Nikmat Yang Agung

MaryatiArifudin, 5 Juni 2020

Ada nikmat yang tidak ada tandingannya di muka bumi ini dan nikmat itu sangat dekat dengan kita. Namun nikmat  tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Nikmat apakah itu? Kita dituntut untuk membacanya, memahaminya, mengamalkannya dan mampu mengajarkan atau menyampaikannya dengan hikmah. Nikmat yang mampu membawa manusia pada kebahagiaan haqiqi. Mengapa nikmat itu mampu memberi jalan menuju kebahagiaan?

Nikmat yang agung diabaikan, nikmat yang mengangkat derajat manusia namun tidak diindahkan. Nikmat yang memanusiakan manusia dan nikmatnya mampu menunjukan dari jalan kegelapan menuju cahaya. Nikmat  itulah yang menjadi mujizat Rasululloh SAW yaitu Al Quranulkarim. Kalamullah yang tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya. Jika, seluruh manusia ada yang meragukan kebenarannya buatlah satu ayat saja, maka manusia tidak akan mampu menandinginya.

Tantangan Alloh, kepada seluruh penghuni bumi terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 23, “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.  Sampai detik ini, seluruh makhluk dimuka bumi tidak akan mampu membuatnya. Percayalah, Al Qur’an didalam terdapat petunjuk dan penjelesan-penjelasan mengenai petunjuk kehidupan yang terbaik bagi manusia. Bacalah dengan hikmah maka akan muncul ketenangan dihatimu.

Salah satu nikmat terbesar jika berinteraksi dengan Al Qur’an, maka Al Qur’an akan menjadi syafaat diakhirat dan menjadi penerang di alam kubur. Namun sayang sekali, hanya sedikit yang mampu menjadikanya petunjuk dan pedoman hidup. Sesungguhnya, andaikan mereka menjadikan sebuah pelajaran maka Allah yang maha hidup akan menghidupkan-Nya dengan baik. Basahillah  lisan kita dengan dzikir bersamanya setiap hari. Niscaya, lihat perubahan yang terjadi dalam kehidupan anda. Awali bersuci dahulu dengan wudlu sebelum membacanya, karena Al Qur’an berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Rasakan, mukjizat Al Qur’an setiap membaca huruf per hurufnya dalam bahasa Arab pasti ada kemudahan bagi sesorang yang mau mempelajarinya.

Dalam menjalani kehidupannya, manusia ada pusat kendali tingkah laku atau perbuatan. Pusat kendali itu bernama qolbun. Jenis qolbun manusia ada yang hidup dan ada yang mati, ada yang sehat dan ada yang sakit. Sehat dan sakit nya, hidup dan matinya qolbun itu, sebenernya sangat tergantung dari manusia yang punya hati itu. Oleh karena itu, hati juga punya kebutuhan dan nutrisi yang harus dipenuhi agar hati menjadi hidup dan sehat. Ketahuilah nutrisi hati manusia adalah Al Qur’an.

Hati yang hidup bersama alquran digambarkan seperti tubuh yang hidup. Sedangkan hati yang sunyi dari ayat-ayat al-qur’an seperti tubuh yang sudah tidak bernyawa. Orang yang hidup pasti punya semangat dan cita-cita untuk meraih nya. Dalam kehidupannya, ia pasti akan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, jujur dan amanah, serta berorentasi masadepan. Sifat-sifat inilah, yang akan diperoleh oleh orang yang hatinya hidup.

Perhatikanlah! Maha benar Rosulullah dalam sabdanya,” Di dalam jasad manusia ada segumpal daging,  jika dia baik maka akan baiklah  pancaindranya dan jika dia sakit maka akan sakit  panca indranya. Ketahuilah apakah segumpal daging itu?  Ya..segumpal daging itu adalah hati”. Oleh karena itu, jagalah hatimu jangan kau nodai karena hati lentera hidup ini. Lirik lagu Jagalah Hati karya Aak Gym sangat menginspirasi pentingnya menjaga hati. Coba lantunkan lagu itu, resapkan dalam hati, ” Bila hati kian bersih, berfikir pun selalu jernih. Semangat hidupkan gigih, prestasi mudah di raih. Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk. Akhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk”. Apa yang terjadi dalam kondisi di keluarga kita? Coba tengok! Sudahkah Al Qur’an menjadi santapan ruhani dalam rumah tangga yang menyatakan dirinya muslim? Ayo saudaraku! semua tidak ada kata terlambat membangun aktivitas rutin pagi dengan membaca Al Qur’an pada seluruh anggota keluarga kecil kita. Rasakan manisnya iman bersama Al Qur’an, yang Maha Hidup akan selalu menurunkan rahmat-Nya melalui Al Qr’an yang di dalam rumahnya  dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Coba renungkan! Banyak Al Qur’an hanya di jadikan bahan pajangan dilemari buku. Al Qur’an dibaca hanya pada bulan ramadan saja, untung masih bisa membaca. Adakah, dalam keluarga kita yang belum bisa baca Al Qur’an. Ingatlah, ibadah yang paling mudah dikerjakan, tidak memakan beaya besar yaitu lisan kita dihiasi dengan membaca Al Qur’an. Saudaraku, semua jika kita ingin mendapat rahmad Al Qur’an, maka bacalah Al Qur’an di rumah masing-masing walau satu ayat setiap harinya. Bagi yang belum dapat membaca Al Qur’an, jangan malu untuk mempelajarinya walaupun usia kita udah lanjut.

Alloh SWT akan memudahkan dan membantu kita dalam belajar Al Qur’an, dengan syarat disertai kesungguhan dan niat ihlas karena Alloh. Saya mempunyai teman dapat dijadikan contoh dalam belajar Al Qur’an. Ibu-ibu usianya di atas 40 tahun, mempunyai dua anak. Dengan kesungguhan diri dan niat yang tulus, sang ibu tadi tidak malu mulai belajar diawali dengan iqro. Beliau belajar iqro dari mulai mengenal huruf hijaizah, alhamdulillah Alloh SWT memudahkannya. Saat ini, ia mampu membaca Al Qur’an.

Belajar Al Qur’an saat ini sangat mudah karena fasilitas IT sangat mendukung. Kita dapat mendengarkan langsung huruf hijaizah memalui gadget. Sehingga tinggal kemauan saja yang dimunculkan. Belajar setiap hari tiga huruf saja dengan memanfaat gawai kita. Saya yakin, dengan kesungguhan hati pasti seseorang mampu membaca Al Qur’an. Sesuai janji Alloh SWT surat Al Qamar ayat 17, ” Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”. Hal inilah, menjadi kelebihan Al Qur’an dibandingkan kitab-kitab lain. Niat diri, siapkan waktu khusus untuk membaca dan mentadaburinya maka kasih sayang  Sang Pemilik Kasih Sayang akan tercurah pada yang membacanya.

Sang pencipta alam semesta telah mengingatkan pada kita, tentang kecelakaan besar jika seseorang tidak mengimani Al Qur’an. Surat Al Mursalat menyatakan sebanyak sembilan kali. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)! (QS Al-Mursalat, Ayat 49). Wahai saudaraku yang beriman, kembalikan Al Qur’an sebagai landasan hidupmu.

Bahkan dalam surat Al Mursalat ayat ke-50 terakhir, dipertegas lagi bagi orang yang mendustakan Al Qur’an yaitu,” kepada ajaran manakah (selain Al-Qur’an) ini mereka akan beriman?  Renungkan! Dengan perkataan apa lagi yang kau imani setelah kitab ini, jika kita tidak mau mengimani  Al Qur’an.  Ya Alloh Tuhan yang Maha Esa, jadikan lisan-lisan ini mudah berdzikir menyebut asma-Mu. Sehingga disisa-sisa nafasmu, alunan dzikir Al Qur’an mampu menghiasi  lisan yang suka membacanya. Anda ingin mulia, anda ingin bahagia, raihlah bersama Al Qur’an. Jangan tinggalkan Al Qur’an dalam setiap tarikan nafas kehidupan.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *