, namun keimanan itu tidak cukup. Keimanan itu, harus disertai amalan yang nyata dalam menjalani kehidupannya. Keimanan seseorang pasti disertai dengan ujian kehidupan. Ujian kehidupan inilah,  yang akan membuktikan sesorang ini beriman ataukah kufur? 

Praktikkan, ajaran yang mulia ini dalam menyikapi kehidupan. Jadikan landasan berpijak, agar kita tegar menjalani kehidupan. Ajaran yang lurus ini, sesuai dengan fitrah manusia sehingga tidak ada kesulitan dalam menjalankannya. Dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman, “Allah menghendaki kalian kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan”. Jelas, dijadikan mudah ajaran islam ini agar mudah dalam menjalankannya.

Baginda Nabi shallallahu‘alaihi wasallam menyatakan, “Sesungguhnya agama islam itu mudah. Dan selamanya agama tidak akan memberatkan seseorang melainkan memudahkannya. Karena itu, luruskanlah, dekatilah, dan berilah kabar gembira! Minta tolonglah kalian di waktu pagi-pagi sekali, siang hari di kala waktu istirahat dan di awal malam,” (HR. al-Bukhari  dan Muslim). Pelaksanan  Agama yang tidak memberatkan ini tunaikanlah dan sampaikanlah secara makruf! Berikanlah kabar gemberi ke seluruh alam semesta.

Ajaran yang lurus ini mengajarkan pada kita, bahwa aqidah di langit harus seiya sekata dengan syariat di Bumi. Oleh karena itu, aqidah dan syariat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ajaran islam ini, sesuai dengan fitrah manusia. Percayalah! Semua perintah-Nya bermanfaat bagi manusia dan larangan-larangan-Nya banyak mudhorat atau tidak baik untuk manusia.

Seperti apakah ajaran yang sesuai dengan fitrah manusia itu? Perhatikan hadits ini “Barang siapa beriman kepada Allah hendaklah dia berkata yang baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa beriman kepada allah dan hari akhirat hendaklah dia memuliakan tamunya”(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menggambarkan kaitan antara iman dan kehidupan yang tidak boleh terpisahkan. Keimanan itu harus dibuktikan dengan perbuatan. Dengan keimanan yang kuat mampu melahirkan perilaku terpuji  sehingga memunculkan pribadi yang mulia. Dengan kesempurnaan imannya, akan mampu menjaga lisan, berkata yang baik-baik, melahirkan  kasih sayang, perhatian, dan  persatuan. Jadi kepribadian mulia muncul berdasarkan keimanan seseorang. Sampaikanlah  ajaran yang mulia ini, walau satu ayat saja.

Termasuk kesempurnaan iman adalah memuliakan tamu dan berbuat baik kepada tetangga begitulah islam mengajarkan kepada kita. Ketika berbuat baik niatkanlah  semata-mata karena Alloh. jangan pernah ingin dipuji, disanjung, atau dibalas dan lain-lainnya biarkan Alloh yang membalas nya dan membuka hati manusia. Kerna Alloh pemilik hati.

Termasuk kesempurnaan iman adalah memuliakan tamu dan berbuat baik kepada tetangga begitulah islam mengajarkan kepada kita. Ketika berbuat baik niatkanlah  semata-mata karena Alloh. jangan pernah ingin dipuji, disanjung, atau dibalas dan lain-lainnya biarkan Alloh yang membalas nya dan membuka hati manusia. Kerna Alloh pemilik hati

Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan beban dan belenggu-belenggu yang ada pada manusia, sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur-an: orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam kitab Taurat dan Injil yang ada di pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membebaskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur-an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Al-A’raaf: 157]

Referensi:
https://almanhaj.or.id/2219-islam-adalah-agama-yang-mudah.html
https://islam.nu.or.id/post/read/113464/islam-itu-agama-yang-mudah–mana-dalilnya–

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *