Setiap hari kucari pemantik untuk membuat obor kehidupan guna mewujudkan impianku. Malam hari, sebelum tidur mencari-cari ide guna menyambut tulisanku esok pagi. Ingin bangun pagi-pagi menyambut sinar mentari agar segera mendapat santapan pagi. Mentorku menyuguhkan menu yang lezat pagi ini, sebagai pemantik mewujudkan buku impianku. Salah satu langkah membuang ambigu. Aku tetapkan Zona Waktu Menulis (ZWM) guna mewujudkan mimpi besar segera terwujud. Mengapa harus membuat zona-zona segala? Apa manfaat Zona Waktu Menulis bagi diriku?

ZWM wajibku jalani untuk mengfokuskan impianku menerbitkan buku solo selama seratus hari. Istilah mentor menyebutnya SHSB yaitu seratus hari satu buku. Seratus hari terbit satu buku diperlukan tekad diawali menjalani rutinitas menulis sesuai dengan progres ZWT. ZMT adalah waktu yang telah ditetapkan penulis agar berkomitmen menulis. Telah ku tetapkan waktu ZWM saat pagi sekali dan malam hari. Pada waktu itulah, aktivitasku menulis tidak boleh diselingi agenda lain karena akan mengurangi konsentrasiku bermain keybord untuk merangkai kata-kata yang mengandung makna. Saya yakin, dibalik kalimat bermakna yang ku tuliskan dapat memotivasi, mengedukasi dan memberikan kemanfaatan secara luas minimal bagi diri atau bahkan masyarakat luas melalui tulisan.

Cita-cita nan mulia cukuplah, mewujudkan diriku menjadi penulis produktif bukan penulis temporer. Niat yang sungguh ini adalah tekad kuat dalam bahasa Arab niat disertai azam yaitu kuatnya kemauan. Jadi niat itu penting sebagai syarat kesungguhan mencapai hasil. Niat menurut syari’at yaitu menghendaki sesuatu berbarengan dengan memperbuat sesuatu itu. Artinya, jika ingin menjadi penulis produktif diusahakan menetapkan ZWM dengan komitmen menulis setiap harinya.

Bimbingan ruhyah menulis offline dari ustadzku telah ku buka. Menu bimbingan pagi ini sangat membahana. Ku baca pesan-pesan positifnya agar masuk ke alam bawah sadarku. Beliau mengajakku menguatkan tekadku tanpa syarat. Tekadnya kemauan itulah azam pada diriku guna mewujudkan mimpi. Mimpi ku bukan bunga tidur, namun mimpiku akan saya ubah menjadi kenyataan.  Oleh karena itu, memerlukan aksi nyata mengawali dengan menulis di pagi buta.

Aksi nyata ku awali dengan menulis apa saja yang ada di lingkunganku setiap hari minimal 900 sampai dengan 1000 karakter. Hasil tulisanku selalui ku share di blog dan group sahabat penulis agar menyakinkan diriku bahwa aku telah menyelesaikan progresku hari ini. Kadang-kadang ada tanggapan positif dari pembaca dengan memberi like pada tulisanku. Tanggapan pembaca itu, udah membuatku lega bahwa hasil tulisanku udah sampai ditangan pembaca.

Sebenarnya, keinginanku ingin menyampaikan kebaikan terbaca oleh publik secara luas. Namun, menulis di media cetak memerlukan kesabaran dan waktu yang tidak menentu. Karena, kreteria tulisan di media harus lulus seleksi dari redaksi. Sampai hari ini, aku merasa bersyukur telah ada tujuh kali tulisanku terbit di kolom opini media cetak koran lokal ditempat tinggalku. Ada rasa haru dan bahagia saat tulisanku diorbitkan dimedia cetak, karena progres kemajuan dalam kontinuitas menulis terakui.

Tulisan opiniku ada yang mengelitik pembaca, artinya tulisanku dicerna pembaca dengan baik.  Di sinilah, ada manfaat bagi aku jika karya tulisan kita diterbitkan ke media masa. Ada tanggapan yang berbeda, sehingga menggerakkan seseorang untuk berkarya lewat tulisan. Secara tidak langsung, aku mengajak oranglain berdakwah lewat tulisan. Baru, satu pembaca yang tergelitik lewat tulisanku sehingga memunculkan seseorang untuk menanggapi opiniku. Itulah, keinginanku yang tersirat bahwa menulis kebaikan akan menjadi ladang amal jarizah dapat menjadi pemantik kebaikan bagi orang lain. Oleh karena itu, tekadkan diri menjadi penulis.

Ada tanggapan berbeda pendapat saat tulisan opiniku “Gamang Sertifikasi Pranikah” diterbitkan. Beda opini dalam beberapa sudut pandang, adalah hal yang biasa dalam menulis. Pendapat dalam opini tidak ada yang salah, karena masing-masing bersumber dari keilmuan seseorang. Jadi, wajar saja ada dua pandangan yang berbeda bahwa sertifikasi pranikah diperlukan atau bahkan tidak diperlukan. Namun, dalam argumentasi opini pranikah masing-masing menjelaskan alasan-alasan secara gamblang. Sehingga, pengambil kebijakan tinggal memilih dan memilah apakah sertifikasi pranikah masih diberlakukan atau dicabut.  Jangan takut untuk berbeda pendapat dalam menulis, itulah kemerdekaan sang penulis. Maju terus berkarya yang terbaik! Agar impianmu menjadi kenyataan.

Progres kemajuan dalam merajut mimpiku sedikit demi sedikit ada titik keberhasilan menurut ukuranku. Aku selalu bersyukur di jalan yang benar bergabung dengan KMO Aleniaku dan group Kalimat. Di organisasi inilah, aku di besarkan sehingga terbangun komunitas menulis. Jujur ku mengakui jiwa menulisku lahir bukan  dari bakat dan keturunan. Maklum, belajar dari kecil hobiku menghitung. Tidak pernah bisa mengarang saat duduk di bangku sekolah. Di bangku kuliah akhirpun, ambil penelitian kwantitatif. Menjadi momok kuliah, saat pelajaran karyatulis. Hantu ini, akhirnya bisa ku buang jauh dengan melatih mengembangkan imajinasiku. Setiap orang yang mempunyai hasrat menulis pasti bisa dengan mengoptimalkan tekad tanpa syarat untuk merajut impian menjadi kenyataaan.

“Optimalkan segala daya! Jika tidak mampu berlari berjalanlah, jika tidak mampu berjalan maka merangkaklah,” pesan pembimbingku saat aku mulai menulis. Semua hasil karya berasal dari aksi nyata. Karena itu, kejar Impianmu pasti akan menjadi kenyataan. Tetap fokus pada satu tujuan “Buku Impian” karya Maryati Arifudin. Jangan ditunda pekerjaan menulis untuk hari ini. Hari esok, untuk menyelesaikan tulisan dengan ide-ide lainnya.

“Optimalkan segala daya! Jika tidak mampu berlari berjalanlah, jika tidak mampu berjalan maka merangkaklah,” pesan pembimbingku saat aku mulai menulis. Semua hasil karya berasal dari aksi nyata. Karena itu, kejar Impianmu pasti akan menjadi kenyataan. Tetap fokus pada satu tujuan “Buku Impian” karya Maryati Arifudin. Jangan ditunda pekerjaan menulis untuk hari ini. Hari esok, untuk menyelesaikan tulisan dengan ide-ide lainnya.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *